Sistem SPMB Palembang sempat menghalangi seorang siswa berprestasi masuk SMP negeri. Sistem tidak menampilkan data pendaftaran siswa itu pada daftar sekolah pilihannya.
Tabooo.id: Siswa itu meraih nilai akademik tinggi sejak kelas 1 SD. Ia juga membawa prestasi sampai tingkat dunia. Namun, sistem seleksi tidak memasukkan namanya ke daftar calon murid SMP Negeri.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyoroti persoalan tersebut. Ia meminta Dinas Pendidikan Kota Palembang mengaudit seluruh tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru atau SPMB.
“Ada siswa dari kelas 1 sampai tamat SD nilainya bagus dan berprestasi hingga tingkat dunia, tetapi saat penerimaan SMP negeri tidak diterima,” kata Ratu Dewa, Senin, 22 Juni 2026.
Sistem Jangan Kalahkan Prestasi Anak
Ratu Dewa menegaskan kasus itu menyentuh hak pendidikan anak. Ia meminta Disdik Palembang membuka informasi seleksi dan menjelaskan setiap tahap kepada orang tua.
Warga juga melaporkan kendala pada jalur afirmasi dan domisili. Pemkot Palembang perlu mengaudit formulir pendaftaran, alur pemeriksaan data, hasil seleksi, serta masa sanggah di jalur masuk SMP Negeri.
“Persoalan penerimaan murid baru tidak boleh dianggap sederhana karena menyangkut masa depan anak,” tegas Ratu Dewa.
Jalur prestasi memberi kesempatan bagi siswa yang mengumpulkan capaian akademik dan nonakademik. Ketika sistem tidak membaca data, sistem menghambat anak memakai jalur yang mengakui kerja kerasnya.
Dinas Pendidikan Lacak Data Pendaftaran
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang M Affan Prapanca mengatakan Disdik membuka masa sanggah selama dua hari. Orang tua bisa memakai waktu itu untuk mengajukan keberatan atau melaporkan masalah pendaftaran.
Tim Disdik mengecek ulang sejumlah data pendaftar. Tim melihat beberapa data tidak muncul pada daftar sekolah pilihan, meski siswa sudah mengirim formulir.
“Ada beberapa data yang ter-hidden di sistem sehingga tidak muncul saat proses verifikasi. Setelah kami cek ulang, kami menemukan data siswa tersebut,” ujar Affan.
Tim Disdik lalu mengecek nilai dan dokumen prestasi siswa itu. Tim memastikan siswa itu memiliki skor tinggi serta memenuhi syarat jalur prestasi untuk masuk ke SMP Negeri.
“Kami cek kembali dan memang benar memiliki prestasi serta skor tinggi. Kami akan membenahi sistem dan memastikan siswa tersebut masuk melalui keterangan dari dinas,” kata Affan.
Laporan Uang Masuk Wajib Bawa Bukti
Ratu Dewa juga menerima laporan warga tentang dugaan permainan uang dalam penerimaan siswa baru. Ia meminta warga menyerahkan bukti agar Pemkot Palembang memproses laporan itu sesuai aturan.
“Saya juga menerima laporan dari masyarakat yang menyebut ada dugaan permainan uang untuk masuk sekolah. Jika ada bukti yang kuat, silakan laporkan langsung kepada saya dan akan kami tindak lanjuti sesuai aturan,” katanya.
Pemkot Palembang belum menyatakan dugaan itu benar. Pemerintah harus mengumpulkan bukti, memeriksa laporan, dan meminta klarifikasi dari pihak terkait.
Namun, sistem yang rumit sering memicu kecurigaan. Orang tua akan bertanya saat layar tidak menampilkan data anak, hasil seleksi tidak memberi alasan, atau petugas lambat menjawab.
Error Sistem Uji Tata Kelola Pendidikan
Kasus ini bukan sekadar gangguan data. Kasus ini menguji tata kelola pendidikan di Palembang.
Sistem digital harus membantu warga. Sistem tidak boleh memaksa orang tua mengejar kesalahan administrasi saat tenggat pendaftaran terus berjalan.
Pemkot Palembang perlu memasang notifikasi status pendaftaran, membuka hasil verifikasi, dan menyiapkan petugas respons cepat. Langkah itu menjaga peluang siswa memperoleh kursi sekolah.
Tim Dinas Pendidikan menemukan data siswa itu lalu memasukkan namanya ke daftar penerimaan SMP negeri. Namun, kasus ini memunculkan pertanyaan bagi keluarga lain yang mungkin menghadapi kendala serupa.
Prestasi anak tidak boleh kalah oleh layar yang gagal membaca data. Pemerintah harus membuka jalan saat sistem menutup akses pendidikan. Sistem boleh digital, tetapi keadilan tidak boleh ikut ter-hidden. @teguh






