Sabtu, Juni 6, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gala Premiere “Jangan Buang Ibu” di Solo: Sebelum Rindu Jadi Penyesalan

by dimas
Juni 4, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality Regional
Share on FacebookShare on Twitter
Gala premiere “Jangan Buang Ibu” di Solo menghadirkan pesan menyentuh tentang orang tua, keluarga, dan waktu yang tak bisa diulang.

Tabooo.id: Surakarta – Sore itu, Cinema XXI Solo Paragon Mall tidak hanya dipenuhi penggemar film. Ada sesuatu yang lebih sunyi, lebih personal, dan terasa dekat dengan kehidupan banyak orang: rasa rindu kepada ibu yang sering tertunda untuk diungkapkan.

Dalam acara gala premiere dan nonton duluan film Jangan Buang Ibu di Solo Paragon Mall, Kota Surakarta, Kamis (4/6/2026), para penonton tidak sekadar menyaksikan drama keluarga. Mereka juga bercermin pada hubungan yang perlahan merenggang karena kesibukan dan komunikasi yang hilang.

Gala Premiere “Jangan Buang Ibu” di Solo: Sebelum Rindu Jadi Penyesalan
Nirina Zubir, Refal Hady, dan Saputra Kori saat wawancara eksklusif film Jangan Buang Ibu, Kamis (4/6/2026).

Nirina Zubir sebagai Ristiana, Refal Hady sebagai Tama, dan Saputra Kori sebagai Tria hadir langsung menyapa penonton. Kehadiran mereka menarik perhatian ratusan pengunjung yang ingin menyaksikan lebih awal film produksi Leo Pictures yang akan tayang pada 25 Juni 2026.

Namun sore itu, karpet merah bukan menjadi pusat perhatian utama.

Pesan film inilah yang paling membekas di hati penonton.

Ini Belum Selesai

Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0, Herdman: Ini Kemenangan Kami Tunggu 38 Tahun

Timnas Indonesia vs Oman: Saatnya Akhiri Kutukan 38 Tahun atau Kembali Terjebak Masa Lalu?

Ketika Seorang Ibu Hanya Menginginkan Kebersamaan

Jangan Buang Ibu mengisahkan perjuangan Ristiana yang membesarkan tiga anaknya Tama, Dewi, dan Tria setelah kehilangan suami. Kepergian sang suami tidak hanya meninggalkan luka, tetapi juga beban ekonomi yang mengubah kehidupan keluarga mereka.

Ristiana bekerja tanpa lelah agar keluarganya tetap bertahan. Di saat yang sama, hubungan antara ibu dan anak-anaknya perlahan berubah.

Mereka masih tinggal dalam rumah yang sama.

Namun mereka tidak lagi benar-benar memahami satu sama lain.

Film ini menyoroti persoalan yang dekat dengan banyak keluarga modern. Kesibukan, tekanan hidup, dan minimnya komunikasi sering kali menciptakan jarak yang tidak terlihat.

Konflik memuncak saat Dewi ingin menghadirkan ayahnya sebagai wali pernikahan. Di sisi lain, Tama menolak keinginan itu dan memilih menganggap ayah mereka telah tiada.

Perbedaan cara menghadapi kehilangan itulah yang membuka kembali luka lama yang belum pernah benar-benar sembuh.

Nirina Zubir: Ibu Juga Bisa Merasa Kesepian

Usai pemutaran film, Nirina Zubir berbagi cerita dalam wawancara eksklusif bersama Tim Tabooo Network Indonesia.

Menurut Nirina, karakter Ristiana membuatnya memahami satu hal yang sering luput dari perhatian banyak orang.

Seorang ibu juga bisa merasa kesepian.

Anak-anak tumbuh dewasa. Mereka bekerja, membangun keluarga, dan menjalani kehidupan masing-masing. Namun di balik itu, banyak ibu yang diam-diam merindukan kehadiran anak-anaknya.

“Sebagai ibu, kadang kita juga merasa sepi. Anak-anak sudah punya dunia sendiri. Karena itu saya ingin mengajak para ibu untuk tidak gengsi menyampaikan rasa rindu kepada anak-anaknya. Kalau kangen, bilang saja kangen,” ujar Nirina Zubir.

Ia juga mengajak orang tua dan anak untuk membangun komunikasi yang sehat.

Menurutnya, banyak persoalan keluarga bisa menemukan jalan keluar ketika setiap anggota keluarga mau saling mendengar.

“Daripada saling diam, lebih baik dikomunikasikan. Dari situ biasanya solusi muncul,” katanya.

Pesan itu terasa relevan dengan kehidupan saat ini. Banyak hubungan keluarga merenggang bukan karena pertengkaran besar, melainkan karena percakapan yang terus tertunda.

Refal Hady: Orang Tua Lebih Membutuhkan Waktu Kita

Refal Hady mengaku film ini menjadi refleksi bagi dirinya sendiri.

Sebagai pemeran Tama, ia melihat banyak anak terlalu fokus mengejar kesuksesan hingga lupa menyediakan waktu untuk orang tua.

“Film ini jadi pengingat buat saya sendiri. Sesibuk apa pun kita, orang tua tetap harus mendapat waktu dari anak-anaknya,” ujar Refal Hady.

Menurut Refal, banyak anak menganggap bantuan materi sudah cukup untuk membahagiakan orang tua.

Padahal kenyataannya tidak selalu demikian.

“Kadang orang tua tidak butuh uang kita. Mereka butuh kehadiran kita. Mereka butuh waktu kita dalam keseharian mereka,” katanya.

Karena itu, Refal berharap film ini bisa mengingatkan banyak orang agar tidak menunda pulang, menelepon, atau sekadar memberi kabar kepada orang tua.

Saputra Kori: Sayangi Mereka Selagi Masih Ada

Saputra Kori yang memerankan Tria menyampaikan pesan sederhana namun kuat.

Menurutnya, film ini lahir sebagai pengingat bagi anak-anak untuk menghargai orang tua selama mereka masih ada.

“Hargai orang tua, sayangi mereka selagi masih ada. Sebelum orang tua tiada, kita harus benar-benar memanfaatkan waktu yang ada bersama mereka. Film ini menjadi pengingat bagi anak-anak agar tidak lupa kepada orang tuanya,” ujarnya.

Pesan itulah yang mengikat seluruh cerita dalam film ini.

Sebuah pesan sederhana yang sering datang terlambat untuk disadari.

Astrid Widayani: Solo Butuh Lebih Banyak Karya Inspiratif

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, turut hadir dalam gala premiere tersebut.

Ia menilai film Jangan Buang Ibu menyampaikan pesan kuat tentang keluarga, komunikasi, dan kepedulian terhadap orang tua.

“Kita belajar untuk terus menyayangi orang tua, memberi kabar kepada mereka, dan membicarakan setiap persoalan keluarga. Jangan diam karena diam sering membuat masalah tidak menemukan solusi,” kata Astrid.

Menurut Astrid, keluarga akan lebih mudah menghadapi persoalan ketika setiap anggotanya mau membuka ruang dialog dan saling mendengarkan.

Selain itu, ia juga menyampaikan dukungannya kepada para sineas muda yang terus berkarya di Kota Solo dan Indonesia.

“Saya sangat mendukung para sineas muda untuk terus berkarya. Semoga semakin banyak karya kreatif dan inspiratif yang lahir dari anak-anak muda Indonesia, termasuk dari Solo. Film seperti ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu menyampaikan pesan-pesan baik yang membangun kesadaran sosial di masyarakat,” ujarnya.

Astrid melihat film sebagai ruang yang mampu menghubungkan hiburan dengan pendidikan sosial. Karena itu, ia berharap ekosistem kreatif di Solo terus tumbuh dan melahirkan karya-karya yang menginspirasi generasi muda.

Bukan Sekadar Drama Keluarga

Di tengah era ketika banyak orang lebih cepat membalas pesan pekerjaan daripada pesan orang tua, Jangan Buang Ibu hadir seperti pengingat yang menampar pelan.

Film ini tidak menawarkan konflik yang jauh dari kehidupan sehari-hari.

Sebaliknya, film ini berbicara tentang hal-hal sederhana yang sering kita abaikan: menelepon ibu, pulang ke rumah, mendengar cerita orang tua, atau sekadar mengirim kabar.

Di situlah kekuatan film ini.

Karena kehilangan orang tua sering kali tidak dimulai saat mereka pergi.

Kehilangan itu mulai tumbuh ketika anak-anak berhenti menyediakan waktu untuk mereka.

Film Jangan Buang Ibu mengingatkan satu hal yang sering terlupakan. Orang tua tidak selalu meminta banyak. Mereka hanya ingin anak-anaknya tetap pulang, tetap menyapa, dan tetap menjadi keluarga.

Bagi banyak penonton di Solo sore itu, pesan tersebut terasa lebih menyakitkan daripada adegan mana pun di layar bioskop.

Sebab pada akhirnya, film ini bukan hanya bercerita tentang seorang ibu.

Film ini berbicara tentang waktu yang sering kita kira masih panjang. @dimas

Tags: Gala PremiereJangan Buang IbuKota SurakartaNirina ZubirRefal HadySaputra Kori

Kamu Melewatkan Ini

Saputra Kori: Dari Parodi Tik Tok ke Tria yang Mencintai Ibunya

Saputra Kori: Dari Parodi Tik Tok ke Tria yang Mencintai Ibunya

by dimas
Juni 5, 2026

Saputra Kori membuktikan dirinya bukan sekadar kreator TikTok. Dari video parodi hingga memerankan Tria dalam film Jangan Buang Ibu, ia...

Refal Hady dan Wajah Anak Sulung yang Memikul Segalanya

Refal Hady dan Wajah Anak Sulung yang Memikul Segalanya

by dimas
Juni 5, 2026

Refal Hady meniti karier dari mahasiswa magang televisi hingga menjadi aktor papan atas. Lewat karakter Tama, ia menghadirkan sosok anak...

Profil Nirina Zubir: Jadi Ibu yang Kesepian dalam Film “Jangan Buang Ibu”

Profil Nirina Zubir: Jadi Ibu yang Kesepian dalam Film “Jangan Buang Ibu”

by dimas
Juni 4, 2026

Profil Nirina Zubir, aktris peraih dua Piala Citra yang memerankan kesepian seorang ibu dalam film keluarga Jangan Buang Ibu. Tabooo.id...

Next Post
Jangan Buang Ibu: Dicintai, Tapi Tetap Ditinggalkan

Jangan Buang Ibu: Dicintai, Tapi Tetap Ditinggalkan

Madilog Series

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026
Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Mei 25, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id