Rabu, November 4, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Yovie: AI Bisa Bikin Lagu, Tapi Tak Punya Hati

by eko
Mei 22, 2026
in Reality
A A
Home Reality
AI bisa bikin lagu, tapi tak punya hati. Kalimat itu menjadi kegelisahan utama Yovie Widianto saat berbicara dalam sesi Music Talks di Jogja Financial Festival 2026. Di tengah ledakan teknologi generatif, Yovie mengingatkan bahwa musik sejatinya lahir dari pengalaman manusia dari luka, cinta, kehilangan, hingga perjalanan emosional yang tidak bisa diprogram mesin.

Tabooo.id: Yogyakarta – Di tengah derasnya musik buatan mesin, Yovie mengingatkan satu hal yang mulai langka: hati manusia. Menurutnya, AI memang mampu menghasilkan musik dalam hitungan menit. Namun kreativitas sejati tetap lahir dari pengalaman, emosi, dan perjalanan batin yang tidak bisa diprogram.

Jogja dan Kreativitas yang Tidak Akan Habis

Dalam sesi Music Talks JFF 2026, Yovie melontarkan kalimat yang langsung menyentuh keresahan banyak pekerja kreatif.

“AI bisa presisi, tapi tidak punya hati. Maka dari hati, kita perlu berjuang.” ungkapnya.

Ucapan itu terdengar sederhana. Namun di tengah industri kreatif yang mulai dibanjiri teknologi generatif, kalimat tersebut terasa seperti peringatan.

Yovie menilai Jogja memiliki kekuatan besar di sektor kreativitas. Baginya, sumber daya alam bisa habis. Akan tetapi, ide dan karya manusia tidak akan pernah benar-benar hilang.

“Jogja gudang musik. Semangat kerja keras. Sumber daya alam habis. Tapi karya dan pemikiran kreatif tidak akan habis,” ujarnya.

Menurut Yovie, kota seperti Jogja hidup dari energi kreatif anak mudanya. Musik, seni, dan gagasan baru terus tumbuh karena lahir dari pengalaman manusia yang nyata.

Ini Belum Selesai

Ketika Polisi Dilarang Nge-Vape, Siapa yang Mengawasi Pengawas?

Banjir Lahar Dingin Semeru Jebol Tanggul, Akses Jalan Lumajang Terputus

Ketika Mesin Mulai Meniru Manusia

Dunia musik kini sedang menghadapi perubahan besar. AI sudah mampu membuat lagu, lirik, bahkan aransemen hanya dalam sekali klik. Proses yang dulu membutuhkan waktu panjang kini bisa selesai dalam hitungan menit.

Namun bagi Yovie, musik bukan sekadar hasil akhir.

Di balik sebuah lagu, ada rasa kecewa, kehilangan, patah hati, dan perjuangan hidup. Semua itu membentuk karakter sebuah karya. Mesin mungkin bisa meniru pola nada. Tetapi mesin tidak pernah benar-benar memahami rasa ditinggalkan atau gagal sebagai manusia.

Karena itu, banyak pekerja kreatif mulai merasa cemas. Mereka mempertanyakan apakah proses panjang dalam berkarya masih memiliki nilai ketika teknologi mampu menghasilkan sesuatu yang terlihat serupa dalam waktu singkat.

AI Bukan Musuh, Tapi Tidak Bisa Menggantikan Jiwa

Meski demikian, Yovie tidak melihat AI sebagai musuh. Ia percaya manusia dan teknologi seharusnya berjalan berdampingan.

Menurutnya, AI bisa membantu mempercepat proses produksi. Namun inti kreativitas tetap berada di tangan manusia. Sebab karya bukan hanya soal presisi, melainkan juga tentang rasa yang hidup di dalamnya.

Di titik ini, pembicaraan tentang AI sebenarnya bukan sekadar soal teknologi. Ini tentang identitas manusia di era serba instan.

Karena mungkin suatu hari mesin bisa membuat jutaan lagu.

Tetapi tidak semua lagu bisa lahir dari luka yang nyata. @eko

Tags: AIJogja Financial Festivalmusik indonesiaYogyakarta

Kamu Melewatkan Ini

Jaga Warga di Malioboro: Menjaga Ketertiban atau Melampaui Batas?

Jaga Warga di Malioboro: Menjaga Ketertiban atau Melampaui Batas?

by dimas
Oktober 30, 2026

Jaga Warga di Malioboro menjadi sorotan usai kericuhan. Sejauh mana batas peran, kewenangan, dan pengawasan kelompok penjaga keamanan masyarakat? Tabooo.id...

Malioboro Mencekam, Massa dan Aparat Terlibat Bentrokan

Malioboro Memanas, Bentrokan Massa dan Polisi Ganggu Aktivitas Kota

by dimas
Oktober 29, 2026

Malioboro memanas saat bentrokan massa dan polisi pecah di Yogyakarta. Petasan, lemparan batu, dan barikade terbakar mengganggu aktivitas warga serta...

Aksi Mahasiswa di Yogyakarta: Gedung Dewan Terbuka, Jawaban Kebijakan Masih Dinanti

Aksi Mahasiswa di Yogyakarta: Gedung Dewan Terbuka, Jawaban Kebijakan Masih Dinanti

by teguh
Oktober 20, 2026

Gedung wakil rakyat kembali menjadi tempat aksi mahasiswa menyuarakan kegelisahan. Sejumlah kelompok mahasiswa mendatangi Gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),...

Next Post
Negeri yang Ribut Bicara, Tapi Malas Berpikir

Negeri yang Ribut Bicara, Tapi Malas Berpikir

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id