Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Film Pesta Babi Kembali Dibubarkan, Kini Terjadi di Ternate

by Tabooo
Mei 15, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
Film Pesta Babi kembali dibubarkan. Kali ini terjadi di Ternate, Maluku Utara. Aparat TNI menghentikan kegiatan nonton bareng dan diskusi film tersebut karena mereka menilai acara itu memicu penolakan dan dianggap provokatif. Pembubaran itu kemudian memicu kritik dari Aliansi Jurnalis Independen Ternate yang menilai tindakan aparat mengancam kebebasan berekspresi dan ruang demokrasi warga.

Tabooo.id: Ternate – Film dokumenter Pesta Babi kembali memicu kontroversi setelah aparat TNI membubarkan kegiatan nonton bareng dan diskusi di Kota Ternate. Aparat menilai kegiatan itu menuai penolakan dan memicu kesan provokatif di tengah masyarakat. Panitia menggelar acara tersebut di Pendopo Benteng Oranje, Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah, Jumat (8/5/2026) malam.

Society of Indonesian Environmental Journalist Maluku Utara bersama Aliansi Jurnalis Independen Kota Ternate menjadi penyelenggara kegiatan nobar dan diskusi itu.

TNI Nilai Film Pesta Babi Bersifat Provokatif

Komandan Kodim 1501/Ternate, Jani Setiadi, mengatakan pihaknya mulai memantau kegiatan tersebut sejak informasi acara beredar di media sosial.

“Kami memonitor kegiatan ini. Kemudian keberadaan kegiatan ini, kami melihat di media sosial, banyaknya penolakan akan kegiatan film ini, karena banyak yang menilai ini bersifat provokatif dari judulnya,” ujar Jani, Sabtu (9/5).

Ia menegaskan penilaian negatif terhadap film tersebut bukan berasal dari pendapat pribadi aparat.

Ini Belum Selesai

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya

Kirab Perdana Perkuat Identitas Madiun sebagai Kota Pendekar

“Ini bukan pendapat pribadi saya. Tapi jika tidak percaya, akan saya tunjukkan, banyak yang sifat provokatif menurut masyarakat, menurut di media sosial,” ujarnya.

Menurut Jani, aparat menghentikan nobar tersebut sebagai langkah antisipasi terhadap potensi konflik sosial di Maluku Utara. Mereka menilai isu SARA cukup sensitif di Maluku Utara.

Meski menghentikan pemutaran film, aparat tetap memperbolehkan penyelenggara melanjutkan agenda diskusi.

AJI Ternate Kritik Pembubaran

Pembubaran itu langsung mendapat kritik dari Aliansi Jurnalis Independen Ternate. Ketua AJI Ternate, Yunita Kaunar, menilai tindakan aparat bertentangan dengan prinsip kebebasan berekspresi dan hak masyarakat memperoleh informasi.

“Ini bukan sekadar pembubaran nobar film, tapi bentuk nyata intimidasi terhadap ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi warga. Aparat tidak seharusnya menjadi pihak yang menentukan karya apa yang boleh atau tidak boleh ditonton masyarakat,” tegas Yunita.

Yunita juga menyoroti kehadiran aparat sejak awal acara berlangsung. Menurutnya, tindakan aparat yang mendokumentasikan panitia dan peserta memunculkan tekanan psikologis di lokasi kegiatan.

Ia menilai alasan potensi konflik tidak cukup kuat untuk membenarkan pembubaran acara karena kegiatan berlangsung aman dan tidak mengandung unsur provokasi.

“Kalau setiap karya kritis dianggap ancaman lalu dibungkam, maka demokrasi sedang berada dalam situasi berbahaya. Negara tidak boleh takut terhadap diskusi dan film dokumenter,” ujar Yunita.

Film yang Terus Memicu Polemik

Film dokumenter Pesta Babi merupakan hasil kolaborasi Watchdoc, Media Jubi, Greenpeace Indonesia, Pusaka Bentala Rakyat, dan Ekspedisi Indonesia Baru.

Dokumenter tersebut mengangkat isu deforestasi, proyek strategis nasional di Papua, serta dampaknya terhadap masyarakat adat dan lingkungan. Film itu juga menyoroti dugaan keterlibatan militer dalam agenda pembangunan negara di Papua Selatan.

Sebelumnya, pemutaran film yang sama juga memicu polemik di sejumlah daerah dan kampus, termasuk di Universitas Mataram dan beberapa ruang diskusi publik lainnya.

Kini, kontroversi film Pesta Babi bukan lagi hanya soal isi dokumenter.

Tetapi juga tentang siapa yang berhak menentukan sesuatu boleh diputar atau tidak di ruang publik Indonesia. @tabooo

Tags: Demokrasi IndonesiaDhandy Dwi LaksonoFilm Pesta BabiKebebasan BerekspresiNewsPapua SelatanTNI

Kamu Melewatkan Ini

Reformati: Ketika Jalanan Menjadi Pengadilan Kekuasaan

Reformati: Ketika Jalanan Menjadi Pengadilan Kekuasaan

by dimas
Juni 23, 2026

Reformati di Surabaya bukan sekadar demonstrasi. Aksi ini menjadi simbol perlawanan terhadap krisis demokrasi dan konsentrasi kekuasaan. Tabooo.id - Senja...

RUU Pemilu dan Ancaman Penyempitan Ruang Demokrasi

RUU Pemilu dan Ancaman Penyempitan Ruang Demokrasi

by dimas
Juni 21, 2026

RUU Pemilu memicu kekhawatiran atas penyempitan hak pilih rakyat. Benarkah regulasi baru menjaga demokrasi, atau justru menguntungkan elite politik? Tabooo.id...

Buy Indonesia: Politik Distraksi di Tengah Demonstrasi?

Buy Indonesia: Politik Distraksi di Tengah Demonstrasi?

by dimas
Juni 21, 2026

Buy Indonesia ramai di tengah demonstrasi. Kebetulan atau politik distraksi? Simak analisis mendalam di balik perang narasi. Tabooo.id - Suara...

Next Post
Food Estate Papua: Strategi Ketahanan Pangan atau Awal Kehilangan Hutan?

Food Estate Papua: Strategi Ketahanan Pangan atau Awal Kehilangan Hutan?

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id