Jumat, Juni 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

May Day di DPR: Buruh Menagih Hak Bicara dalam UU Ketenagakerjaan

by dimas
Mei 1, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter
Ratusan buruh mendatangi kawasan Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD di Jakarta pada momentum Hari Buruh Internasional, menuntut keterlibatan langsung dalam penyusunan undang-undang ketenagakerjaan baru yang tengah disiapkan negara, menandai paradoks dalam proses legislasi yang di satu sisi mengklaim ingin memperbaiki perlindungan pekerja, namun di sisi lain masih memunculkan kekhawatiran tentang sejauh mana suara buruh benar-benar menjadi bagian dari desain kebijakan yang akan menentukan masa depan pasar kerja nasional.

Tabooo.id: Nasional – Aksi Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) di sekitar kompleks parlemen kembali memicu perdebatan tentang partisipasi publik dalam penyusunan regulasi ketenagakerjaan. Perdebatan ini menguat setelah Mahkamah Konstitusi melalui Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023 memerintahkan negara menyusun undang-undang ketenagakerjaan baru. Kalangan buruh melihat mandat tersebut sebagai peluang untuk memperbaiki keseimbangan antara kepentingan investasi, fleksibilitas pasar kerja, dan perlindungan hak pekerja.

Ketegangan terasa sejak pagi di kawasan parlemen. Sebagian massa buruh memusatkan aksi di area Monumen Nasional, Jakarta. Namun kelompok buruh lain bergerak menuju Kompleks Gedung MPR/DPR/DPD. Mereka membawa tuntutan yang lebih spesifik. Buruh meminta pemerintah dan DPR melibatkan serikat pekerja dalam penyusunan undang-undang ketenagakerjaan baru.

Aksi pada Jumat (1/5/2026) siang itu diprakarsai oleh Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak). Para peserta aksi menilai proses legislasi ketenagakerjaan selama ini terlalu elitis. Mereka juga menilai pembahasan regulasi sering berlangsung tanpa ruang dialog yang memadai bagi buruh.

Di saat yang sama, pemerintah dan DPR telah menyepakati pembentukan undang-undang ketenagakerjaan baru. Target penyelesaiannya sebelum akhir 2026. Kesepakatan itu muncul setelah putusan Mahkamah Konstitusi memerintahkan negara menata kembali kerangka hukum ketenagakerjaan nasional.

Menuntut ruang partisipasi buruh

Setelah berunjuk rasa di depan kompleks parlemen, perwakilan massa bertemu dengan pimpinan DPR. Pertemuan berlangsung di Ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta.

Ini Belum Selesai

PB XIV Hangabehi Turunkan 14 Pusaka di Tengah Dualisme Keraton

Pakoe Boewono XIV Purbaya Batal Kirab Pusaka, Ada Apa?

Audiensi tersebut dihadiri Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dari Fraksi Partai Gerindra dan Wakil Ketua DPR Saan Mustopa dari Fraksi Partai NasDem. Sejumlah anggota DPR juga mengikuti pertemuan itu.

Dalam forum tersebut, Ketua Umum Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Sunarno menegaskan posisi buruh. Ia meminta DPR membuka ruang partisipasi nyata bagi serikat pekerja.

Menurut Sunarno, negara wajib melaksanakan amanat Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023. Putusan itu mengharuskan pemerintah menyusun regulasi ketenagakerjaan yang lebih komprehensif.

Sunarno juga mengingatkan bahwa proses legislasi yang tertutup dapat memunculkan kebijakan yang merugikan pekerja. Karena itu, serikat buruh harus ikut sejak tahap perumusan hingga pembahasan di parlemen.

“Undang-undang ini akan menentukan masa depan jutaan pekerja. Karena itu, buruh harus dilibatkan secara langsung, bukan sekadar menjadi objek kebijakan,” ujar Sunarno.

Bayang-bayang kontroversi regulasi

Tuntutan tersebut lahir dari pengalaman panjang gerakan buruh. Selama beberapa tahun terakhir, serikat pekerja menghadapi sejumlah perubahan regulasi ketenagakerjaan yang memicu kontroversi.

Banyak organisasi buruh menilai proses legislasi sebelumnya kurang membuka ruang dialog. Mereka merasa suara pekerja sering tersisih dalam perdebatan kebijakan.

Bagi gerakan buruh, partisipasi serikat pekerja menjadi kunci. Kehadiran mereka dapat memastikan undang-undang baru tidak hanya mengejar fleksibilitas pasar tenaga kerja. Regulasi juga harus menjamin perlindungan sosial, kepastian kerja, dan peningkatan kesejahteraan pekerja.

Namun pemerintah dan parlemen menghadapi tantangan berbeda. Mereka harus menyeimbangkan perlindungan buruh dengan kebutuhan investasi nasional. Regulasi ketenagakerjaan juga berperan penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, pembahasan undang-undang baru hampir pasti memicu tarik-menarik kepentingan. Pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja membawa agenda yang berbeda dalam menentukan arah kebijakan pasar tenaga kerja Indonesia.

Ujian demokrasi kebijakan

Aksi buruh di depan parlemen pada momentum May Day menunjukkan satu hal penting. Perdebatan tentang masa depan kebijakan ketenagakerjaan belum selesai.

Bagi kalangan buruh, partisipasi dalam proses legislasi bukan sekadar prosedur formal. Mereka melihatnya sebagai cara untuk memastikan negara mendengar suara pekerja.

Jika pemerintah dan DPR menepati target penyusunan undang-undang sebelum akhir 2026, proses pembahasannya akan menjadi ujian demokrasi kebijakan di Indonesia. Publik akan menilai apakah regulasi benar-benar lahir dari proses partisipatif, atau kembali diputuskan oleh elite politik tanpa melibatkan pihak yang paling terdampak. @dimas

Tags: Buruh BersuaraDemokrasi Kebijakangerakan buruhHari BuruhMay DayPartisipasi PublikPolitik KetenagakerjaanSuara BuruhUU Ketenagakerjaan

Kamu Melewatkan Ini

Sosialisme: Kata Terlarang yang Terus Menghantui Kekuasaan

Sosialisme: Kata Terlarang yang Terus Menghantui Kekuasaan

by dimas
Juni 9, 2026

Sosialisme pernah menjadi bagian penting dari sejarah pergerakan Indonesia. Namun kekuasaan mengubahnya menjadi kata terlarang yang terus dibayangi stigma, ketakutan,...

Museum Marsinah Diresmikan, Namun Keadilan untuknya Masih Hilang

Museum Marsinah Diresmikan, Namun Keadilan untuknya Masih Hilang

by dimas
Mei 16, 2026

Museum Marsinah resmi diresmikan di Nganjuk sebagai penghormatan bagi pahlawan Buruh Indonesia. Namun, misteri pembunuhannya masih belum menemukan keadilan. Tabooo.id:...

May Day Suram di Jabar: 20.536 Buruh Kena PHK, Ada Apa dengan Industri?

May Day Suram di Jabar: 20.536 Buruh Kena PHK, Ada Apa dengan Industri?

by dimas
Mei 2, 2026

May Day di Jawa Barat tahun ini menghadirkan gambaran yang kontras dengan narasi pertumbuhan industri nasional. Di tengah klaim meningkatnya...

Next Post
Buruh di Dekat Istana: Simbol Kebersamaan atau Tanda Melemahnya Perlawanan?

Buruh di Dekat Istana: Simbol Kebersamaan atau Tanda Melemahnya Perlawanan?

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id