Sabtu, Mei 2, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Satu Laporan ke Puluhan Korban: Skandal Pesantren Pati yang Belum Tuntas

by teguh
Mei 1, 2026
in Nasional, News
A A
Home News Nasional
Share on FacebookShare on Twitter
Kasus dugaan kekerasan seksual di sebuah pondok pesantren di Kabupaten Pati belum juga menemukan titik terang. Laporan yang muncul sejak 2024 kini berkembang menjadi dugaan kasus dengan puluhan korban. Pertanyaannya sederhana kenapa penanganannya terasa berjalan di tempat?

Tabooo.id: Nasional – Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Pati mencatat laporan pertama masuk pada 2024. Saat itu, satu korban melapor bersama orang tuanya. Kepala Dinsos P3AKB, Aviani Tritanti Venusia, langsung mengarahkan kasus ke Unit PPA Polresta Pati untuk proses hukum.

“Kami langsung tindak lanjuti ke kepolisian. Pendampingan korban juga terus berjalan,” ujar Aviani.

Namun, hingga akhir 2025, keluarga korban kembali datang ke UPTD PPA untuk menanyakan perkembangan. Jawaban yang mereka terima masih sama: proses ada di kepolisian.

Di sisi lain, kuasa hukum korban, Ali Yusron, mengungkap fakta yang lebih mengkhawatirkan. Hingga Rabu, 29 April 2026, ada delapan korban resmi yang melapor. Tapi data lapangan menunjukkan angka yang jauh lebih besar.

“Berdasarkan saksi dan BAP, jumlahnya bisa mencapai 30 hingga 50 korban,” kata Ali.

Ini Belum Selesai

Hardiknas 2026: Seremoni Selesai, Reformasi Dimulai?

May Day Suram di Jabar: 20.536 Buruh Kena PHK, Ada Apa dengan Industri?

Korban mayoritas merupakan santriwati tingkat SMP. Mereka berada di rentang usia yang sangat rentan.

Perspektif & Analisis

Pengamat hukum pidana dari Universitas Gadjah Mada, Prof. Eddy O.S. Hiariej, menilai lambannya penanganan kasus kekerasan seksual sering terjadi karena pembuktian yang kompleks.

“Kasus seperti ini butuh keberanian korban dan keseriusan aparat. Kalau lambat, efeknya korban bisa bertambah,” ujarnya dalam diskusi publik, Februari 2026.

Sementara itu, Komisioner Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi, mengingatkan bahwa lingkungan pendidikan, termasuk pesantren, tidak kebal dari kekerasan berbasis kuasa.

“Relasi kuasa antara pengasuh dan santri sering membuat korban takut bicara,” jelasnya.

Tabooo Twist

Ini bukan sekadar kasus pelecehan. Ini soal sistem yang sering gagal melindungi yang paling rentan anak-anak.

Human Impact

Korban dalam kasus ini sudah keluar dari pesantren. Sebagian mulai bekerja. Tapi luka psikologis tidak selesai hanya dengan pindah tempat.

Dampaknya jelas trauma, rasa takut, dan hilangnya kepercayaan pada institusi yang seharusnya melindungi.

Closing

Pemerintah sudah membuka layanan pengaduan 24 jam. Tapi pertanyaan besarnya masih menggantung kalau laporan sudah ada sejak 2024, kenapa keadilan terasa begitu jauh di 2026?

Kalimat Nyentil

Tempat yang seharusnya mendidik moral, justru diduga jadi ruang aman bagi pelaku. @teguh

Tags: Dinas SosialKabupaten PatiKasuskorbanPatiPelecehanpemerintahPesantren

Kamu Melewatkan Ini

Senyap ke Viral: Kasus Pelecehan Mahasiswa Unair

Senyap ke Viral: Kasus Pelecehan Mahasiswa Unair

by teguh
Mei 1, 2026

Empat mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya terseret dugaan kasus pelecehan seksual. Kasus ini tiba-tiba viral di media sosial, meski pihak...

Pesantren Ajarkan Moral, Tapi Siapa Ajarkan Moral ke Pengasuh?

Pesantren Ajarkan Moral, Tapi Siapa Ajarkan Moral ke Pengasuh?

by teguh
Mei 1, 2026

Ironisnya, tempat yang seharusnya membentuk akhlak justru dituduh menjadi ruang aman pelanggaran. Lebih ironis lagi, laporan sudah masuk sejak 2024...

Hari Buruh: Rayakan atau Tutup Mata?

Hari Buruh: Rayakan atau Tutup Mata?

by teguh
April 29, 2026

Setiap 1 Mei, jalanan penuh spanduk, panggung orasi, dan janji baru. Namun ketika musik berhenti dan massa bubar, satu pertanyaan...

Next Post
Konsep Otomatis

Prabowo Hadir di Monas Saat May Day: Simbol Kedekatan atau Strategi Politik Buruh?

Pilihan Tabooo

Siti Mawarni: Lagu yang Lembut di Nada, Tapi Tajam Menampar Realita Narkoba

Siti Mawarni: Lagu yang Lembut di Nada, Tapi Tajam Menampar Realita Narkoba

April 27, 2026

Realita Hari Ini

May Day Suram di Jabar: 20.536 Buruh Kena PHK, Ada Apa dengan Industri?

May Day Suram di Jabar: 20.536 Buruh Kena PHK, Ada Apa dengan Industri?

Mei 2, 2026

Hardiknas 2026: Seremoni Selesai, Reformasi Dimulai?

Mei 2, 2026

Mesin Mati di Rel, Nyawa Melayang: Mobil Pengantar Haji Dihantam KA Argo Bromo Anggrek

Mei 1, 2026

Buruh Kepung Monas, Presiden Turun Kasi “Kado”?

Mei 1, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id