Kamis, Juli 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Selamat! Kamu Menang. Penonton Tetap Bingung

by jeje
Mei 7, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter
Sekarang bikin film itu gampang. Bukan secara teknis, tapi secara strategi. Kamu tidak perlu memikirkan penonton cukup tebak selera juri. Sisanya? tinggal berharap menang.

Tabooo.id: Edge – Bayangkan kamu bikin film. Awalnya kamu ingin orang menonton dan memahami ceritanya. Namun pelan-pelan, tujuan itu bergeser. Kamu mulai merancang sesuatu yang harus “ditebak”.

Pertanyaan pun berubah: apa yang juri suka?
Simbol seperti apa yang terlihat “dalam”?
Seberapa aneh ending yang dianggap “berani”?

Akhirnya, kamu tidak lagi bercerita. Kamu menyusun strategi.

Selamat.
Kamu siap masuk festival.

Film atau Strategi Lomba?

Hari ini, banyak sineas tidak lagi berangkat dari kegelisahan. Mereka justru memulai dari perhitungan.

Ini Belum Selesai

Negara Sudah Punya Direktur AI. Semoga Birokrasinya Tetap Tidak Loading

Kopdes Merah Putih Siap Salurkan Bansos, Efektif atau Berisiko?

Alih-alih bertanya “apa yang ingin gue sampaikan?”, mereka langsung memikirkan peluang seleksi.

Proses kreatif pun ikut berubah. Sineas menyusun karya seperti peserta lomba yang mengejar nilai.

Semakin abstrak, terasa semakin aman.
Sebaliknya, semakin sulit dipahami, semakin dianggap “dalam”.

Jadi Juri Lebih Penting dari Penonton

Masalahnya terlihat jelas.

Penonton tidak duduk di kursi juri. Namun, karya justru diarahkan ke sana.

Akibatnya, film hanya berbicara ke segelintir orang. Sementara yang lain menonton sambil mencoba memahami.

Ironisnya, kebingungan sering dianggap bukti kualitas.

Kalau tidak mengerti, penonton disalahkan.
Padahal, bisa saja filmnya memang tidak ingin menjelaskan apa pun.

Menang, Lalu?

Pola ini terus berulang.

Sineas membuat film, mengirim ke festival, lalu mengejar kemenangan. Setelah itu, semuanya berhenti.

Jika kalah, mereka langsung pindah ke proyek berikutnya. Jika menang, mereka cukup unggah poster dan ucapan terima kasih.

Film tidak berkembang. Ia hanya lewat sebentar.

Diskusi jarang muncul. Upaya mendekatkan karya ke penonton hampir tidak ada. Jembatan itu tidak pernah dibangun.

Yang penting, status “menang” sudah dikantongi.

Festival atau Lingkaran Dalam?

Festival Film Indonesia dan festival lain seharusnya mempertemukan film dengan penonton.

Namun kenyataannya berbeda.

Sineas mengarahkan film ke juri.
Kemudian juri menilai karya tersebut.
Setelah itu, mereka saling memberi pengakuan.

Di sisi lain, penonton hanya menyaksikan dari jauh.

Situasi ini terasa seperti lingkaran tertutup.

Edukasi yang Hilang

Padahal festival punya potensi besar.

Ia bisa membuka ruang belajar. Selain itu, ia bisa membantu penonton memahami cara melihat film.

Lebih jauh, visual mampu membentuk cara berpikir baru.

Namun ketika semua fokus pada kemenangan, fungsi itu perlahan menghilang.

Menang memang penting.

Namun kalau yang menang hanya ego,
filmnya ke mana? @jeje

Tags: Anak Muda IndonesiaGenerasi AlphaGenerasi ZMedia SosialNasionalSadar KesehatanTaboooid

Kamu Melewatkan Ini

LinkedIn Isinya “Saya Bangga Mengumumkan” Dan Gen Z Mengatakan: Skip Dulu, Kak.

LinkedIn Isinya “Saya Bangga Mengumumkan” Dan Gen Z Mengatakan: Skip Dulu, Kak.

by teguh
Juli 26, 2026

Ketika "Open to Work" seperti yang ada di Linkedin kalah pamor dari "Close Friends". Dunia kerja tak lagi dimulai dari...

Gen Z Menggeser LinkedIn: Dunia Kerja Resmi Masuk Era Algoritma

Gen Z Menggeser LinkedIn: Dunia Kerja Resmi Masuk Era Algoritma

by teguh
Juli 26, 2026

Terlepas dari tampilannya, dunia kerja sedang mengalami perubahan besar. Dunia Kerja Resmi Masuk Era Algoritma. Dulu, satu profil LinkedIn yang...

Nama Jampidsus Disebut, Febrie Pertanyakan Kaitannya dengan Blackout PLN

Nama Jampidsus Disebut, Febrie Pertanyakan Kaitannya dengan Blackout PLN

by Tabooo
Juli 11, 2026

Nama Jampidsus Febrie Adriansyah ikut disebut dalam pusaran pengusutan dugaan korupsi BUMN. Ia mempertanyakan kaitannya dengan kasus blackout PLN yang...

Next Post
Kabinet Selalu Berubah: Prabowo Sedang Merapikan atau Mengacak Kekuasaan?

Kabinet Selalu Berubah: Prabowo Sedang Merapikan atau Mengacak Kekuasaan?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id