Kamis, Juli 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Motor Listrik, Zoom, EO: MBG Masih Soal Makan atau Sudah Soal Bisnis Anggaran?

by dimas
April 25, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter
Di tengah gencarnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah menempatkan kebijakan ini sebagai simbol keberpihakan pada rakyat. Namun publik justru menyoroti hal lain: angka anggaran yang terus naik dan daftar belanja Badan Gizi Nasional (BGN) yang dinilai tidak fokus pada makanan.

Tabooo.id: Nasional – Program yang seharusnya memastikan anak-anak Indonesia mendapat makanan bergizi kini memicu pertanyaan baru. Apakah negara benar-benar mengejar pemenuhan gizi, atau justru membuka ruang baru bagi pola belanja yang makin jauh dari piring rakyat? Jika kondisi ini terus berjalan, siapa yang bisa memastikan MBG tidak berubah menjadi sekadar slogan mahal di atas kertas anggaran?

Anggaran Naik Tajam, Pengawasan Tidak Mengikuti

KPK mencatat lonjakan besar anggaran MBG. Pada 2025, anggaran mencapai Rp 71 triliun. Pada 2026, angka itu naik menjadi Rp 171 triliun.

Kenaikan ini terjadi cepat. Namun, KPK menilai sistem pengawasan tidak ikut menguat. Kondisi ini memunculkan risiko serius seperti konflik kepentingan, lemahnya kontrol, dan potensi korupsi.

KPK menilai masalah tidak hanya ada pada angka, tetapi juga pada tata kelola yang belum siap menghadapi skala anggaran sebesar ini.

Belanja yang Tidak Selalu Berhubungan dengan Gizi

Publik kemudian menyoroti pola belanja BGN yang dianggap tidak sejalan dengan tujuan utama program.

Ini Belum Selesai

Mahasiswa UI Geruduk MK Tolak Dana Pendidikan untuk MBG

Haul Ki Ageng Tarub: Perkuat Budaya dan Wisata Religi

BGN mengalokasikan dana untuk 21.801 motor listrik dengan harga sekitar Rp 42 juta per unit. Motor ini digunakan untuk operasional Kepala SPPG.

Selain itu, BGN juga mengeluarkan Rp 6,9 miliar untuk kaus kaki lapangan dengan harga Rp 100.000 per pasang. Publik juga menemukan anggaran event organizer sebesar Rp 113 miliar.

Di sisi lain, pengadaan teknologi informasi mencapai Rp 1,2 triliun. BGN juga mengalokasikan Rp 5,7 miliar untuk sewa Zoom pada 2026. Jika dirata-rata, biaya ini mencapai Rp 633 juta per bulan.

Publik menilai angka ini jauh lebih tinggi dibanding harga layanan Zoom di pasar.

BGN: Semua Untuk Koordinasi Skala Nasional

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa kebutuhan digital dan operasional muncul karena skala program yang besar.

Ia menyebut MBG melibatkan banyak level, dari pusat hingga daerah. Karena itu, BGN membutuhkan sistem komunikasi yang cepat dan seragam.

“Kami butuh koordinasi yang efektif agar program berjalan serentak,” kata Dadan.

Ia menegaskan bahwa sistem digital membantu distribusi informasi dan pelaksanaan program di lapangan.

KPK: Masalah Ada di Sistem, Bukan Sekadar Operasional

KPK melihat masalah lebih dalam dari sekadar alasan teknis. Lembaga ini menilai mekanisme Bantuan Pemerintah (Banper) masih lemah.

SOP yang tidak jelas membuka ruang bagi penunjukan vendor yang tidak transparan. Kondisi ini meningkatkan risiko konflik kepentingan.

KPK juga menilai pengawasan internal belum cukup kuat untuk mengontrol penggunaan anggaran yang sangat besar.

Dampak di Lapangan Mulai Terlihat

KPK menemukan masalah di lapangan. Beberapa daerah melaporkan kasus keracunan makanan.

Kondisi ini menunjukkan kelemahan pada standar dapur dan koordinasi teknis. Masalah ini muncul di tengah besarnya anggaran pusat yang justru banyak terserap ke sektor non-pangan.

Publik Mulai Mempertanyakan Arah Program

Di tengah dorongan efisiensi pemerintah, publik mulai mempertanyakan arah MBG. Banyak pos anggaran penunjang dinilai lebih besar dibanding anggaran inti makanan.

Pertanyaan pun muncul apakah fokus program masih pada gizi, atau sudah bergeser ke proyek pengadaan?

Risiko Kebijakan Populis yang Tidak Terjaga

Peneliti Transparency International Indonesia, Agus Sarwono, menilai kondisi ini sebagai sinyal risiko kebijakan populis.

Ia menilai masalah muncul sejak tahap perencanaan. Ketika pengadaan tidak sesuai fungsi utama lembaga, potensi penyimpangan semakin besar.

Rekomendasi KPK: Perkuat Aturan dan Pengawasan

KPK meminta pemerintah memperkuat aturan melalui Peraturan Presiden khusus. Aturan ini harus memperjelas kewenangan dan memperketat pengawasan.

KPK juga mendorong sistem pelaporan keuangan yang lebih transparan dan terintegrasi.

Tanpa perbaikan ini, program MBG berisiko kehilangan arah. Program bisa bergeser dari pemenuhan gizi menjadi proyek belanja berskala besar.

Ketika Tujuan Mulai Kabur di Tengah Anggaran Besar

MBG kini berada di titik penting. Pemerintah membawa misi besar untuk memperbaiki gizi nasional.

Namun, publik melihat jarak yang semakin lebar antara tujuan dan realisasi anggaran.

Pada akhirnya, pertanyaan yang tersisa tetap sederhana jika tujuan utama adalah memberi makan rakyat, mengapa sebagian besar uangnya justru tidak berakhir di piring mereka? @dimas

Tags: Badan Gizi NasionalBGNIsu NasionalKebijakan PublikKPKMakan Bergizi GratisMBGPolitik Anggaran

Kamu Melewatkan Ini

Korupsi Bupati Pemalang: Saat Uang Pemerasan Mengalir ke KPK

Korupsi Bupati Pemalang: Dugaan Uang Pemerasan Mengalir ke KPK

by dimas
Juli 30, 2026

Korupsi Bupati Pemalang menyeret dugaan penggunaan uang hasil pemerasan untuk mengurus perkara di KPK, menguji integritas lembaga antirasuah. Tabooo.id -...

Ratusan Mahasiswa UI Geruduk MK, Tolak Dana Pendidikan untuk MBG

Mahasiswa Melawan dengan Konstitusi, Bukan Emosi

by eko
Juli 30, 2026

Mahasiswa UI menggugat penggunaan dana pendidikan untuk MBG di MK. Perdebatan ini menguji batas prioritas anggaran dan amanat konstitusi. Tabooo.id...

Mahasiswa UI Geruduk MK Tolak Dana Pendidikan untuk MBG

Mahasiswa UI Geruduk MK Tolak Dana Pendidikan untuk MBG

by dimas
Juli 30, 2026

Ratusan mahasiswa UI menggeruduk Mahkamah Konstitusi untuk menolak penggunaan dana pendidikan bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mendesak MK...

Next Post
Dari Abu ke Tanah Subur: Industri Duka Masuk Era Teknologi Hijau

Dari Abu ke Tanah Subur: Industri Duka Masuk Era Teknologi Hijau

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id