Selasa, April 21, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Kesetaraan atau Sekadar Slogan? Catatan Kritis Buruh Perempuan di Hari Kartini

by dimas
April 21, 2026
in Nasional, News
A A
Home News Nasional
Share on FacebookShare on Twitter
Di tengah peringatan Hari Kartini yang setiap tahun dipenuhi simbol emansipasi, satu pertanyaan mendasar kembali muncul: ketika perempuan terus didorong untuk berpendidikan dan bekerja, mengapa ketidakadilan upah, minimnya akses kepemimpinan, dan ancaman kekerasan seksual masih menjadi realitas di dunia kerja?

Tabooo.id: Nasional – Peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026 kembali membuka fakta bahwa kesetaraan gender di sektor ketenagakerjaan belum sepenuhnya terwujud. Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) menilai buruh perempuan masih menghadapi ketimpangan struktural, mulai dari kesenjangan upah hingga ancaman kekerasan seksual di lingkungan kerja.

Presiden ASPIRASI, Mirah Sumirat, menegaskan perjuangan perempuan di dunia kerja masih jauh dari selesai.

“Perjuangan belum selesai. Pekerja atau buruh perempuan masih menghadapi ketidakadilan di dunia kerja,” ujar Mirah dalam keterangan tertulis, Selasa (21/4/2026).

Jurang Upah Masih Terjadi

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan kesenjangan upah masih nyata. Pekerja perempuan rata-rata menerima upah 20 hingga 25 persen lebih rendah dibandingkan laki-laki untuk pekerjaan yang sama.

ASPIRASI menilai kondisi ini mencerminkan diskriminasi ekonomi yang masih mengakar. Banyak perusahaan belum memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan untuk berkembang dan menempati posisi strategis.

Ini Belum Selesai

Jaksa Agung: Kades Bukan Target Mudah

Selat Hormuz Memanas, Mampukah Diplomasi Indonesia Selamatkan Kapal Pertamina?

Padahal, perempuan berperan besar dalam berbagai sektor ekonomi. Mereka bekerja di industri padat karya, layanan kesehatan, hingga sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Namun kontribusi tersebut belum diiringi perlindungan dan pengakuan yang setara.

“Kontribusi besar ini belum diiringi dengan perlindungan, pengakuan, dan kesempatan yang setara,” tegas Mirah.

Selain itu, banyak pekerja perempuan bekerja di sektor informal yang minim jaminan sosial serta perlindungan kerja.

Ancaman Kekerasan Seksual di Tempat Kerja

Selain persoalan kesejahteraan, pekerja perempuan juga menghadapi ancaman serius terhadap keamanan diri di lingkungan kerja.

Data dari Komnas Perempuan mencatat lebih dari 3.000 laporan kekerasan seksual dalam satu tahun terakhir. Sekitar 30 persen kasus terjadi di tempat kerja.

ASPIRASI menilai angka tersebut hanya sebagian kecil dari kasus yang sebenarnya terjadi. Banyak korban memilih diam karena takut kehilangan pekerjaan atau menghadapi tekanan dari lingkungan kerja.

Organisasi ini juga menyoroti lemahnya penerapan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual di tingkat perusahaan. Padahal regulasi tersebut seharusnya menjadi payung perlindungan bagi pekerja perempuan.

Representasi Perempuan Masih Terbatas

Keterlibatan perempuan dalam organisasi buruh juga masih rendah. Data lapangan menunjukkan perempuan mengisi kurang dari 30 persen posisi pengurus serikat pekerja.

Kondisi ini membuat perspektif gender sering tidak muncul dalam perundingan perjanjian kerja bersama antara serikat pekerja dan pengusaha.

ASPIRASI menilai peningkatan partisipasi perempuan dalam kepemimpinan organisasi buruh menjadi langkah penting untuk memperkuat perjuangan hak-hak pekerja perempuan.

Momentum Kartini untuk Perubahan Nyata

Dalam momentum Hari Kartini tahun ini, ASPIRASI mendesak pemerintah dan dunia usaha mengambil langkah nyata. Organisasi ini meminta penegakan hukum yang lebih tegas terhadap praktik diskriminasi upah serta memastikan tempat kerja menjadi ruang yang aman bagi perempuan.

Mirah menegaskan bahwa semangat perjuangan Kartini tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan.

“Habis Gelap, Terbitlah Terang. Terang itu harus diwujudkan dalam keadilan bagi seluruh pekerja dan buruh perempuan,” pungkasnya. @dimas

Tags: Buruh PerempuanDiskriminasi UpahDunia Kerja Indonesiaemansipasi perempuanHari KartiniKeadilan GenderKesetaraan GenderPerlindungan Pekerja PerempuanSerikat Pekerja

Kamu Melewatkan Ini

Kartini Dikenang, Tapi Mengapa Ketimpangan Perempuan Masih Nyata?

Kartini Dikenang, Tapi Mengapa Ketimpangan Perempuan Masih Nyata?

by dimas
April 21, 2026

Di tengah perayaan Hari Kartini yang setiap tahun diwarnai kebaya dan kutipan inspiratif, muncul satu pertanyaan besar: jika semangat emansipasi...

Refleksi Hari Kartini: Kita Merayakan, Tapi Sudahkah Kita Melanjutkan?

Refleksi Hari Kartini: Kita Merayakan, Tapi Sudahkah Kita Melanjutkan?

by dimas
April 21, 2026

Di tengah perayaan tahunan yang meriah dengan kebaya, kutipan inspiratif, dan banjir ucapan di media sosial, satu pertanyaan besar muncul:...

Saat Kebaya Turun ke Jalan: Kesetaraan Perempuan Diperjuangkan Lewat Budaya?

Saat Kebaya Turun ke Jalan: Kesetaraan Perempuan Diperjuangkan Lewat Budaya?

by dimas
April 20, 2026

Di tengah arus modernisasi kota yang terus bergerak cepat, sekaligus di tengah perdebatan panjang tentang posisi perempuan dalam ruang publik,...

Next Post
Ini Bukan Lagu Biasa: “rollerblade” no na Lagi Ubah Cara Dunia Dengar Indonesia

Ini Bukan Lagu Biasa: “rollerblade” no na Lagi Ubah Cara Dunia Dengar Indonesia

Recommended

Max Havelaar: Film Kolonial Dulu Ditakuti Penguasa, Kini Menampar Zaman Lagi

Max Havelaar: Film Kolonial Dulu Ditakuti Penguasa, Kini Menampar Zaman Lagi

April 21, 2026
Bisnis Gelap Elpiji Rp1 Miliar: Ketika Subsidi Berubah Jadi Ladang Uang

Bisnis Gelap Elpiji Rp1 Miliar: Ketika Subsidi Berubah Jadi Ladang Uang

April 17, 2026

Popular

Mengenal Pingitan: Ruang Sunyi yang Membentuk Kartini dan Gagasan Emansipasi

Mengenal Pingitan: Ruang Sunyi yang Membentuk Kartini dan Gagasan Emansipasi

April 20, 2026

Beasiswa Dian Sastro 2026 Dibuka, Ini Syaratnya

April 20, 2026

Harga BBM Non-Subsidi Melonjak, Transparansi Pemerintah Dipertanyakan

April 20, 2026

Cadangan Gas Raksasa di Indonesia: Siap Jadi Kekuatan Dunia atau Cuma Wacana?

April 20, 2026

Hari Buruh: Perayaan atau Sekadar Jeda dari Ketidakadilan?

April 20, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id