Sabtu, Juni 6, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kesetaraan atau Sekadar Slogan? Catatan Kritis Buruh Perempuan di Hari Kartini

by dimas
April 21, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter
Di tengah peringatan Hari Kartini yang setiap tahun dipenuhi simbol emansipasi, satu pertanyaan mendasar kembali muncul: ketika perempuan terus didorong untuk berpendidikan dan bekerja, mengapa ketidakadilan upah, minimnya akses kepemimpinan, dan ancaman kekerasan seksual masih menjadi realitas di dunia kerja?

Tabooo.id: Nasional – Peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026 kembali membuka fakta bahwa kesetaraan gender di sektor ketenagakerjaan belum sepenuhnya terwujud. Asosiasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (ASPIRASI) menilai buruh perempuan masih menghadapi ketimpangan struktural, mulai dari kesenjangan upah hingga ancaman kekerasan seksual di lingkungan kerja.

Presiden ASPIRASI, Mirah Sumirat, menegaskan perjuangan perempuan di dunia kerja masih jauh dari selesai.

“Perjuangan belum selesai. Pekerja atau buruh perempuan masih menghadapi ketidakadilan di dunia kerja,” ujar Mirah dalam keterangan tertulis, Selasa (21/4/2026).

Jurang Upah Masih Terjadi

Data dari Badan Pusat Statistik menunjukkan kesenjangan upah masih nyata. Pekerja perempuan rata-rata menerima upah 20 hingga 25 persen lebih rendah dibandingkan laki-laki untuk pekerjaan yang sama.

ASPIRASI menilai kondisi ini mencerminkan diskriminasi ekonomi yang masih mengakar. Banyak perusahaan belum memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan untuk berkembang dan menempati posisi strategis.

Ini Belum Selesai

Mentan Tantang Kampus Wujudkan Swasembada Pangan

Harley, Valas, dan Uang Rp145 Miliar: Jejak Korupsi Silmy Karim

Padahal, perempuan berperan besar dalam berbagai sektor ekonomi. Mereka bekerja di industri padat karya, layanan kesehatan, hingga sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Namun kontribusi tersebut belum diiringi perlindungan dan pengakuan yang setara.

“Kontribusi besar ini belum diiringi dengan perlindungan, pengakuan, dan kesempatan yang setara,” tegas Mirah.

Selain itu, banyak pekerja perempuan bekerja di sektor informal yang minim jaminan sosial serta perlindungan kerja.

Ancaman Kekerasan Seksual di Tempat Kerja

Selain persoalan kesejahteraan, pekerja perempuan juga menghadapi ancaman serius terhadap keamanan diri di lingkungan kerja.

Data dari Komnas Perempuan mencatat lebih dari 3.000 laporan kekerasan seksual dalam satu tahun terakhir. Sekitar 30 persen kasus terjadi di tempat kerja.

ASPIRASI menilai angka tersebut hanya sebagian kecil dari kasus yang sebenarnya terjadi. Banyak korban memilih diam karena takut kehilangan pekerjaan atau menghadapi tekanan dari lingkungan kerja.

Organisasi ini juga menyoroti lemahnya penerapan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual di tingkat perusahaan. Padahal regulasi tersebut seharusnya menjadi payung perlindungan bagi pekerja perempuan.

Representasi Perempuan Masih Terbatas

Keterlibatan perempuan dalam organisasi buruh juga masih rendah. Data lapangan menunjukkan perempuan mengisi kurang dari 30 persen posisi pengurus serikat pekerja.

Kondisi ini membuat perspektif gender sering tidak muncul dalam perundingan perjanjian kerja bersama antara serikat pekerja dan pengusaha.

ASPIRASI menilai peningkatan partisipasi perempuan dalam kepemimpinan organisasi buruh menjadi langkah penting untuk memperkuat perjuangan hak-hak pekerja perempuan.

Momentum Kartini untuk Perubahan Nyata

Dalam momentum Hari Kartini tahun ini, ASPIRASI mendesak pemerintah dan dunia usaha mengambil langkah nyata. Organisasi ini meminta penegakan hukum yang lebih tegas terhadap praktik diskriminasi upah serta memastikan tempat kerja menjadi ruang yang aman bagi perempuan.

Mirah menegaskan bahwa semangat perjuangan Kartini tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan.

“Habis Gelap, Terbitlah Terang. Terang itu harus diwujudkan dalam keadilan bagi seluruh pekerja dan buruh perempuan,” pungkasnya. @dimas

Tags: emansipasi perempuanHari KartiniKeadilan GenderKesetaraan Gender

Kamu Melewatkan Ini

Ketika Perempuan Kehilangan Dunia: Sejarah Lahirnya Patriarki

Ketika Perempuan Kehilangan Dunia: Sejarah Lahirnya Patriarki

by dimas
Mei 30, 2026

Ketika Perempuan Kehilangan Dunia: Sejarah lahirnya patriarki menunjukkan bahwa penindasan perempuan bukan takdir, melainkan hasil perubahan sosial dan kekuasaan. Tabooo.id...

Menstruasi Bukan Aib, Tapi Kenapa Diperlakukan Seperti Rahasia?

Menstruasi Bukan Aib, Tapi Kenapa Diperlakukan Seperti Rahasia?

by dimas
Mei 29, 2026

Menstruasi dialami jutaan perempuan setiap bulan. Namun mengapa stigma, rasa malu, dan ketimpangan akses masih terus mengikutinya? Tabooo.id - Seorang...

Patriarki Tidak Pernah Pergi: Ia Hidup di Balik Tradisi yang Dianggap Normal

Patriarki Tidak Pernah Pergi: Ia Hidup di Balik Tradisi yang Dianggap Normal

by dimas
Mei 25, 2026

Patriarki tidak pernah pergi. Di balik budaya yang dianggap biasa, ada luka, tekanan sosial, dan ketidakadilan yang terus berulang. Tabooo.id...

Next Post
Ini Bukan Lagu Biasa: “rollerblade” no na Lagi Ubah Cara Dunia Dengar Indonesia

Ini Bukan Lagu Biasa: “rollerblade” no na Lagi Ubah Cara Dunia Dengar Indonesia

Madilog Series

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026
Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Mei 25, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id