Rabu, November 4, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ini Bukan Lagu Biasa: “rollerblade” no na Lagi Ubah Cara Dunia Dengar Indonesia

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Musik
A A
Home Culture
Kalau semua musisi berlomba jadi “global” dengan cara yang sama, no na justru mengambil risiko berbeda. Lewat “rollerblade”, mereka tidak sekadar mengejar pasar dunia mereka membawa Indonesia ke dalamnya. Pertanyaannya, dunia siap menerima itu, atau justru hanya mau versi yang sudah dipoles?

Tabooo.id: Musik – Di tengah industri yang makin seragam, no na memilih jalur yang tidak nyaman. Mereka tidak mengikuti tren sebaliknya, mereka mencoba membentuk arah baru.

Melalui 88rising, mereka merilis “rollerblade”. Lagu ini langsung terasa seperti energi klub Jakarta yang dilempar ke panggung global liar, cepat, dan tetap berakar.

Eksperimen Musik yang Berisiko

Namun, di sinilah pertaruhannya. No na tidak bermain aman. Mereka mencampur reggaeton dengan dangdut dan gamelan. Di satu sisi, kombinasi ini terasa segar. Di sisi lain, risikonya jelas: bisa terdengar terlalu padat.

Meski begitu, justru di titik ini keberanian mereka terlihat. Alih-alih menghapus identitas lokal, mereka justru menonjolkannya. Bahkan, mereka memperbanyak lirik bahasa Indonesia. Dengan begitu, lagu ini tidak hanya global ini juga pernyataan identitas.

Di Balik Produksi Global

Untuk produksi, no na menggandeng Andrés Rebellón. Ia merancang aransemen yang dinamis dan tajam.

Ini Belum Selesai

Sembilan Dewa Gitar di Panggung Guns N’ Roses: Rock Indonesia Bukan Sekadar Nostalgia

Tesla Pamerkan Mobil Terbang, Benarkah Siap Meluncur pada 2028?

Hasilnya terasa jelas. Beat bergerak cepat, sementara vokal mengalir fleksibel. Selain itu, perpindahan antara bahasa Inggris dan Indonesia terasa mulus, bukan sekadar tempelan.

Visual Ambisius, Bukan Sekadar Estetika

Sementara itu, visualnya ikut memperkuat cerita.

Fa & Fon menyutradarai music video dengan konsep break the fourth wall. Akibatnya, penonton tidak hanya menonton—mereka ikut masuk ke dunia no na.

Di sisi lain, Sienna Lalau merancang koreografi dengan presisi tinggi. Ia pernah bekerja dengan Justin Bieber dan BTS. Karena itu, standar performa mereka terasa global sejak awal.

Dari Viral ke Valid

Sejak debut 2025, no na terus melaju. Mereka mengumpulkan hampir setengah miliar streams dan views.

Namun, angka bukan inti cerita. Sebaliknya, arah musik mereka jauh lebih penting.

Mereka tampil di Head In The Clouds di Amerika. Selain itu, mereka juga menyiapkan album pertama. Dengan kata lain, mereka sedang membangun fondasi jangka panjang.

Global, Tapi Siapa yang Berubah?

Lalu, pertanyaan besarnya muncul.

Apakah dunia siap menerima Indonesia apa adanya? Atau justru hanya menerima versi yang sudah dipoles global?

Karena pada akhirnya, ini bukan sekadar lagu baru. Ini eksperimen identitas.

Dan jika langkah ini berhasil, no na tidak hanya menembus pasar global mereka bisa mengubah cara dunia melihat musik Indonesia.@eko

Tags: musik indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Guruh Soekarnoputra: Anak Bung Karno yang Memilih Panggung Seni

Guruh Soekarnoputra: Anak Bung Karno yang Memilih Panggung Seni

by teguh
September 26, 2026

Guruh Soekarnoputra wafat pada Sabtu, 26/09/2026, pukul 04.16 WIB. Putra bungsu Soekarno itu meninggal pada usia 73 tahun di MRCCC...

Guruh Soekarnoputra Wafat, Panggung Seni Berduka

Guruh Soekarnoputra Wafat, Panggung Seni Berduka

by teguh
September 26, 2026

Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh yang hidup di dua panggung sekaligus seni dan politik. Guruh Soekarnoputra meninggal dunia pada...

Kantata Takwa, Bento, Bongkar: Ketika Kritik Lama Bertemu Elite Masa Kini

Kantata Takwa, Bento, Bongkar: Ketika Kritik Lama Bertemu Elite Masa Kini

by teguh
Juni 21, 2026

Malam itu, Stadion Utama Gelora Bung Karno tidak hanya menjadi lokasi konser Kantata Takwa. Lebih dari seratus ribu orang memenuhi...

Next Post
Selat Hormuz Memanas, Mampukah Diplomasi Indonesia Selamatkan Kapal Pertamina?

Selat Hormuz Memanas, Mampukah Diplomasi Indonesia Selamatkan Kapal Pertamina?

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id