Sabtu, Juni 6, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Anak Lolos Kampus, Dompet Menangis: Alumni Menjaga Mimpi Siswa Pamekasan

by teguh
April 21, 2026
in Life
A A
Home Life
Share on FacebookShare on Twitter
Selasa, 21/04/2026, kabar baik datang dari SMA Negeri 2 Pamekasan. Sebanyak 76 siswa lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Namun, di balik sorak gembira itu, banyak keluarga langsung menghitung biaya daftar ulang, uang kos, dan kebutuhan hidup anak mereka. Masuk kampus memang membanggakan. Tetapi bagi keluarga sederhana, langkah berikutnya sering terasa jauh lebih berat.

Tabooo.id: Life – Kepala sekolah, Moh Arifin, memastikan siswa kurang mampu tetap melanjutkan pendidikan. Karena itu, pihak sekolah bergerak cepat dan menghubungi para alumni.

“Kami sudah berkoordinasi dengan alumni. Semua siswa miskin biaya kuliahnya akan dibantu alumni,” ujar Arifin, Selasa (21/04/2026).

Ia menegaskan sekolah tidak akan membiarkan siswa berhenti kuliah karena masalah biaya.

“Jangan sampai ada siswa putus pendidikannya akibat tidak punya biaya. Kami akan bantu secara kelembagaan.”

Langkah ini menunjukkan satu hal penting saat masalah datang, solidaritas bisa bergerak lebih cepat daripada birokrasi.

76 Siswa Lolos, Tapi Tidak Semua Berangkat dengan Tenang

Sekolah kini mendata kondisi ekonomi seluruh siswa yang lolos SNBP. Sejauh ini, sekolah menemukan tiga siswa dari keluarga kurang mampu, meski orang tua mereka masih berjuang menanggung biaya.

Sementara itu, pada 2025 lalu, sekolah mencatat 28 siswa lolos SNBP. Saat itu, alumni memberi bantuan sekitar Rp10 juta per tahun kepada siswa yang membutuhkan.

Ini Belum Selesai

“Jangan Buang Ibu”: Saat Rindu Tak Lagi Punya Waktu

Moral Self-Licensing: Kebaikan yang Berubah Jadi Alasan

Artinya, gerakan ini bukan aksi sesaat. Sebaliknya, alumni terus menjaga tradisi gotong royong dari tahun ke tahun.

Biaya Kuliah Sering Menjadi Tembok Kedua

Masuk perguruan tinggi hanyalah pintu pertama. Setelah itu, banyak keluarga harus menghadapi tembok kedua biaya hidup.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pengeluaran pendidikan masih menjadi beban penting bagi banyak rumah tangga Indonesia. Karena itu, banyak siswa mampu lolos seleksi, tetapi tidak semua mampu bertahan.

Pakar pendidikan Prof. Dr. Arief Rachman pernah menegaskan:

“Masalah pendidikan kita bukan hanya kesempatan masuk, tetapi kemampuan menyelesaikan.”

Kalimat itu terasa nyata di Pamekasan. Sebab, lolos seleksi hanyalah awal, bukan garis akhir.

Mimpi Anak Muda Tidak Boleh Kalah oleh Tagihan

Banyak siswa dari keluarga sederhana membawa harapan besar ke kampus. Mereka ingin mengangkat ekonomi keluarga, membanggakan orang tua, dan memutus rantai kemiskinan.

Namun, ketika biaya datang, semangat sering goyah. Karena itu, dukungan kecil bisa memberi tenaga besar.

Budayawan Emha Ainun Nadjib pernah menyampaikan bahwa pendidikan membuka jalan kemerdekaan manusia dari keterbatasan.

Di Pamekasan, para alumni tidak sekadar memberi uang. Mereka menjaga jalan itu tetap terbuka.

Ini Bukan Sekadar Bantuan, Ini Tanggung Jawab Sosial

Ketika alumni bergerak, mereka sedang mengirim pesan kuat anak pintar dari keluarga miskin tidak boleh berjalan sendirian.

Selain itu, mereka juga membuktikan bahwa kepedulian sosial masih hidup. Di tengah banyak janji besar, tindakan nyata justru sering lahir dari komunitas kecil.

Pamekasan memberi contoh sederhana. Kadang perubahan tidak lahir dari pidato panjang, melainkan dari orang-orang yang ingat asal usulnya.

Closing

Hari ini 76 siswa lolos kampus. Besok mereka membawa harapan keluarga masing-masing. Lalu pertanyaannya sederhana berapa banyak mimpi lain di luar sana yang masih tertahan hanya karena biaya?. @teguh

Tags: BirokrasiBPSBudayawanDompetEkonomi IndonesiaHarapanKeluargaKepedulianKondisiMimpiPakarPendidikanSMAN 2 PamekasanSNBPSolidaritasSosial

Kamu Melewatkan Ini

Rupiah Rp15 Ribu: Target Berani atau Cara Halus Menenangkan Pasar?

Katanya Rupiah Mau ke Rp15.000, Kok Malah Nyasar ke Rp18.000?

by dimas
Juni 5, 2026

Pemerintah menargetkan rupiah kembali ke Rp15.000 per dolar AS. Namun pasar justru mendorongnya tembus Rp18.000. Salah strategi atau krisis kepercayaan?...

Ketika Negara Sibuk Memungut, Siapa yang Menjaga Dunia Usaha?

Ketika Negara Sibuk Memungut, Siapa yang Menjaga Dunia Usaha?

by dimas
Juni 3, 2026

Ketika Negara Sibuk Memungut, Siapa yang Menjaga Dunia Usaha? Revisi aturan pajak UMKM memunculkan pertanyaan: mengejar penerimaan negara atau menjaga...

Prabowonomics: Kedaulatan atau Taruhan Besar Ekonomi Indonesia?

Prabowonomics: Kedaulatan atau Taruhan Besar Ekonomi Indonesia?

by dimas
Juni 2, 2026

Prabowonomics menawarkan peran negara yang lebih kuat dalam ekonomi. Apakah ini jalan menuju kedaulatan nasional atau taruhan besar bagi masa...

Next Post
Refleksi Hari Kartini: Kita Merayakan, Tapi Sudahkah Kita Melanjutkan?

Refleksi Hari Kartini: Kita Merayakan, Tapi Sudahkah Kita Melanjutkan?

Madilog Series

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026
Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Mei 25, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id