Kamis, Juli 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ditahan Vietnam, Indonesia Kehilangan Tiket Semifinal

by teguh
April 20, 2026
in Reality, Sports
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
Satu poin yang terlihat kecil ternyata membawa luka besar. Timnas U17 Indonesia gagal melangkah ke semifinal ASEAN U17 Boys Championship 2026 setelah bermain imbang 0-0 melawan Vietnam di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Minggu (19/04/2026). Di laga hidup-mati, Garuda Asia berjuang keras, tetapi pintu berikutnya tetap tertutup.

Tabooo.id: Sports – Indonesia membutuhkan kemenangan untuk menjaga napas di turnamen ini. Namun, hasil imbang membuat skuad asuhan Kurniawan Dwi Yulianto hanya mengoleksi empat poin dan finis di posisi ketiga Grup A.

Sebaliknya, Vietnam datang dengan rencana yang matang. Mereka cukup mengambil satu poin, lalu pulang sebagai pemuncak grup dengan tujuh angka.

Ironisnya, kadang sepak bola tidak runtuh karena kalah. Ia runtuh karena gagal menang saat waktu paling menentukan datang.

Vietnam Menekan Sejak Awal

Sejak menit pertama, Vietnam langsung menguasai ritme pertandingan. Mereka menekan tinggi, memaksa Indonesia bertahan dalam blok rendah, dan membuat aliran bola Garuda Asia terputus.

Dua peluang emas pun lahir cepat. Salah satunya datang dari Nguyen Ngoc Anh Hao pada menit kedelapan. Namun, kiper Abdillah Ishak tampil sigap dan menyelamatkan Indonesia dari kebobolan dini.

Ini Belum Selesai

Garmin Cirqa: Saat Smart Band Tak Lagi Butuh Layar

Sudaryono Benahi BGN, Transparansi MBG Jadi Prioritas

“Penjaga gawang besar hadir di momen besar,” kata Gianluigi Buffon dalam wawancara UEFA, 15/06/2023. Abdillah menunjukkan makna kalimat itu.

Tanpa reaksinya, malam ini mungkin berakhir jauh lebih pahit.

Indonesia Bangun Perlahan

Setelah melewati tekanan awal, Indonesia mulai menemukan ritme. Memasuki menit ke-30, tempo Vietnam menurun dan Garuda Asia mulai berani keluar menyerang.

Chico Jericho sempat menciptakan ancaman lewat bola yang mengarah ke gawang. Tetapi, kiper Xuan Hoa Ly masih terlalu tenang untuk ditaklukkan.

Masalahnya, keberanian menyerang belum berubah menjadi peluang bersih. Indonesia hadir di area lawan, tetapi belum benar-benar mengguncang.

“Penguasaan wilayah belum tentu penguasaan pertandingan,” ujar Arsene Wenger dalam forum FIFA Technical Study Group, 21/11/2022.

Babak Kedua: Harapan Muncul, Lalu Menguap

Memasuki babak kedua, duel berjalan lebih seimbang. Indonesia tampil lebih rapi dan lebih berani menekan. Vietnam masih menguasai bola, tetapi tidak lagi seagresif babak pertama.

Momentum terbaik Indonesia datang pada menit ke-63. Girly Andrade melepaskan tembakan jarak jauh yang melayang tipis di atas mistar.

Stadion sempat menahan napas. Harapan sempat naik. Tetapi sepak bola tak pernah memberi hadiah untuk peluang nyaris jadi gol.

Setelah itu, Vietnam menurunkan tempo. Mereka tahu hasil imbang cukup untuk lolos. Indonesia terus mendorong, namun pertahanan lawan tetap disiplin.

Pelajaran Pahit untuk Garuda Asia

Di menit-menit akhir, Indonesia menyerang dengan tenaga terakhir. Vietnam bertahan dengan kepala dingin. Kedua kiper tampil penting sampai peluit panjang berbunyi.

Kurniawan Dwi Yulianto pernah mengatakan, “Pemain muda harus belajar menang, tetapi juga harus belajar bangkit saat gagal” (agenda pembinaan usia muda, 12/08/2024).

Kalimat itu kini terasa sangat dekat.

Ini Bukan Sekadar Tersingkir

Indonesia memang tersingkir. Itu fakta. Namun, cerita besarnya bukan hanya soal hasil. Cerita besarnya adalah tentang tim muda yang punya semangat, tetapi masih perlu ketajaman, ketenangan, dan kematangan saat laga menentukan datang.

Turnamen ini selesai. Tetapi pekerjaan rumah baru saja dimulai.

Sebab di level muda, kekalahan bukan akhir. Kekalahan adalah cermin. Dan malam ini, cermin itu memantulkan banyak hal. @teguh

Tags: AsiaGarudaNasionalPosisiSemifinalSidoarjoStadion

Kamu Melewatkan Ini

Nama Jampidsus Disebut, Febrie Pertanyakan Kaitannya dengan Blackout PLN

Nama Jampidsus Disebut, Febrie Pertanyakan Kaitannya dengan Blackout PLN

by Tabooo
Juli 11, 2026

Nama Jampidsus Febrie Adriansyah ikut disebut dalam pusaran pengusutan dugaan korupsi BUMN. Ia mempertanyakan kaitannya dengan kasus blackout PLN yang...

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

Next Post
EPA U-20 Ricuh: Akademi Mencetak Talenta, Tapi Gagal Mengendalikan Emosi

EPA U-20 Ricuh: Akademi Mencetak Talenta, Tapi Gagal Mengendalikan Emosi

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id