Tabooo.id: Nasional – Dunia film Indonesia kembali berduka. Sutradara Nayato Fio Nuala meninggal dunia pada Sabtu, 18/04/2025. Artis Raffi Ahmad pertama kali membagikan kabar itu lewat akun Instagram pribadinya.
“Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Nayato Fio Nuala.”
Kabar tersebut langsung menyebar luas. Banyak orang mengenal Nayato sebagai sutradara produktif yang mewarnai perfilman Indonesia sejak awal 2000-an.
Sosok yang Membuka Jalan Banyak Karier
Raffi Ahmad mengenang Nayato sebagai orang pertama yang mengajaknya masuk ke dunia hiburan saat ia masih berusia 13 tahun.
“Beliau adalah sosok sutradara yang pertama kali mengajak saya masuk ke dunia entertainment sinetron/film, saat saya masih berusia 13 tahun.”
Raffi juga menegaskan bahwa ia belajar banyak hal dari almarhum.
“Sosok yang bukan hanya membuka jalan, tapi juga memberi makna dalam perjalanan hidup saya.”
Di industri hiburan, kepercayaan pertama sering menentukan masa depan seseorang. Nayato memberi kesempatan itu kepada banyak talenta muda.
Sutradara dengan Banyak Nama dan Banyak Karya
Semasa hidup, Nayato memakai beberapa nama lain seperti Koya Pagayo, Ian Nguyen Lampa, dan Pingkan Utari. Identitas itu melekat kuat dalam perjalanan kariernya.
Ia memulai debut layar lebar lewat film The Soul pada 2002. Setelah itu, ia terus melahirkan karya dalam tempo cepat.
Beberapa film terkenalnya antara lain:
- Ekskul
- Cinta Pertama
- Ada Hantu di Sekolah
- Me Vs High Heels
- Hantu Perawan Jeruk Purut
- Gaby dan Lagunya
Pada era 2000-an, namanya rutin hadir dalam genre remaja, horor, dan drama populer.
Industri Kehilangan Pekerja Keras
Kritikus film Hikmat Darmawan pernah menyampaikan dalam diskusi perfilman pada Juni 2018 bahwa industri film bertahan karena kerja banyak orang di balik layar.
“Industri ini bertahan bukan hanya karena bintang besar, tapi karena orang-orang yang terus bekerja membuat film hadir.”
Kalimat itu menggambarkan Nayato dengan tepat. Ia terus bekerja, terus memproduksi cerita, dan terus menjaga denyut industri.
Sutradara Joko Anwar juga pernah menegaskan dalam Festival Film Indonesia 2021 bahwa generasi baru tumbuh dari kerja keras generasi sebelumnya.
“Setiap generasi berdiri di atas kerja keras generasi sebelumnya.”
Keluarga Belum Memberi Keterangan Resmi
Hingga berita ini tayang, pihak keluarga belum memberi penjelasan resmi terkait penyebab meninggalnya Nayato. Keluarga menyemayamkan jenazah di Rumah Duka Boen Tek Bio, Karawaci Ilir, Tangerang.
Bukan Sekadar Kabar Duka
Kepergian Nayato bukan sekadar kabar duka. Dunia hiburan kehilangan sosok pekerja keras yang ikut membentuk wajah film populer Indonesia.
Penonton mungkin lebih sering mengingat aktor di depan layar. Namun, banyak cerita besar lahir dari tangan sutradara di belakang kamera.
Hari ini, salah satu tangan itu berhenti berkarya. @teguh






