Kamis, Juni 11, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kapolri Melayat Raja Solo: Hormat Terakhir untuk Sang Penjaga Tradisi

by sigit
November 4, 2025
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter


Tabooo.id: Nasional – Keraton Solo sore ini diselimuti suasana duka dan kehormatan. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo datang memberi penghormatan terakhir kepada Sinuhun Paku Buwono XIII sosok yang bukan sekadar raja, tapi simbol napas budaya Jawa yang kini berpulang.


Sekitar pukul 17.00 WIB, iring-iringan mobil Kapolri melintas pelan di depan Kori Kamandungan. Didampingi Kapolda Jawa Tengah Irjen Ribut Hari Wibowo, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, dan Kapolres Solo Kombes Catur Cahyono, Listyo memasuki Keraton dengan langkah tenang. Di dalam, keluarga besar Keraton menyambutnya dengan penuh hormat.

Kapolri langsung menuju Sasono Parasdya, tempat jenazah PB XIII disemayamkan. Ia berdoa khusyuk di depan peti sang raja, kemudian menundukkan kepala sebuah gestur sederhana namun sarat makna. “Kami mengucapkan turut berduka cita atas wafatnya almarhum Sinuwun Paku Buwono XIII,” ujar Listyo.

Tak lama setelah itu, Kapolri melakukan pertemuan tertutup bersama GKR Paku Buwono XIII dan KGPAA Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram. Pertemuan itu membahas pengamanan prosesi pemakaman yang akan melibatkan ribuan masyarakat dan ritual budaya Jawa. “Kegiatan prosesi ini akan banyak melibatkan masyarakat, ada ritual budayanya, tentunya perlu ada kehadiran Polri,” jelas Listyo.

Kapolri Melayat Raja Solo: Hormat Terakhir untuk Sang Penjaga Tradisi

Kapolri Listyo Sigit Prabowo berbincang sejenak setelah melakukan pertemuan tertutup bersama KGPAA Hamangkunagoro di dampingi Keluarga Besar dan Sentono Dalem

Ini Belum Selesai

Harga Pertamax Melonjak, Dompet Rakyat Kian Tercekik

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Polri, katanya, siap mengawal setiap tahapan agar penghormatan terakhir bagi PB XIII berjalan khidmat dan aman. “Kami juga melaksanakan rangkaian pengamanan dari awal sampai selesai,” tambahnya.


Bagi masyarakat, kepergian PB XIII bukan hanya kabar duka bagi Keraton, tapi kehilangan simbol kontinuitas budaya yang menyatukan masa lalu dan masa kini. Di tengah hiruk-pikuk zaman digital, kehadiran Kapolri di upacara adat ini seolah mengingatkan: negara dan budaya tidak boleh saling jauh.


Karena duka Keraton Solo bukan sekadar upacara tradisional ia cermin dari bagaimana bangsa ini menghormati akar budayanya. Di balik seragam dan protokol negara, masih ada ruang untuk penghormatan dan nilai-nilai yang tak lekang dimakan waktu.


Mungkin, di tengah gegap gempita modernitas, kita semua butuh sejenak belajar: bagaimana cara menundukkan kepala, bukan hanya karena kehilangan, tapi karena rasa hormat. (Sigit)

Tags: KapolriKGPAA HamangkunagorokratonPB XIIIRaja SoloSurakarta

Kamu Melewatkan Ini

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

UU Polri Baru: Reformasi, Regenerasi, atau Konsolidasi Kekuasaan?

by Tabooo
Juni 10, 2026

UU Polri baru tidak hanya mengubah batas usia pensiun. Aturan ini juga membuka pertanyaan besar soal regenerasi, kewenangan digital, ruang...

Dua Kirab Malam 1 Suro, Keraton Surakarta Masuk Zona Rawan?

Dua Kirab Malam 1 Suro, Keraton Surakarta Masuk Zona Rawan?

by Tabooo
Juni 9, 2026

Dua Kirab Malam 1 Suro di Keraton Surakarta disebut berpotensi digelar pada tanggal yang sama. Situasi ini memicu kekhawatiran karena...

Anti-Swapraja: Ketika Feodalisme Dianggap Musuh

Anti-Swapraja: Ketika Feodalisme Dianggap Musuh

by Tabooo
Mei 29, 2026

Gerakan anti swapraja Surakarta bukan sekadar penolakan terhadap keraton. Ia lahir dari benturan Republik, feodalisme, ketimpangan agraria, dan kemarahan kelas...

Next Post
Belasungkawa yang Berpolitik: Tafsir di Balik Kunjungan Kapolri ke Keraton Surakarta

Di Balik Belasungkawa: Pertemuan Tertutup Kapolri dan Gubernur di Keraton Surakarta

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id