Senin, April 20, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Pendidikan Perempuan di Era Roehana Koeddoes: Kenapa Sistem Takut?

April 17, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Deep –Pendidikan perempuan di awal abad ke-20 banyak dilihat sebagai upaya sederhana, yaitu mengajarkan membaca dan menulis. Namun realitanya jauh lebih dalam dari itu.

Di masa kolonial, akses terhadap pengetahuan bukan sekadar fasilitas, tetapi alat kontrol sosial. Pihak yang memahami informasi memiliki kuasa, sementara yang tidak memahami akan terus bergantung.

Pada masa itu, sistem secara sengaja menempatkan perempuan di luar akses pengetahuan formal. Sistem juga membentuk mereka untuk patuh, bukan untuk berpikir.

Ketika Roehana Koeddoes mulai mengajar, ia tidak hanya membuka kelas. Ia membuka akses terhadap cara memahami realitas.

Dan di titik itu, pendidikan berubah menjadi ancaman.

BacaJuga

Ketika Keyakinan Tidak Pernah Diuji: Apakah Itu Masih Kebenaran? – Madilog Series #1.4

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

1900–1910: Ketika Pengetahuan Mulai Bocor dari Sistem

Awal abad ke-20 menjadi fase krusial dalam perubahan sosial di Hindia Belanda. Pendidikan mulai berkembang, tetapi tetap terbatas pada kelompok tertentu, terutama laki-laki dan elite.

Roehana melihat celah. Ia tidak menunggu sistem berubah, tapi justru menciptakan jalurnya sendiri melalui pendidikan informal. Ia mengajarkan perempuan membaca surat kabar, memahami informasi, dan berdiskusi.

Hal ini terdengar sederhana, tetapi dampaknya sangat besar. Perempuan yang sebelumnya hanya menerima realitas, kini mulai mempertanyakan.

Dari sini, pengetahuan mulai “bocor” dari sistem yang selama ini tertutup.

1911: Kerajinan Amai Setia — Sekolah atau Blueprint Perlawanan?

Pada tahun 1911, Roehana mendirikan Kerajinan Amai Setia (KAS) di Koto Gadang. Secara formal, ini adalah sekolah keterampilan perempuan.

Namun jika dilihat lebih dalam, KAS adalah sistem pendidikan alternatif.

Di sana, Roehana tidak hanya mengajarkan perempuan menjahit atau menyulam. Ia juga mengajarkan mereka membaca situasi, mengelola hasil kerja, dan memahami nilai ekonomi.

Artinya, mereka tidak hanya menjadi “terampil”, tetapi juga mandiri secara finansial. Dan ketika seseorang mandiri secara ekonomi, ia mulai memiliki pilihan.


Pengetahuan Mendorong Kemandirian. Kemandirian Melemahkan Kontrol

Perubahan tidak terjadi secara instan. Namun pola mulai terlihat dengan jelas.

Perempuan yang belajar membaca, mulai memahami informasi. Alhasil, mereka pun mulai berpikir kritis. Karena meraka mampu berpikir kritis, akhirnya mulai bisa mengambil keputusan sendiri.

Dan dari situ, struktur lama mulai retak.

Sistem sosial tradisional bergantung pada ketidakseimbangan informasi. Selama satu pihak tidak tahu, pihak lain bisa mengatur.

Namun ketika pengetahuan menyebar, kontrol menjadi tidak stabil. Inilah titik di mana sistem mulai merasa terancam.

Tidak Ada Revolusi, Tapi Ada Pergeseran Kekuasaan

Tidak ada demonstrasi besar ataupun konflik terbuka.

Namun perubahan tetap terjadi. Dan justru lebih berbahaya karena tidak terlihat.

Perempuan mulai mengambil peran dalam ekonomi keluarga. Mereka mulai berpendapat dalam ruang sosial. Mereka pun mulai memiliki suara.

Perubahan ini tidak langsung menghancurkan sistem lama. Namun perlahan, ia menggeser fondasinya.

Revolusi paling kuat sering terjadi tanpa suara.

Kenapa Sistem Takut? Karena Kontrol Mulai Hilang

Setiap sistem kekuasaan memiliki satu fondasi utama: kontrol. Kontrol terhadap informasi, peran sosial, dan juga terhadap cara berpikir.

Ketika perempuan mulai belajar, ketiga kontrol itu mulai goyah. Mereka tidak lagi menerima narasi begitu saja. Mereka pun mulai menguji, membandingkan, dan mempertanyakan.

Dan di titik itu, kekuasaan tidak lagi absolut. Sistem tidak takut pada pendidika, tapi takut pada kesadaran.

Pola yang Masih Terjadi Hingga Saat Ini

Apa yang dilakukan Roehana bukan hanya relevan di masanya. Pola yang sama masih terjadi hari ini.

Akses terhadap informasi masih menjadi alat kekuasaan. Perbedaan hanya terletak pada bentuknya.

Dulu, akses dibatasi secara fisik. Sekarang, akses dibanjiri informasi, tapi tidak semua membantu kamu memahami.

Dan pertanyaannya tetap sama, siapa yang benar-benar mengerti, dan siapa yang hanya menerima? @tabooo

Tags: emansipasi wanitaKerajinan Amai Setiakesadaran perempuanpendidikan perempuanperempuan belajarRoehana KoeddoesSejarah IndonesiaTabooo Deep

REKOMENDASI TABOOO

Ketika Keyakinan Tidak Pernah Diuji: Apakah Itu Masih Kebenaran? – Madilog Series #1.3

Ketika Keyakinan Tidak Pernah Diuji: Apakah Itu Masih Kebenaran? – Madilog Series #1.4

by Tabooo
April 20, 2026

Materialisme dalam Madilog memaksa semua keyakinan diuji dengan realita. Tapi pertanyaannya, apakah yang kamu percaya pernah benar-benar kamu uji?

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

by dimas
April 19, 2026

Tempat sakral sering terasa penuh misteri. Pagar putih, batu hitam, dan ritual tahunan hadir sebagai bagian dari cerita lama yang...

37% ODHIV Tak Terdeteksi: Epidemi yang Tak Pernah Benar-Benar Terlihat

37% ODHIV Tak Terdeteksi: Krisis HIV Indonesia

by Tabooo
April 19, 2026

37% ODHIV Tak Terdeteksi. Angka ini bukan sekadar statistik, tapi alarm keras tentang bagian epidemi yang tidak pernah benar-benar terlihat....

Next Post
Doom Spending: Saat Stres Dibayar Pakai Gaji Bulanan

Doom Spending: Saat Stres Dibayar Pakai Gaji Bulanan

Recommended

Kapal Dagang Diserang di Selat Hormuz, Pasokan Minyak Global Terancam

AS Kepung Pelabuhan Iran: Strategi Nuklir atau Eskalasi Konflik?

April 14, 2026
Kenapa Manusia Lebih Suka Mitos daripada Realita? – Madilog Series #1.2

Kenapa Manusia Lebih Suka Mitos daripada Realita? – Madilog Series #1.2

April 13, 2026

Popular

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

April 14, 2026

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

April 19, 2026

Labuhan Parangkusumo: Ritual Sakral atau Tradisi yang Mulai Kehilangan Makna?

April 19, 2026

Go Tik Swan: Dia Tionghoa, Tapi Jadi Jawa Sejati

April 19, 2026

Perempuan Indonesia Sudah Maju, Masih Diragukan?

April 19, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id