Sabtu, Juni 6, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pendidikan Perempuan di Era Roehana Koeddoes: Kenapa Sistem Takut?

by Tabooo
April 17, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Deep –Pendidikan perempuan di awal abad ke-20 banyak dilihat sebagai upaya sederhana, yaitu mengajarkan membaca dan menulis. Namun realitanya jauh lebih dalam dari itu.

Di masa kolonial, akses terhadap pengetahuan bukan sekadar fasilitas, tetapi alat kontrol sosial. Pihak yang memahami informasi memiliki kuasa, sementara yang tidak memahami akan terus bergantung.

Pada masa itu, sistem secara sengaja menempatkan perempuan di luar akses pengetahuan formal. Sistem juga membentuk mereka untuk patuh, bukan untuk berpikir.

Ketika Roehana Koeddoes mulai mengajar, ia tidak hanya membuka kelas. Ia membuka akses terhadap cara memahami realitas.

Dan di titik itu, pendidikan berubah menjadi ancaman.

Ini Belum Selesai

Ketika Riset Jadi Tiket Liburan ke Denmark

Pembodohan Struktural: Ketika Kemiskinan Menjadi Modal Politik

1900–1910: Ketika Pengetahuan Mulai Bocor dari Sistem

Awal abad ke-20 menjadi fase krusial dalam perubahan sosial di Hindia Belanda. Pendidikan mulai berkembang, tetapi tetap terbatas pada kelompok tertentu, terutama laki-laki dan elite.

Roehana melihat celah. Ia tidak menunggu sistem berubah, tapi justru menciptakan jalurnya sendiri melalui pendidikan informal. Ia mengajarkan perempuan membaca surat kabar, memahami informasi, dan berdiskusi.

Hal ini terdengar sederhana, tetapi dampaknya sangat besar. Perempuan yang sebelumnya hanya menerima realitas, kini mulai mempertanyakan.

Dari sini, pengetahuan mulai “bocor” dari sistem yang selama ini tertutup.

1911: Kerajinan Amai Setia — Sekolah atau Blueprint Perlawanan?

Pada tahun 1911, Roehana mendirikan Kerajinan Amai Setia (KAS) di Koto Gadang. Secara formal, ini adalah sekolah keterampilan perempuan.

Namun jika dilihat lebih dalam, KAS adalah sistem pendidikan alternatif.

Di sana, Roehana tidak hanya mengajarkan perempuan menjahit atau menyulam. Ia juga mengajarkan mereka membaca situasi, mengelola hasil kerja, dan memahami nilai ekonomi.

Artinya, mereka tidak hanya menjadi “terampil”, tetapi juga mandiri secara finansial. Dan ketika seseorang mandiri secara ekonomi, ia mulai memiliki pilihan.


Pengetahuan Mendorong Kemandirian. Kemandirian Melemahkan Kontrol

Perubahan tidak terjadi secara instan. Namun pola mulai terlihat dengan jelas.

Perempuan yang belajar membaca, mulai memahami informasi. Alhasil, mereka pun mulai berpikir kritis. Karena meraka mampu berpikir kritis, akhirnya mulai bisa mengambil keputusan sendiri.

Dan dari situ, struktur lama mulai retak.

Sistem sosial tradisional bergantung pada ketidakseimbangan informasi. Selama satu pihak tidak tahu, pihak lain bisa mengatur.

Namun ketika pengetahuan menyebar, kontrol menjadi tidak stabil. Inilah titik di mana sistem mulai merasa terancam.

Tidak Ada Revolusi, Tapi Ada Pergeseran Kekuasaan

Tidak ada demonstrasi besar ataupun konflik terbuka.

Namun perubahan tetap terjadi. Dan justru lebih berbahaya karena tidak terlihat.

Perempuan mulai mengambil peran dalam ekonomi keluarga. Mereka mulai berpendapat dalam ruang sosial. Mereka pun mulai memiliki suara.

Perubahan ini tidak langsung menghancurkan sistem lama. Namun perlahan, ia menggeser fondasinya.

Revolusi paling kuat sering terjadi tanpa suara.

Kenapa Sistem Takut? Karena Kontrol Mulai Hilang

Setiap sistem kekuasaan memiliki satu fondasi utama: kontrol. Kontrol terhadap informasi, peran sosial, dan juga terhadap cara berpikir.

Ketika perempuan mulai belajar, ketiga kontrol itu mulai goyah. Mereka tidak lagi menerima narasi begitu saja. Mereka pun mulai menguji, membandingkan, dan mempertanyakan.

Dan di titik itu, kekuasaan tidak lagi absolut. Sistem tidak takut pada pendidika, tapi takut pada kesadaran.

Pola yang Masih Terjadi Hingga Saat Ini

Apa yang dilakukan Roehana bukan hanya relevan di masanya. Pola yang sama masih terjadi hari ini.

Akses terhadap informasi masih menjadi alat kekuasaan. Perbedaan hanya terletak pada bentuknya.

Dulu, akses dibatasi secara fisik. Sekarang, akses dibanjiri informasi, tapi tidak semua membantu kamu memahami.

Dan pertanyaannya tetap sama, siapa yang benar-benar mengerti, dan siapa yang hanya menerima? @tabooo

Tags: pendidikan perempuanRoehana KoeddoesSejarah IndonesiaTabooo Deep

Kamu Melewatkan Ini

Patung Mahapatih gajah Mada: Ancaman Terbesar Bangsa Datang dari Dalam?

Patung Mahapatih gajah Mada: Ancaman Terbesar Bangsa Datang dari Dalam?

by teguh
Juni 6, 2026

Di tengah lalu lintas yang terus bergerak dan hiruk-pikuk kehidupan modern, sebuah patung Mahapatih Gajah Mada berdiri tegak di salah...

Saujana Malam dan Monumen Perahu Penjaga Sejarah Mojokerto

Saujana Malam dan Monumen Perahu Penjaga Sejarah Mojokerto

by teguh
Juni 5, 2026

Malam perlahan menyelimuti Kota Mojokerto. Sisa cahaya senja tenggelam di balik cakrawala. Lampu-lampu jalan mulai mengambil alih tugas matahari dan...

Jangan Buang Ibu: Dicintai, Tapi Tetap Ditinggalkan

Jangan Buang Ibu: Dicintai, Tapi Tetap Ditinggalkan

by Tabooo
Juni 4, 2026

Jangan Buang Ibu membaca makna ibu lewat Ristiana, sosok yang dicintai anak-anaknya, tapi tetap tersingkir oleh karier, pernikahan, trauma, dan...

Next Post
Doom Spending: Saat Stres Dibayar Pakai Gaji Bulanan

Doom Spending: Saat Stres Dibayar Pakai Gaji Bulanan

Madilog Series

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026
Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Mei 25, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id