Senin, April 20, 2026
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
tabooo.id

Banjir Solo: Air Naik 80 Cm, Warga Bertahan Sampai Kapan?

April 15, 2026
in News, Regional
A A
Home News
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Hujan deras yang turun tanpa jeda akhirnya berubah jadi bencana. Pada Selasa malam, 14 April 2026 pukul 22.00 WIB, banjir merendam delapan kelurahan di Kota Surakarta. Ini bukan sekadar genangan musiman ini sinyal yang terus datang, tapi sering diabaikan.

Kali Jenes Meluap, Permukiman Jadi Korban

Berdasarkan laporan BPBD Jawa Tengah, luapan Kali Jenes menjadi pemicu utama. Air mengalir cepat ke permukiman warga dan jalanan kota. Ketinggian air pun bervariasi, mulai dari 50 hingga 80 sentimeter.

Sekilas, angka itu terlihat biasa. Tapi bagi warga, itu berarti ruang tamu berubah jadi kolam, dan jalan pulang jadi jalur evakuasi.

Delapan Kelurahan Terdampak, Ratusan Keluarga Terpukul

Wilayah terdampak tersebar di tiga kecamatan. Di Laweyan, banjir merendam Pajang, Bumi, Panularan, dan Sondakan. Sementara itu, Pasar Kliwon terdampak di Joyosuran. Lalu, Serengan mencakup Kratonan, Tipes, dan Joyontakan.

Total 715 kepala keluarga terdampak. Dari jumlah tersebut, 109 jiwa terpaksa mengungsi. Mereka menyebar ke berbagai titik, mulai dari Masjid Al-Furqon, kawasan Pajang RW 03 dan 04, Balai Warga Totosari, hingga rumah warga dan gedung TK.

BacaJuga

Ditahan Vietnam, Indonesia Kehilangan Tiket Semifinal

Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara, Golkar Berduka Minta Publik Tak Terpancing

Mengungsi atau Bertahan: Pilihan yang Sama-sama Sulit

Sebagian warga memilih pergi demi keselamatan. Namun, sebagian lainnya tetap bertahan di rumah. Alasannya beragam menjaga harta, keterbatasan akses, atau sekadar tidak punya pilihan.

BPBD Jawa Tengah dalam keterangannya pada Rabu, 15 April 2026 pukul 03.00 WIB menyatakan, “Sebagian besar warga masih bertahan di rumah masing-masing. Penyiapan kebutuhan dasar warga terdampak dan pengungsian sebanyak 3.000 bungkus.”

Di saat yang sama, hujan masih turun dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi makin rumit karena listrik di beberapa wilayah dipadamkan demi keamanan.

Bantuan Datang, Tapi Air Belum Pergi

Upaya penanganan terus dilakukan. Mulai dari kaji cepat, evakuasi warga, hingga distribusi bantuan logistik. Namun, hingga dini hari, air di sejumlah wilayah belum juga surut.

Artinya, ini belum selesai. Ini baru fase bertahan.

Banjir Berulang: Alam yang Salah atau Kita yang Lupa?

Banjir mungkin datang dari hujan. Tapi dampaknya selalu tentang manusia.

Ketika setiap hujan deras berubah jadi ancaman, pertanyaannya bukan lagi “kapan surut?”melainkan “kenapa ini terus terjadi?”

Lalu, sampai kapan warga harus hidup dengan pola yang sama hujan, banjir, lalu lupa?. @teguh

Tags: 80 SentimeterbanjirBPBDbumiHujan DreasJoyontakanKali JenesKratonanLaweyanLogistikLuapanmalamMasjid Al-FurqonPajangPanularanPasar KliwonSerenganSoloSondakanSurakartaWarga

REKOMENDASI TABOOO

Pelaku Dihukum, Dalang Hilang: Ada Apa dengan Kasus Kekerasan Aparat?

Pelaku Dihukum, Dalang Hilang: Ada Apa dengan Kasus Kekerasan Aparat?

by dimas
April 18, 2026

Tabooo.id: Deep - Malam itu sunyi. Namun, rasa takut tidak pernah benar-benar pergi.Bagi sebagian orang, ancaman tidak datang dari gelap....

Semeru Meletus 5 Kali Pagi Ini: Abu Capai 1.200 Meter, Lumajang Siaga

Semeru Meletus 5 Kali Pagi Ini: Abu Capai 1.200 Meter, Lumajang Siaga

by teguh
April 16, 2026

Tabooo.id: Nasional - Pagi belum sepenuhnya terang di Lumajang. Namun Gunung Semeru sudah lebih dulu memberi kabar lewat letusan berulang....

Marapi Erupsi Lagi di Sumbar: Letusan 1,6 Km Picu Peringatan Waspada

Marapi Erupsi Lagi di Sumbar: Letusan 1,6 Km Picu Peringatan Waspada

by teguh
April 16, 2026

Tabooo.id: Nasional - Pagi di Sumatera Barat belum lama dimulai. Tetapi pada Kamis, 16/04/2026, langit di sekitar Gunung Marapi kembali...

Next Post
Jenang Bukan Sekadar Makanan. Ini Cara Tradisi Bertahan Diam-Diam

Jenang Bukan Sekadar Makanan. Ini Cara Tradisi Bertahan Diam-Diam

Recommended

BMKG Buka Suara: Hujan Ekstrem Jadi Pemicu Solo–Sukoharjo Tergenang

BMKG Buka Suara: Hujan Ekstrem Jadi Pemicu Solo–Sukoharjo Tergenang

April 15, 2026
Dari Chicago ke Indonesia: Apakah Buruh Benar-Benar Sudah Merdeka?

1 Mei dan Sejarah Buruh: Perjuangan yang Terus Berubah, Tapi Tak Pernah Hilang

April 18, 2026

Popular

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

Daftar Kekayaan Maidi: Ini Peta Aset Seorang Wali Kota Madiun

April 14, 2026

Cepuri Parangkusumo: Mitos, Perjanjian, atau Strategi Kekuasaan Mataram?

April 19, 2026

Labuhan Parangkusumo: Ritual Sakral atau Tradisi yang Mulai Kehilangan Makna?

April 19, 2026

Go Tik Swan: Dia Tionghoa, Tapi Jadi Jawa Sejati

April 19, 2026

Patriarki Masih Dominan: Perempuan Harus Diam atau Melawan?

April 19, 2026
tabooo.id

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap

Stay in the Loop

  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id