Sabtu, Juni 6, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Pelecehan Seksual di FHUI: Antara Penyesalan Pelaku dan Tuntutan Keadilan

by dimas
April 14, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Deep – Di ruang yang seharusnya menjadi tempat belajar hukum dan keadilan, justru muncul pertanyaan yang lebih gelap. Bagaimana mungkin 16 mahasiswa dari institusi hukum terjerat dugaan pelecehan seksual?

Kasus ini tidak lagi sekadar soal pelanggaran individu. Ia membuka batas moral yang mulai kabur di lingkungan akademik. Publik pun bertanya masihkah kampus benar-benar menjadi ruang aman?

Forum yang Memanas Sejak Malam

Sebanyak 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia hadir dalam forum terbuka bersama ratusan mahasiswa dan pihak kampus.

Forum yang berlangsung sejak Senin (13/4/2026) malam hingga Selasa dini hari itu memanas. Mahasiswa menyuarakan kecaman dan kemarahan secara langsung.

Panitia forum meminta para terduga pelaku berdiri berjejer di depan. Di hadapan publik kampus, beberapa dari mereka menyampaikan permintaan maaf secara langsung.

Ini Belum Selesai

Ketika Riset Jadi Tiket Liburan ke Denmark

Pembodohan Struktural: Ketika Kemiskinan Menjadi Modal Politik

“Saya mohon maaf dan saya sangat menyesal atas perbuatan itu. Ini akan menjadi pelajaran untuk ke depannya,” ujar salah satu mahasiswa.

Tuntutan Sanksi Menguat

Permintaan maaf tidak meredakan reaksi mahasiswa. Banyak pihak menilai langkah itu tidak cukup untuk menutup dampak dari dugaan tindakan tersebut.

Mahasiswa dan sejumlah pihak mendesak kampus menjatuhkan sanksi tegas. Mereka bahkan mendorong opsi Drop Out (DO) agar kasus serupa tidak terulang.

Tekanan publik terus meningkat. Kampus kini berada di titik krusial untuk menentukan sikap.

Bukan Sekadar Kasus, Tapi Pola

Kasus ini memunculkan pertanyaan yang lebih dalam dari sekadar siapa yang salah.

Mengapa kasus serupa terus muncul di ruang pendidikan tinggi? Apakah ini murni tindakan individu, atau ada budaya diam yang selama ini dibiarkan?

Sebagian pihak menganggap permintaan maaf sebagai penyelesaian. Namun korban dan publik menuntut keadilan yang nyata. Perbedaan ini menunjukkan celah besar dalam sistem.

Kasus ini bukan hanya tentang 16 mahasiswa. Ini tentang cara kampus merespons kekerasan seksual: tegas atau kompromistis.

Dampaknya Nyata di Lingkungan Kampus

Kasus seperti ini tidak berhenti di ruang forum. Dampaknya menyebar ke rasa aman mahasiswa lain.

Banyak korban kekerasan seksual di lingkungan pendidikan memilih diam karena takut. Di sisi lain, mahasiswa lain mulai mempertanyakan keamanan kampus.

Kepercayaan terhadap institusi pun perlahan terkikis.

Analisis Tabooo

Kita sering menyebut kasus seperti ini sebagai “insiden kampus”. Padahal, kasus ini bisa menjadi cermin dari masalah yang lebih besar: normalisasi perilaku yang melanggar batas.

Ketika kampus hanya membahas sanksi tanpa tindakan tegas, publik melihat ketidaktegasan itu sebagai sikap setengah hati.

Di titik ini, publik perlu bertanya dengan jujur apakah kita sedang membangun ruang pendidikan, atau justru membiarkan ruang yang ragu mengambil sikap?

Penutup

Kasus ini tidak hanya menguji 16 mahasiswa tersebut. Kasus ini juga menguji keberanian institusi untuk berdiri di sisi yang benar.

Pertanyaannya sederhana, tapi tajam jika kampus tidak menegakkan batas, lalu siapa lagi? @dimas

Tags: EtikaFHUIKampusKasuskekerasanKriminal & HukumMahasiswaPelecehan SeksualPendidikanSanksiSeksual

Kamu Melewatkan Ini

Revanno dan Ruang Toleransi: Saat Sekolah Agama Tak Lagi Eksklusif

Revanno dan Ruang Toleransi: Saat Sekolah Agama Tak Lagi Eksklusif

by teguh
Mei 18, 2026

Di sebuah sekolah berbasis Islam di Kota Pekalongan, seorang remaja keturunan Tionghoa beragama Katolik justru menemukan ruang yang membuatnya bertumbuh....

Kenapa Murid Kritis Sering Dianggap Membangkang?

Kenapa Murid Kritis Sering Dianggap Membangkang?

by eko
Mei 16, 2026

Murid kritis sering jadi masalah di ruang kelas yang terlalu terbiasa dengan kepatuhan. Saat mereka bertanya terlalu jauh, menggugat logika...

Nyaris Kehilangan Arah, Kini Peluang Revanno Magang ke Jepang

Nyaris Kehilangan Arah, Kini Peluang Revanno Magang ke Jepang

by teguh
Mei 16, 2026

Revanno Adrian Prasetyo pernah kehilangan arah. Saat SMP, semangat belajarnya meredup. Ia lebih sering diam, sulit percaya diri, dan memilih...

Next Post
Kasus Pelecehan Verbal FHUI: Maaf Sudah Disampaikan, Tapi Apa Cukup?

Kasus Pelecehan Verbal FHUI: Maaf Sudah Disampaikan, Tapi Apa Cukup?

Madilog Series

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026
Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Timeline Sejarah: Semua Perubahan Besar Selalu Dimulai dari Benturan – Madilog Series #2.4

Mei 25, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id