Rabu, Juli 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Profil Wali Kota Madiun Maidi: Karier Panjang, Berujung OTT

by Tabooo
Mei 11, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality Regional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Maidi paham sistem dari dalam. Tapi justru di situlah semuanya mulai runtuh Dari guru, birokrat, hingga pucuk kekuasaan, lalu jatuh di titik yang sama, kekuasaan itu sendiri.

Selama menjabat sebagai Wali Kota Madiun, semua orang melihat hasil kerja Maidi. Kota dibangun, proyek berjalan, namanya dipuji tinggi. Sayangnya, jarang yang benar-benar melihat proses di baliknya.

Dari Guru ke Birokrat

Maidi tidak muncul tiba-tiba di panggung kekuasaan. Ia memulai dari profesi sebagai guru Geografi.

Namun, tidak berhenti di situ. Kemudian, posisinya naik menjadi Kepala SMAN 2 Madiun, lalu masuk ke struktur pemerintahan.

Di titik ini, arah hidupnya berubah. Maidi tidak lagi hanya mengajar, tapi mulai memahami bagaimana sistem bekerja dari dalam.

Ini Belum Selesai

Modus Miras Gelasan Terbongkar di Solo

OTT KPK: Bupati Lombok Barat Terseret Korupsi Rp9,06 Miliar

Masuk ke Inti Kekuasaan

Kariernya terus melejit. Maidi menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, lalu Kepala Dinas Pendapatan Daerah.

Namun, tak bisa dipungkiri, yang paling menentukan langkahnya adalah saat ia menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun selama hampir sembilan tahun.

Posisi ini bukan sekadar jabatan administratif. Sekretaris Daerah adalah pusat kendali birokrasi.

Semua aliran anggaran, kebijakan, dan keputusan strategis melewati posisi ini. Dan Maidi ada di tengahnya.

Dari Birokrat Menjadi Wali Kota

Setelah memahami sistem, Maidi pun melangkah masuk ke dunia politik. Ia maju sebagai Wali Kota dan berhasil menang.

Ia memimpin periode 2019–2024. Kemudian, ia kembali terpilih untuk periode kedua 2025–2030.

Publik melihat Maidi sebagai pemimpin berpengalaman. Ia punya rekam jejak panjang dan gelar akademik lengkap.

Maidi dipandang seperti sosok yang “paling siap” memimpin Kota Madiun.

Citra, Kekayaan, dan Kekuasaan

Dalam laporan LHKPN 2025, kekayaannya mencapai sekitar Rp16,97 miliar. Sebagian besar berupa aset tanah dan bangunan.

Tentu saja, ini memperkuat citranya sebagai pejabat mapan. Namun di sisi lain, angka ini juga memunculkan pertanyaan, apakah semua itu murni hasil kerja, atau ada cerita lain di baliknya?

Titik Jatuh: OTT KPK

Semua berubah pada 19 Januari 2026. KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Maidi.

Statusnya sebagai wali kota aktif membuat kasus ini langsung mengguncang publik. Seorang birokrat senior yang memahami sistem justru terjerat oleh sistem itu sendiri.

Ironisnya, ini bukan pertama kalinya. Ia menjadi wali kota ketiga di Madiun yang terseret kasus korupsi.

Bukan Sekadar Cerita Maidi

Ini bukan sekadar cerita jatuhnya seorang Maidi, Karena bagaimanapun juga, ini adalah pola yang terus berulang.

Semakin lama seseorang berada dalam sistem, semakin ia memahami celahnya. Dan di titik tertentu, celah itu berubah jadi kekuasaan.

Masalahnya, kekuasaan tanpa kontrol hampir selalu berakhir sama.

Dan permasalahan-permasalahan “biasa” semacam ini, sebenarnya berdampak buat kamu.

Anggaran publik bisa tidak berjalan maksimal. Program yang seharusnya kamu rasakan jadi tidak sampai.

Namun yang lebih dalam, kepercayaan kamu ikut terkikis. Dan ketika kepercayaan hilang, sistem kehilangan fondasinya.


Masalahnya Bukan Hanya Maidi.

Masalahnya bukan hanya Maidi, tetapi juga pada sistem yang memberi ruang terlalu besar tanpa pengawasan kuat.

Ironisnya, orang yang paling paham sistem justru punya peluang terbesar untuk menyalahgunakannya.

Semakin berpengalaman seseorang di dalam sistem, semakin besar risikonya menjadi bagian dari masalah.

Maidi memulai dari bawah. Ia naik perlahan, memahami sistem, lalu memimpin kota.

Namun akhirnya, ia jatuh di titik yang sama, kekuasaan.

Sekarang pertanyaannya bukan lagi tentang dia. Tapi tentang kita semua.

Kalau pola ini terus berulang, siapa berikutnya? @tabooo

Tags: Korupsi di IndonesiaKPKkpk Kota MadiunmadiunMaidiOTT KPK

Kamu Melewatkan Ini

KPK Tahan Bupati Lombok Barat, Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar

OTT KPK: Bupati Lombok Barat Terseret Korupsi Rp9,06 Miliar

by dimas
Juli 21, 2026

KPK menahan Bupati Lombok Barat bersama dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang, suap, dan gratifikasi. Penyidik menyita barang...

KPK: Kepala Daerah Berganti, Mengapa Pola Korupsinya Tetap Sama?

KPK: Kepala Daerah Berganti, Mengapa Pola Korupsinya Tetap Sama?

by teguh
Juli 21, 2026

Operasi Tangkap Tangan Terus Berjalan, Tetapi Mesin Korupsi Daerah Seolah Tak Pernah Kehabisan Pengganti. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar kasus...

OTT: Ketika 11 Kepala Daerah Tumbang, Mengapa Korupsi Daerah Terus Berulang?

OTT: Ketika 11 Kepala Daerah Tumbang, Mengapa Korupsi Daerah Terus Berulang?

by teguh
Juli 21, 2026

Sebelas kepala daerah terjaring OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya dalam tujuh bulan. Modusnya berubah, pelakunya berganti, tetapi pola korupsinya...

Next Post
Gunungan Sampah di Bali: Pulau Dewata atau Pulau yang Mulai Kehilangan Wajahnya?

Gunungan Sampah di Bali: Pulau Dewata atau Pulau yang Mulai Kehilangan Wajahnya?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id