Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Maidi Tiba di KPK: Jaket Biru, Senyum Tipis, dan Bayang Fee Proyek

by sigit
Mei 11, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Wali Kota Madiun Maidi akhirnya tiba di Gedung Merah Putih KPK. Senin malam (19/1/2026), tepat pukul 22.34 WIB, ia melangkah masuk setelah terjaring operasi tangkap tangan. Ia mengenakan jaket biru, topi hitam, dan celana gelap. Kamera langsung menyorot. Wartawan pun melontarkan pertanyaan bertubi-tubi.

Maidi menjawab singkat. “Baik,” katanya. Setelah itu, ia menambahkan pernyataan bernuansa personal sekaligus politis. Ia mengaku tak pernah lelah membangun Madiun dan meminta doa agar tetap sehat. Selanjutnya, ia langsung masuk ke dalam gedung. Pemeriksaan lanjutan pun dimulai tanpa basa-basi.

Namun demikian, peristiwa ini bukan sekadar soal penampilan atau kalimat normatif di depan kamera. Kasus ini menyentuh soal kekuasaan, uang, dan dampaknya bagi warga.

OTT dan Uang Ratusan Juta

Dalam OTT tersebut, KPK membawa Maidi bersama delapan orang lain ke Jakarta. Mereka termasuk bagian dari total 15 orang yang diamankan di Kota Madiun. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memastikan tim penyidik menyita uang ratusan juta rupiah.

Lebih lanjut, KPK menduga uang itu berkaitan dengan fee proyek dan pengelolaan dana C (CSR). Dengan kata lain, penyidik melihat adanya relasi kuasa yang patut dicurigai. Proyek berjalan, dana mengalir, lalu uang berputar di lingkaran sempit. Jika dugaan ini terbukti, segelintir elite dan rekanan proyek menjadi pihak yang paling diuntungkan.

Ini Belum Selesai

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya

Dampak Langsung bagi Warga Madiun

Sebaliknya, warga Madiun justru menanggung risikonya. Ketika kepala daerah terseret OTT, roda birokrasi melambat. Akibatnya, keputusan tertahan dan program tersendat. Kepercayaan publik pun ikut terkikis.

Selain itu, dampaknya terasa di level paling dekat. Jalan yang seharusnya mulus bisa tertunda. Pelayanan yang mestinya cepat berubah berbelit. Pada titik ini, OTT bukan sekadar urusan hukum, tetapi juga soal kualitas hidup warga.

Tak hanya itu, OTT ini juga mengirim pesan keras ke kepala daerah lain. Dalam satu hari, KPK melakukan dua OTT. Karena itu, publik membaca langkah ini sebagai peringatan serius, bukan kebetulan.

Janji Pembangunan Bertemu Fakta Hukum

Pernyataan Maidi tentang membangun kota kini menghadapi ujian berat. Di KPK, niat baik tidak cukup. Penyidik berbicara lewat aliran uang dan konstruksi perkara. Sesuai aturan, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak.

Kini publik menunggu. Warga Madiun berharap kepastian.

Pada akhirnya, kota tidak dibangun oleh janji di depan kamera. Kota berdiri di atas kejujuran di balik meja. Jika meja itu penuh transaksi, maka yang runtuh bukan hanya jabatan, tetapi juga kepercayaan warga. (red)

Tags: CSRFee ProyekJakartaKPKkpk Kota MadiunKriminal & HukummadiunMaidiott

Kamu Melewatkan Ini

Bersih Desa Winongo, Tradisi yang Menjaga Identitas

Bersih Desa Winongo, Tradisi yang Menjaga Identitas

by dimas
Juni 27, 2026

Bersih Desa Winongo 2026 menjadi tradisi yang menjaga identitas, memperkuat gotong royong, dan melestarikan budaya di Kota Madiun. Tabooo.id -...

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

by dimas
Juni 27, 2026

Tabooo Network Indonesia menghadirkan TABOOO Corner di Winongo, ruang baru yang mengajak publik memahami realitas sosial dan budaya. Tabooo.id: Madiun...

Banteng Terakhir Kesultanan Yogyakarta: Kisah Raden Ronggo dari Madiun

Banteng Terakhir Kesultanan Yogyakarta: Kisah Raden Ronggo dari Madiun

by dimas
Juni 27, 2026

Banteng Terakhir Kesultanan Yogyakarta menghidupkan kisah Raden Ronggo Prawirodirjo III dari Madiun, sosok yang berani melawan kolonialisme sebelum Perang Jawa....

Next Post
Konsep Otomatis

Sehari Dua OTT, Kemendagri Tegaskan: Ini Bukan Kebetulan, Ini Peringatan

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id