Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Maidi Tiba di KPK: Jaket Biru, Senyum Tipis, dan Bayang Fee Proyek

by Anisa
Mei 11, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Wali Kota Madiun Maidi akhirnya tiba di Gedung Merah Putih KPK. Senin malam (19/1/2026), tepat pukul 22.34 WIB, ia melangkah masuk setelah terjaring operasi tangkap tangan. Ia mengenakan jaket biru, topi hitam, dan celana gelap. Kamera langsung menyorot. Wartawan pun melontarkan pertanyaan bertubi-tubi.

Maidi menjawab singkat. “Baik,” katanya. Setelah itu, ia menambahkan pernyataan bernuansa personal sekaligus politis. Ia mengaku tak pernah lelah membangun Madiun dan meminta doa agar tetap sehat. Selanjutnya, ia langsung masuk ke dalam gedung. Pemeriksaan lanjutan pun dimulai tanpa basa-basi.

Namun demikian, peristiwa ini bukan sekadar soal penampilan atau kalimat normatif di depan kamera. Kasus ini menyentuh soal kekuasaan, uang, dan dampaknya bagi warga.

OTT dan Uang Ratusan Juta

Dalam OTT tersebut, KPK membawa Maidi bersama delapan orang lain ke Jakarta. Mereka termasuk bagian dari total 15 orang yang diamankan di Kota Madiun. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memastikan tim penyidik menyita uang ratusan juta rupiah.

Lebih lanjut, KPK menduga uang itu berkaitan dengan fee proyek dan pengelolaan dana C (CSR). Dengan kata lain, penyidik melihat adanya relasi kuasa yang patut dicurigai. Proyek berjalan, dana mengalir, lalu uang berputar di lingkaran sempit. Jika dugaan ini terbukti, segelintir elite dan rekanan proyek menjadi pihak yang paling diuntungkan.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Dampak Langsung bagi Warga Madiun

Sebaliknya, warga Madiun justru menanggung risikonya. Ketika kepala daerah terseret OTT, roda birokrasi melambat. Akibatnya, keputusan tertahan dan program tersendat. Kepercayaan publik pun ikut terkikis.

Selain itu, dampaknya terasa di level paling dekat. Jalan yang seharusnya mulus bisa tertunda. Pelayanan yang mestinya cepat berubah berbelit. Pada titik ini, OTT bukan sekadar urusan hukum, tetapi juga soal kualitas hidup warga.

Tak hanya itu, OTT ini juga mengirim pesan keras ke kepala daerah lain. Dalam satu hari, KPK melakukan dua OTT. Karena itu, publik membaca langkah ini sebagai peringatan serius, bukan kebetulan.

Janji Pembangunan Bertemu Fakta Hukum

Pernyataan Maidi tentang membangun kota kini menghadapi ujian berat. Di KPK, niat baik tidak cukup. Penyidik berbicara lewat aliran uang dan konstruksi perkara. Sesuai aturan, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak.

Kini publik menunggu. Warga Madiun berharap kepastian.

Pada akhirnya, kota tidak dibangun oleh janji di depan kamera. Kota berdiri di atas kejujuran di balik meja. Jika meja itu penuh transaksi, maka yang runtuh bukan hanya jabatan, tetapi juga kepercayaan warga. (red)

Tags: CSRFee ProyekJakartaKPKkpk Kota MadiunKriminal & HukummadiunMaidiott

Kamu Melewatkan Ini

Masuk Kampus Ada Jalurnya. Masuk KPK Juga Ternyata Ada Jalurnya

Masuk Kampus Ada Jalurnya. Masuk KPK Juga Ternyata Ada Jalurnya

by teguh
Agustus 21, 2026

Masuk kampus punya jalur. Ada jalur prestasi, jalur tes, sampai jalur mandiri. Namun, Kamis, 20/08/2026, publik melihat jalur lain di...

OTT KPK di Unsoed, Gerbang Kampus Diduga Jadi Ruang Transaksi

OTT KPK di Unsoed, Gerbang Kampus Diduga Jadi Ruang Transaksi

by dimas
Agustus 21, 2026

KPK menangkap sejumlah pejabat Unsoed dalam OTT terkait dugaan transaksi penerimaan mahasiswa baru. Kasus ini menjadi OTT ke-19 KPK sepanjang...

Jakarta: Ketika Kota Mulai Dipagari Ketakutan

Jakarta: Ketika Kota Mulai Dipagari Ketakutan

by teguh
Agustus 1, 2026

Tembok memang mampu membatasi langkah orang. Namun ketika pagar menjulang di setiap sudut kota, yang perlahan hilang bukan hanya ruang...

Next Post
Konsep Otomatis

Sehari Dua OTT, Kemendagri Tegaskan: Ini Bukan Kebetulan, Ini Peringatan

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id