Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Buku Ini Bukan Tentang Ayah. Ini Tentang Kehilangan Arah

by jeje
April 13, 2026
in Tabooo Book Club
A A
Home Culture Tabooo Book Club

Tabooo.id: Tabooo Book Club – Ada fase dalam hidup ketika semuanya terlihat baik-baik saja. Kamu punya rumah, rutinitas, bahkan mimpi. Namun, di balik itu semua, ada satu hal yang diam-diam hilang: arah.

Buku Ayah, Ini Arahnya ke Mana, ya? karya Khoirul Trian membahas ruang kosong itu. Bukan kehilangan yang terlihat jelas, melainkan yang perlahan membentuk cara seseorang bertahan.

Karena itu, buku ini terasa dekat. Bukan sekadar cerita, tapi pengalaman yang banyak orang simpan sendiri.

Sinopsis: Hidup Tanpa Kompas Bernama Ayah

Cerita ini mengikuti seorang anak yang tumbuh tanpa kehadiran ayah, baik secara fisik maupun emosional.

Seiring waktu, ia belajar berdiri sendiri. Ia mengambil keputusan tanpa panduan, lalu menghadapi dunia yang keras dengan cara yang sering kali coba-coba.

Ini Belum Selesai

Kaum Tani Mengganyang Setan-Setan Desa: D.N. Aidit Membongkar Kekuasaan di Balik Kemiskinan

Aksi Massa: Saat Tan Malaka Membongkar Cara Perubahan Dibangun

Di sisi lain, kerinduan terus muncul. Kadang halus, kadang menyesakkan. Dari situ, lahir satu pertanyaan sederhana yang justru terasa berat:
“Ayah, ini arahnya ke mana, ya?”

Bukan Sekadar Fatherless, Tapi Kehilangan Arah Hidup

Banyak orang menganggap fatherless hanya soal ketiadaan figur. Padahal, dampaknya jauh lebih kompleks.

Tanpa sosok ayah, seseorang sering kehilangan arah. Tidak ada yang memberi panduan saat bingung. Tidak ada tempat bertanya saat gagal. Bahkan, validasi pun terasa jauh.

Akibatnya, hidup berjalan tanpa kompas. Sementara itu, dunia terus bergerak tanpa menunggu siapa pun siap.

Di titik ini, ceritanya terasa personal. Pertanyaannya pun berubah: sebenarnya, seberapa banyak keputusan kita diambil tanpa benar-benar tahu tujuan?

Penyembuhan yang Tidak Instan

Menariknya, buku ini tidak menawarkan penyembuhan instan. Sebaliknya, proses berdamai digambarkan berantakan dan tidak linear.

Kadang maju, kadang mundur. Bahkan, di beberapa titik, terasa seperti tidak ada perkembangan sama sekali.

Namun justru di situlah letak kejujurannya.

“Aku tidak butuh ayah yang sempurna. Aku cuma butuh seseorang yang tinggal.”

Kalimat ini sederhana, tapi menyimpan beban besar. Sekaligus, menjadi representasi banyak suara yang tidak pernah terdengar.

Dunia Kerja dan Kemandirian yang Terbentuk dari Luka

Selain luka emosional, buku ini juga menyinggung realita dunia kerja. Tekanan hidup terasa lebih berat ketika seseorang tumbuh tanpa arahan sejak awal.

Segala sesuatu harus dipelajari sendiri. Kesalahan pun terasa lebih mahal. Tidak ada tempat untuk kembali saat semuanya gagal.

Namun di sisi lain, dari kondisi itu justru lahir kemandirian. Ironisnya, kekuatan tersebut muncul dari kekosongan.

Refleksi yang Diam-Diam Menampar

Buku ini bekerja seperti cermin. Tidak semua orang siap melihat pantulannya.

Bagi yang masih memiliki ayah, ini menjadi pengingat. Sementara itu, bagi yang tidak, buku ini terasa seperti validasi yang lama tertunda.

Lalu muncul pertanyaan yang cukup mengganggu:
apakah kita benar-benar sudah berdamai, atau hanya terbiasa menyembunyikan luka?

Penilaian: Tabooo Banget atau Sekadar Relate?

Tidak semua pembaca akan cocok dengan buku ini.

Jika kamu mencari bacaan ringan, mungkin ini terasa berat. Namun, jika sedang mencari makna, buku ini bisa terasa sangat relevan.

Secara keseluruhan, buku ini masuk kategori: Tabooo banget.

Bukan karena sensasional. Melainkan karena keberaniannya membahas luka yang sering disembunyikan.

Kenapa Buku Ini Penting Buat Kamu

Pada akhirnya, hidup bukan hanya soal siapa yang hadir. Terkadang, justru tentang siapa yang tidak pernah ada.

Dampaknya nyata dan sering kali tidak disadari.

Karena itu, buku ini penting. Ia mengingatkan bahwa kehilangan arah bukan kelemahan, melainkan bagian dari proses memahami diri.

Penutup: Pertanyaan yang Tidak Pernah Benar-Benar Hilang

Jika buku ini terasa dekat, mungkin itu bukan kebetulan.

Sebab pada akhirnya, ini bukan hanya tentang ayah. Ini tentang kita yang masih mencari arah.

Dan sampai hari ini, pertanyaannya mungkin masih sama:
kita sebenarnya sedang menuju ke mana? @jeje

Tags: hubungan keluargaKesehatan MentalTabooo Book Club

Kamu Melewatkan Ini

Bukan Cuma Soal Asmara: Mahasiswa Jatuh, Sistem Kampus Ikut Dipertanyakan

Bukan Cuma Soal Asmara: Mahasiswa Jatuh, Sistem Kampus Ikut Dipertanyakan

by teguh
September 15, 2026

Soal asmara seorang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), RR (19), menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang setelah...

Mahasiswa FK-UB Jatuh, Kampus Gagal Membaca Krisis?

Mahasiswa FK-UB Jatuh, Kampus Gagal Membaca Krisis?

by teguh
September 11, 2026

Kasus RR, mahasiswa FK-UB (Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya), membuka pertanyaan yang lebih besar seberapa jauh perguruan tinggi mampu mengenali tekanan...

Mahasiswa FK-UB Diduga Coba Bunuh Diri, Polisi Selidiki Motif

Mahasiswa FK-UB Diduga Coba Bunuh Diri, Polisi Selidiki Motif

by teguh
September 11, 2026

Seorang mahasiswa FK-UB (Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya) Malang berinisial RR (19) diduga mencoba bunuh diri dengan melompat dari lantai enam...

Next Post
Orang Hilang Diserahkan ke Polisi, Tapi Malah Dilepas: Ini Sistem atau Kebiasaan?

Orang Hilang Diserahkan ke Polisi, Tapi Malah Dilepas: Ini Sistem atau Kebiasaan?

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id