Rabu, September 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Mahasiswa FK-UB Diduga Coba Bunuh Diri, Polisi Selidiki Motif

by teguh
September 11, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter
Seorang mahasiswa FK-UB (Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya) Malang berinisial RR (19) diduga mencoba bunuh diri dengan melompat dari lantai enam Gedung A Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) UB, Kamis, 10/09/2026, sekitar pukul 09.00 WIB.

Tabooo.id: Malang – Petugas medis membawa RR mahasiswa FK-UB ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang setelah kejadian. Mahasiswa semester tiga angkatan 2025 itu mengalami patah tulang pada kaki dan cedera pada lengan.

Tim medis RSSA kini merawat RR di ruang ICU. Polisi memastikan korban masih hidup. Namun, kondisi medisnya belum memungkinkan penyidik meminta keterangan langsung.

Polisi Telusuri Kronologi dari Lokasi

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin, membenarkan insiden tersebut.

“Benar bahwa tadi pagi sekira pukul 09.00 WIB, telah terjadi dugaan bahwa seorang mahasiswa UB melakukan percobaan bunuh diri dari lantai enam tersebut dengan cara melompat dari jendela,” ujar Lukman pada Kamis, 10/09/2026.

Lukman menjelaskan benturan akibat jatuh membuat RR mengalami patah tulang pada kaki dan cedera pada lengan.

Ini Belum Selesai

Warung Mi dan Babi Sukoharjo Dibakar, 12 Saksi Diperiksa Polisi

TPNPB Klaim Tembak Sopir di Wamena-Nduga: Jalur Publik Jadi Zona Ancaman

“Korban mengalami patah tulang di kaki, tapi belum bisa kami pastikan apakah di kanan atau kiri, sama (cedera pada) lengan. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan di ruang ICU Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang,” jelas Lukman.

Kondisi RR membuat penyidik belum dapat meminta keterangan korban.

“Kondisi masih dinyatakan hidup, tapi belum bisa dimintai keterangan,” ungkap Lukman.

Unit Reskrim Polsek Lowokwaru Polresta Malang Kota kini memeriksa lokasi kejadian untuk menyusun kronologi dan mencari motif.

“Untuk motifnya belum bisa diketahui, masih dilakukan penyelidikan oleh Unit Reskrim Polsek Lowokwaru Polresta Malang Kota,” kata Lukman.

Polisi belum menemukan dasar untuk mengaitkan kejadian tersebut dengan persoalan akademik, keluarga, perundungan, tekanan pendidikan, atau faktor lainnya.

Mahasiswa FK-UB Diduga Coba Bunuh Diri, Polisi Selidiki Motif
Tempat dan Lokasi Kejadian

RR Mahasiswa FK-UB Jatuh Dari Jendela Lantai Enam

Informasi dari lokasi menyebut RR melompat melalui jendela lantai enam Gedung A FBiPK UB.

Tubuh korban kemudian jatuh ke area parkir di lantai dasar. Petugas memasang garis polisi di area tersebut. Petugas keamanan kampus juga menjaga lokasi dan meminta mahasiswa menjauh dari area kejadian.

Salah seorang mahasiswa yang berada di lokasi membenarkan bahwa korban merupakan mahasiswa laki-laki dari Fakultas Kedokteran UB.

“Mahasiswa FK laki-laki, saat dievakuasi tadi belum meninggal dunia,” kata mahasiswa tersebut pada Kamis, 10/09/2026.

Petugas kemudian membawa RR ke RSSA untuk mendapatkan pertolongan medis.

Fakultas Benarkan Korban Mahasiswa FK-UB

Ketua Unit Layanan Terpadu Kekerasan Seksual dan Perundungan (ULTKSP) FBiPK UB, Dwi Retnoningsih, juga membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, anak FK angkatan 2025 lompat melalui jendela. Sekarang sedang ditangani oleh pihak Kepolisian,” ujar Dwi saat dikonfirmasi pada Kamis, 10/09/2026.

Pernyataan Dwi memperkuat informasi bahwa RR merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran angkatan 2025.

Polisi kemudian memeriksa lokasi dan mengumpulkan keterangan dari pihak yang mengetahui kejadian.

Kondisi Medis Membatasi Pemeriksaan

Tim medis RSSA masih menangani RR di ruang ICU. Sementara itu, penyidik mengumpulkan informasi dari lokasi dan saksi.

Kondisi medis korban membuat polisi belum dapat meminta keterangan langsung. Situasi tersebut juga membuat penyidik belum bisa memastikan alasan yang mendorong RR melakukan tindakan tersebut.

Hingga Kamis, 10/09/2026, polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai motif.

Penyidik masih mengembangkan pemeriksaan berdasarkan kondisi di lokasi, keterangan saksi, dan informasi lain yang mereka temukan.

Polisi Belum Kaitkan dengan Faktor Tertentu

Peristiwa ini dapat memunculkan berbagai dugaan mengenai kondisi yang mungkin melatarbelakangi tindakan RR.

Namun, polisi belum menghubungkan kejadian tersebut dengan tekanan akademik, persoalan keluarga, perundungan, masalah ekonomi, maupun faktor lainnya.

Informasi mengenai faktor tersebut juga belum muncul dalam keterangan resmi kepolisian maupun pihak kampus yang tercantum dalam laporan ini.

Karena itu, publik perlu menunggu hasil pemeriksaan sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kejadian.

Kampus Menghadapi Ujian di Luar Ruang Kuliah

Kasus seperti ini menunjukkan bahwa lingkungan perguruan tinggi tidak hanya menghadapi persoalan akademik. Kampus juga perlu memiliki sistem yang mampu mengenali dan merespons kondisi krisis mahasiswa.

Namun, fakta mengenai RR belum cukup untuk menyimpulkan bahwa persoalan kesehatan mental, tekanan akademik, atau masalah tertentu menjadi penyebab kejadian.

Penyidik masih menunggu kesempatan untuk meminta keterangan korban ketika kondisi medisnya memungkinkan.

Pada saat yang sama, pihak kampus dapat memberikan dukungan kepada mahasiswa dan keluarga korban sembari menunggu proses pemeriksaan berjalan.

Ketika Fakta Belum Lengkap, Jangan Isi dengan Dugaan

Sampai Kamis, 10/09/2026, sejumlah fakta sudah jelas. RR, 19 tahun, merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran UB angkatan 2025. Ia jatuh dari lantai enam Gedung A FBiPK UB sekitar pukul 09.00 WIB.

Petugas medis membawa RR ke RSSA. Tim dokter kemudian menangani patah tulang pada kaki dan cedera pada lengan korban.

Polisi kini menyelidiki kejadian tersebut. Kondisi medis RR membuat penyidik belum dapat meminta keterangan langsung. Polisi juga belum mengetahui motifnya.

Fakta berikutnya masih menunggu hasil penyelidikan. Media tidak perlu mengisi ruang kosong itu dengan spekulasi.

Ketika korban belum mampu memberikan keterangan, publik juga perlu memberi ruang bagi proses medis dan penyelidikan.

Di tengah kasus sensitif seperti ini, kecepatan berita tidak boleh mengalahkan ketepatan fakta. @teguh

.

Tags: Fakultas KedokteranKampusKesehatan JiwaKesehatan MentalMahasiswa UBMalangPendidikanPolresta Malang KotaRSSAUB MalangUniversitas Brawijaya

Kamu Melewatkan Ini

Bukan Cuma Soal Asmara: Mahasiswa Jatuh, Sistem Kampus Ikut Dipertanyakan

Bukan Cuma Soal Asmara: Mahasiswa Jatuh, Sistem Kampus Ikut Dipertanyakan

by teguh
September 15, 2026

Soal asmara seorang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), RR (19), menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang setelah...

Benarkah Kota Malang Hentikan MBG? Ini Faktanya

Benarkah Kota Malang Hentikan MBG? Ini Faktanya

by eko
September 13, 2026

Benarkah Malang hentikan MBG? Cek fakta klaim viral soal penghentian Program Makan Bergizi Gratis di Kota Malang. Tabooo.id - Sebuah...

Kemhan Klarifikasi: 121 Pelajar Bela Negara, Bukan Komcad, Bukan Hukuman Demo, Lalu?

Kemhan Klarifikasi: 121 Pelajar Bela Negara, Bukan Komcad, Bukan Hukuman Demo, Lalu?

by teguh
September 11, 2026

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Klarifikasi dan menegaskan program pembinaan Bela Negara bagi 121 pelajar bukan hukuman atas aksi demonstrasi 27/08/2026. Tabooo.id:...

Next Post
Mahasiswa FK-UB Jatuh, Kampus Gagal Membaca Krisis?

Mahasiswa FK-UB Jatuh, Kampus Gagal Membaca Krisis?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id