Sabtu, April 11, 2026
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Vibes

Hompimpa: Permainan Anak atau Filosofi Hidup yang Kita Abaikan?

April 11, 2026
in Vibes
A A
Hompimpa: Permainan Anak atau Filosofi Hidup yang Kita Abaikan?

Ilustrasi.

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Vibes – “Hompimpa alaium gambreng…” Sekilas, kalimat ini terdengar seperti bagian dari masa kecil yang ringan. Namun, kalau dipikir lagi, kenapa kita tidak pernah benar-benar mempertanyakan artinya?

Padahal, di balik permainan sederhana itu, tersimpan makna yang jauh lebih dalam dari sekadar menentukan siapa yang kalah.

Dari Permainan ke Kesepakatan

Dalam praktiknya, anak-anak menggunakan hompimpa untuk menentukan giliran. Mereka mengulurkan tangan, lalu secara bersamaan membuka telapak atau punggung tangan.

Setelah itu, hasil langsung terlihat. Siapa yang jumlahnya paling sedikit, dia kalah.

Menariknya, tidak ada perdebatan. Semua langsung menerima.

BacaJuga

Di Dunia Para Perasuk, Kehilangan Kendali Justru Jadi Jalan untuk Dilihat

Peci, Kamera, dan Kekuasaan: Siapa Mengendalikan Citra Soekarno di Istana?

Karena itu, hompimpa bukan sekadar permainan. Ia menjadi cara sederhana untuk mengambil keputusan bersama tanpa konflik.

Arti yang Sering Terlewat

Secara etimologis, banyak yang menyebut kalimat “hompimpa alaium gambreng” berasal dari bahasa Sanskerta.

Maknanya: “Dari Tuhan kembali ke Tuhan, ayo bermain.”

Di satu sisi, kalimat ini terdengar ringan. Namun di sisi lain, maknanya cukup dalam.

Menurut peneliti budaya tradisional, Zaini Alif, kata seperti Hom, Om, atau Hum merujuk pada Tuhan. Sementara itu, “alaihum” mengandung makna kembali.

Artinya, bahkan dalam permainan, manusia diingatkan tentang asal dan tujuan hidupnya.

Filosofi yang Diam-Diam Bekerja

Jika dilihat lebih dalam, hompimpa menyimpan beberapa nilai penting.

Pertama, permainan ini melatih penerimaan. Anak-anak langsung menerima hasil tanpa negosiasi ulang.

Kedua, hompimpa menciptakan musyawarah instan. Tanpa diskusi panjang, keputusan tetap terasa adil.

Selain itu, permainan ini juga menumbuhkan rasa kebersamaan. Semua pemain memiliki peluang yang sama sejak awal.

Dengan kata lain, hompimpa mengajarkan nilai yang justru sering hilang saat kita dewasa.

Versi Berbeda, Makna Tetap Sama

Di beberapa daerah, versi hompimpa berkembang lebih panjang. Misalnya di Betawi:

“Hompimpa alaium gambreng, Mpok Ipah pakai baju rombeng.”

Walaupun terdengar lebih jenaka, fungsinya tetap sama.

Perbedaan versi tidak mengubah esensi. Semua tetap bertujuan menentukan pilihan secara kolektif.

Yang Berubah Justru Kita

Seiring waktu, cara kita menghadapi hasil justru berubah.

Dulu, kita menerima kalah dengan mudah. Sekarang, kita sering mempertanyakan hasil.

Dulu, kita percaya pada kesepakatan. Sekarang, kita curiga pada sistem.

Ironisnya, pelajaran tentang keadilan dan penerimaan sudah kita kenal sejak kecil.

Namun, semakin dewasa, kita justru menjauh dari nilai itu.

Penutup: Pelajaran Kecil yang Terlalu Cepat Dilupakan

Hompimpa terlihat seperti permainan sederhana.

Namun sebenarnya, ia menyimpan filosofi tentang hidup, penerimaan, dan kebersamaan.

Masalahnya, kita sering menganggapnya sepele.

Lalu pertanyaannya:
kalau sejak kecil kita sudah belajar menerima hasil, kenapa saat dewasa justru kita paling sulit melakukannya? @jeje

Tags: anak indonesiaBudaya Indonesiafilosofi hiduphompimpamakna kehidupanPermainan TradisionalTradisi Nusantara

REKOMENDASI TABOOO

Kita Pernah Belajar Menerima dari Hompimpa, Lalu Kenapa Sekarang Lupa?

Kita Pernah Belajar Menerima dari Hompimpa, Lalu Kenapa Sekarang Lupa?

by jeje
April 11, 2026

Tabooo.id: Talk - Kamu pasti pernah mengucapkannya. Tapi sekarang coba pikir lagi: kapan terakhir kali kamu benar-benar mempertanyakan artinya? Sebagian...

“Songko”: Ketika Ketakutan Lama Kembali Hidup

“Songko”: Ketika Ketakutan Lama Kembali Hidup

by jeje
April 8, 2026

Tabooo.id: Vibes - Horor Indonesia sering mengandalkan visual. Jumpscare, suara keras, dan sosok menyeramkan jadi senjata utama. Tapi “Songko” memilih...

Bumi Manusia: Cermin Ketidakadilan yang Masih Hidup

Bumi Manusia: Cermin Ketidakadilan yang Masih Hidup

by Tabooo
April 2, 2026

Tabooo.id: Tabooo Book Club – Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer bukan sekadar cerita tentang masa lalu, tapi tentang sesuatu yang...

Next Post
Harley Bukan Satu-Satunya Raja: Rivalnya Sudah Ada Sejak 1901

Harley Bukan Satu-Satunya Raja: Rivalnya Sudah Ada Sejak 1901

Recommended

Kalau Syarifah Menikahi Tan Malaka, Apakah Indonesia Akan Tetap Sama?

Kalau Syarifah Menikahi Tan Malaka, Apakah Indonesia Akan Tetap Sama?

April 7, 2026
“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Luka yang Tidak Terlihat dari Standar Sukses

“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Luka yang Tidak Terlihat dari Standar Sukses

April 9, 2026

Popular

Polling: Buku Apa Lagi yang Perlu Dibongkar?

Polling: Buku Apa Lagi yang Perlu Dibongkar?

April 11, 2026

Materialisme Tan Malaka: Realita Itu Nyata, Tapi Apa Kamu Siap Menerima? – Madilog Series #1

April 10, 2026

Kenapa Tan Malaka Menolak Dunia Gaib? – Madilog Series #1.1

April 11, 2026

Parkir Berbayar Tapi Tak Aman: Siapa Harus Bertanggung Jawab?

April 11, 2026

Siapa Ibu Sebenarnya? Teror Psikologis di Balik Legenda Malin Kundang

April 2, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.