Sabtu, April 11, 2026
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Deep

Indonesia Aman Saat PD III atau Ini Sekadar Narasi yang Kita Percaya?

April 11, 2026
in Deep
A A
Indonesia Aman Saat PD III atau Ini Sekadar Narasi yang Kita Percaya?

Ilustrasi tentang Indonesia yang tampak tenang di tengah bayang-bayang perang global, saat rudal dan pasukan bersiaga, mengingatkan bahwa rasa aman bisa jadi hanya persepsi. (Foto ilustrasi Tabooo.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Deep – Di tengah dunia yang makin panas oleh konflik, satu klaim muncul dan terasa menenangkan. Indonesia masuk daftar negara paling aman jika Perang Dunia III terjadi.

Namun, benarkah itu realita? Atau justru narasi yang kita pilih untuk percaya?

Indonesia di “Papan Atas” Versi Presiden

Presiden Prabowo Subianto menempatkan Indonesia di kasta atas dalam hal keamanan global. Ia menyampaikan pernyataan itu dalam rapat kerja pemerintah di Istana Merdeka.

“Kalau terjadi Perang Dunia III, negara mana yang aman? Indonesia termasuk papan atas,” ujar Prabowo.

Selain itu, ia menunjuk fenomena banyaknya warga Rusia dan Ukraina yang tetap tinggal di Bali. Menurutnya, kondisi itu mencerminkan rasa aman yang dirasakan warga dari negara konflik.

BacaJuga

OTT Kepala Daerah Lagi, Kapan RUU Perampasan Aset Disahkan?

Parkir Berbayar Tapi Tak Aman: Siapa Harus Bertanggung Jawab?

Kritik: Optimisme yang Terlalu Jauh

Namun, para pengamat langsung mempertanyakan klaim tersebut. Direktur Eksekutif PARA Syndicate, Virdika Rizky Utama, melihat pernyataan itu lebih sebagai retorika.

“Indonesia menghadapi banyak kerentanan, dari Laut China Selatan hingga ketergantungan ekonomi,” jelasnya.

Di sisi lain, Tangguh Chairil dari Binus University menilai posisi geografis Indonesia justru membuka potensi risiko. Letaknya strategis, tetapi sekaligus berada di jalur persilangan kepentingan global.

Sistem Pertahanan: Bergerak, Tapi Belum Kuat

Sementara itu, pemerintah terus mendorong modernisasi militer melalui strategi Perisai Trisula Nusantara. Langkah ini menandai perubahan besar dalam pendekatan pertahanan.

Namun demikian, capaian sebelumnya belum maksimal. Program Minimum Essential Force (MEF) hanya mencapai sekitar 65 persen dari target.

Lebih rinci, kekuatan tiap matra masih timpang:

  1. TNI AU baru mencapai sekitar 51 persen
  2. TNI AL sekitar 59 persen
  3. TNI AD sekitar 76 persen

Karena itu, Indonesia masih mengejar ketertinggalan dalam banyak aspek.

Perang Modern: Bukan Sekadar Senjata

Di era sekarang, kekuatan militer tidak lagi bergantung pada jumlah alutsista semata. Sebaliknya, integrasi sistem dan kecerdasan teknologi justru menjadi penentu utama.

Indonesia mulai mengarah ke sana. Negara ini tidak hanya mengumpulkan senjata, tetapi juga membangun sistem yang saling terhubung.

Meski begitu, proses tersebut belum selesai. Di titik ini, kesiapan masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Ini Bukan Soal Aman, Ini Soal Persepsi

Sekilas, narasi “Indonesia aman” memang terasa menenangkan. Namun, realitanya jauh lebih kompleks.

Dalam perang modern, serangan tidak selalu hadir dalam bentuk fisik. Sebaliknya, ancaman bisa datang lewat ekonomi, siber, hingga gangguan rantai pasok global.

Akibatnya, meskipun tidak diserang langsung, dampaknya tetap menghantam dari berbagai arah.

Ini Dampaknya Buat Kamu

Jika perang global benar-benar pecah, kamu mungkin tidak melihat ledakan di kota.
Namun, kamu akan langsung merasakan efeknya.

Harga kebutuhan bisa melonjak. Ekonomi bisa goyah. Bahkan, stabilitas pekerjaan ikut terancam.

Dengan kata lain, keamanan hari ini tidak hanya soal militer. Lebih dari itu, ini soal daya tahan negara menghadapi efek domino global.

Analisis: Optimisme vs Kesiapan Nyata

Memang, optimisme penting untuk membangun kepercayaan publik. Namun, rasa terlalu aman justru bisa menyesatkan.

Sejarah menunjukkan satu hal negara yang siap bukan yang merasa aman, tetapi yang sadar akan kelemahannya.

Karena itu, prinsip lama tetap relevan, si vis pacem, para bellum. Jika ingin damai, maka bersiaplah menghadapi perang.

Closing

Jadi, apakah Indonesia benar-benar aman saat Perang Dunia III?
Atau kita hanya merasa aman karena belum melihat ujian yang sesungguhnya? @dimas

Tags: AnalisisGeopolitikGlobalIndonesiaKeamananMiliterPD IIIPerang Dunia 3pertahananPrabowo SubiantoTNI

REKOMENDASI TABOOO

Prabowo Mundur dari IPSI: Pengabdian 34 Tahun atau Misi yang Belum Selesai?

Prabowo Mundur dari IPSI: Pengabdian 34 Tahun atau Misi yang Belum Selesai?

by dimas
April 11, 2026

Tabooo.id: Nasional - Setiap perpisahan selalu meninggalkan jejak.Namun kali ini, yang terasa bukan hanya kehilangan, melainkan juga kegagalan yang belum...

OTT Kepala Daerah Lagi, Kapan RUU Perampasan Aset Disahkan?

OTT Kepala Daerah Lagi, Kapan RUU Perampasan Aset Disahkan?

by dimas
April 11, 2026

Tabooo.id: Deep - Kasus korupsi kepala daerah kembali muncul. Lagi, dan lagi.Penangkapan seolah bukan akhir, melainkan bagian dari siklus yang...

Indonesia Negara Termiskin Kedua? Atau Kita yang Salah Paham Data?

Indonesia Negara Termiskin Kedua? Atau Kita yang Salah Paham Data?

by dimas
April 11, 2026

Tabooo.id: Check - Angka sering terlihat meyakinkan. Terlebih lagi saat infografis rapi menyertakan nama lembaga dunia. Namun, di balik itu,...

Next Post
Ketidakadilan Terasa Wajar. Siapa yang Sedang Mengatur Ceritanya?

Ketidakadilan Terasa Wajar. Siapa yang Sedang Mengatur Ceritanya?

Recommended

Internasionale: Lagu Lama, Tapi Sistem yang Dilawan Masih Sama?

Internasionale: Lagu Lama, Tapi Sistem yang Dilawan Masih Sama?

April 7, 2026
Konsep Otomatis

Sebelum Tiga Puluh: Ambisi atau Ilusi Sukses di Usia Muda?

April 11, 2026

Popular

Materialisme Tan Malaka: Realita Itu Nyata, Tapi Apa Kamu Siap Menerima? – Madilog Series #1

Materialisme Tan Malaka: Realita Itu Nyata, Tapi Apa Kamu Siap Menerima? – Madilog Series #1

April 10, 2026

Siapa Ibu Sebenarnya? Teror Psikologis di Balik Legenda Malin Kundang

April 2, 2026

Polling: Buku Apa Lagi yang Perlu Dibongkar?

April 11, 2026

Parkir Berbayar Tapi Tak Aman: Siapa Harus Bertanggung Jawab?

April 11, 2026

Tabooo.id Mulai Bedah Pemikiran Tokoh Besar

April 11, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2026 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.