Minggu, Juli 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Indonesia Aman Saat PD III atau Ini Sekadar Narasi yang Kita Percaya?

by dimas
April 11, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Deep – Di tengah dunia yang makin panas oleh konflik, satu klaim muncul dan terasa menenangkan. Indonesia masuk daftar negara paling aman jika Perang Dunia III terjadi.

Namun, benarkah itu realita? Atau justru narasi yang kita pilih untuk percaya?

Indonesia di “Papan Atas” Versi Presiden

Presiden Prabowo Subianto menempatkan Indonesia di kasta atas dalam hal keamanan global. Ia menyampaikan pernyataan itu dalam rapat kerja pemerintah di Istana Merdeka.

“Kalau terjadi Perang Dunia III, negara mana yang aman? Indonesia termasuk papan atas,” ujar Prabowo.

Selain itu, ia menunjuk fenomena banyaknya warga Rusia dan Ukraina yang tetap tinggal di Bali. Menurutnya, kondisi itu mencerminkan rasa aman yang dirasakan warga dari negara konflik.

Ini Belum Selesai

Senjata atau Perut Rakyat? Dilema Negara Anggaran Pertahanan Masuk Meja Efisiensi

Kabinet Bayangan: Saat Rakyat Mengawasi Kekuasaan

Kritik: Optimisme yang Terlalu Jauh

Namun, para pengamat langsung mempertanyakan klaim tersebut. Direktur Eksekutif PARA Syndicate, Virdika Rizky Utama, melihat pernyataan itu lebih sebagai retorika.

“Indonesia menghadapi banyak kerentanan, dari Laut China Selatan hingga ketergantungan ekonomi,” jelasnya.

Di sisi lain, Tangguh Chairil dari Binus University menilai posisi geografis Indonesia justru membuka potensi risiko. Letaknya strategis, tetapi sekaligus berada di jalur persilangan kepentingan global.

Sistem Pertahanan: Bergerak, Tapi Belum Kuat

Sementara itu, pemerintah terus mendorong modernisasi militer melalui strategi Perisai Trisula Nusantara. Langkah ini menandai perubahan besar dalam pendekatan pertahanan.

Namun demikian, capaian sebelumnya belum maksimal. Program Minimum Essential Force (MEF) hanya mencapai sekitar 65 persen dari target.

Lebih rinci, kekuatan tiap matra masih timpang:

  1. TNI AU baru mencapai sekitar 51 persen
  2. TNI AL sekitar 59 persen
  3. TNI AD sekitar 76 persen

Karena itu, Indonesia masih mengejar ketertinggalan dalam banyak aspek.

Perang Modern: Bukan Sekadar Senjata

Di era sekarang, kekuatan militer tidak lagi bergantung pada jumlah alutsista semata. Sebaliknya, integrasi sistem dan kecerdasan teknologi justru menjadi penentu utama.

Indonesia mulai mengarah ke sana. Negara ini tidak hanya mengumpulkan senjata, tetapi juga membangun sistem yang saling terhubung.

Meski begitu, proses tersebut belum selesai. Di titik ini, kesiapan masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Ini Bukan Soal Aman, Ini Soal Persepsi

Sekilas, narasi “Indonesia aman” memang terasa menenangkan. Namun, realitanya jauh lebih kompleks.

Dalam perang modern, serangan tidak selalu hadir dalam bentuk fisik. Sebaliknya, ancaman bisa datang lewat ekonomi, siber, hingga gangguan rantai pasok global.

Akibatnya, meskipun tidak diserang langsung, dampaknya tetap menghantam dari berbagai arah.

Ini Dampaknya Buat Kamu

Jika perang global benar-benar pecah, kamu mungkin tidak melihat ledakan di kota.
Namun, kamu akan langsung merasakan efeknya.

Harga kebutuhan bisa melonjak. Ekonomi bisa goyah. Bahkan, stabilitas pekerjaan ikut terancam.

Dengan kata lain, keamanan hari ini tidak hanya soal militer. Lebih dari itu, ini soal daya tahan negara menghadapi efek domino global.

Analisis: Optimisme vs Kesiapan Nyata

Memang, optimisme penting untuk membangun kepercayaan publik. Namun, rasa terlalu aman justru bisa menyesatkan.

Sejarah menunjukkan satu hal negara yang siap bukan yang merasa aman, tetapi yang sadar akan kelemahannya.

Karena itu, prinsip lama tetap relevan, si vis pacem, para bellum. Jika ingin damai, maka bersiaplah menghadapi perang.

Closing

Jadi, apakah Indonesia benar-benar aman saat Perang Dunia III?
Atau kita hanya merasa aman karena belum melihat ujian yang sesungguhnya? @dimas

Tags: GeopolitikGlobalKeamanan NegaraMiliterNasionalpertahananPrabowo SubiantoTNI

Kamu Melewatkan Ini

Senjata atau Perut Rakyat? Dilema Negara Anggaran Pertahanan Masuk Meja Efisiensi

Senjata atau Perut Rakyat? Dilema Negara Anggaran Pertahanan Masuk Meja Efisiensi

by teguh
Juli 18, 2026

Ketika Presiden RI Prabowo Subianto membuka opsi mengurangi anggaran pertahanan demi memberantas kemiskinan, negara menghadapi pertanyaan besar keamanan itu soal...

Prabowo Bidik Efisiensi Pertahanan: Kesiapan TNI Dipertaruhkan?

Prabowo Bidik Efisiensi Pertahanan: Kesiapan TNI Dipertaruhkan?

by teguh
Juli 18, 2026

Presiden Prabowo membuka kemungkinan mengurangi anggaran pertahanan dan kepolisian demi melawan kemiskinan. Komisi I DPR mendukung efisiensi, tetapi mengingatkan negara...

Gasnya Sudah Ada dari Dulu. Yang Lama Dicari Ternyata Tombol “Start”

Gasnya Sudah Ada dari Dulu. Yang Lama Dicari Ternyata Tombol “Start”

by teguh
Juli 17, 2026

Indonesia akhirnya memulai pembangunan Lapangan Abadi Blok Masela setelah menunggu hampir tiga dekade. Kabar itu memang layak disambut. Namun satu...

Next Post
Ketidakadilan Terasa Wajar. Siapa yang Sedang Mengatur Ceritanya?

Ketidakadilan Terasa Wajar. Siapa yang Sedang Mengatur Ceritanya?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id