Sabtu, September 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

H&M Tutup 160 Toko: Strategi Cerdas atau Tanda Ritel Fisik Mulai Tumbang?

by eko
April 11, 2026
in Reality
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: News – Raksasa ritel fesyen global, H&M, berencana menutup 160 toko di seluruh dunia sepanjang 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar perusahaan untuk memperkuat bisnis digital dan memaksimalkan toko-toko yang paling menguntungkan.

Keputusan tersebut mencerminkan perubahan besar dalam perilaku konsumen yang kini semakin beralih ke belanja online.

Strategi Baru: Kurangi Toko, Perkuat E-Commerce

Dilansir dari The Sun pada Rabu (8/4/2026), H&M sebelumnya juga telah menutup 163 toko secara global sebagai bagian dari transformasi bisnis menuju platform digital.

Perusahaan menjelaskan bahwa optimalisasi portofolio toko berdampak pada kinerja awal tahun ini.

“Optimalisasi portofolio toko telah berdampak agak negatif pada penjualan kuartal I-2026 karena penutupan dan pembangunan kembali toko,” tulis H&M dalam laporan pendapatannya.

Penurunan laba pada kuartal pertama 2026 disebut sebagai dampak sementara dari proses penyesuaian jumlah toko yang lebih sedikit. Namun, perusahaan optimistis langkah ini akan membawa hasil positif dalam jangka panjang.

Ini Belum Selesai

Ban Lepas di Perlintasan, Pikap Tertemper KA Sembrani di Kendal

Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi Dituntut 7 Tahun 2 Bulan

Belanja Online Jadi Penopang Utama

Saat ini, penjualan online menyumbang sekitar 30% dari total pendapatan H&M. Angka tersebut menunjukkan pergeseran signifikan dalam pola konsumsi pelanggan yang semakin mengandalkan platform digital.

Optimalisasi toko tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga menekan biaya terkait tenaga kerja dan operasional toko fisik.

Perusahaan memperkirakan dampak dari strategi ini akan memberikan efek positif terhadap penjualan sepanjang 2026, seiring meningkatnya kontribusi dari kanal digital.

Bagian dari Tren Industri Ritel Global

Para analis menilai langkah H&M bukanlah kasus tunggal, melainkan bagian dari tren besar di industri ritel global.

Dominick Miserandino menyebut perubahan perilaku konsumen menjadi faktor utama di balik penutupan toko fisik.

“Pembeli lebih berorientasi pada nilai, lebih banyak berbelanja online dan kurang loyal terhadap toko fisik tradisional,” ujar Miserandino.

Fenomena ini menunjukkan bahwa perusahaan ritel harus beradaptasi cepat dengan perubahan kebiasaan konsumen, terutama dalam menghadapi persaingan e-commerce yang semakin ketat.

Dampak bagi Industri dan Konsumen

Penutupan ratusan toko berpotensi memengaruhi tenaga kerja di berbagai negara. Namun di sisi lain, ekspansi digital membuka peluang baru di sektor teknologi, logistik, dan layanan pelanggan online.

Bagi konsumen, perubahan ini kemungkinan akan membuat pengalaman belanja semakin bergeser ke platform digital, dengan pilihan produk yang lebih luas serta kemudahan akses dari mana saja.

Langkah H&M menutup ratusan toko menjadi sinyal kuat bahwa masa depan ritel global semakin bergantung pada e-commerce, sementara toko fisik akan difokuskan hanya pada lokasi yang benar-benar strategis dan menguntungkan. @eko

Tags: belanja onlineE-Commerceekonomi global

Kamu Melewatkan Ini

Pabrik China Tetap Ngebut, Belanja Konsumen Melambat

Pabrik China Tetap Ngebut, Belanja Konsumen Melambat

by Tabooo
Agustus 17, 2026

Pabrik China masih bergerak cepat, tetapi konsumennya mulai menahan belanja. Data Juli memperlihatkan jurang produksi dan permintaan makin terbuka.

UMKM Disuruh Go Digital. Giliran Digitalnya Error, Mau Ngadu ke Siapa?

UMKM Disuruh Go Digital. Giliran Digitalnya Error, Mau Ngadu ke Siapa?

by teguh
Juli 11, 2026

Digitalisasi menjanjikan pasar tanpa batas. Namun ketika algoritma lebih cepat menghukum daripada mendengar penjelasan, siapa sebenarnya yang melindungi pedagang kecil?...

Kuasa Platform, Algoritma Menentukan Nasib, Rapuhnya Nasib UMKM

Kuasa Platform, Algoritma Menentukan Nasib, Rapuhnya Nasib UMKM

by teguh
Juli 10, 2026

Marketplace pernah datang membawa janji besar siapa pun bisa berjualan, menjangkau jutaan pembeli, dan membangun usaha tanpa harus memiliki toko...

Next Post
Bukan Sekadar Tutup Toko, Ini Strategi Bertahan di Era E-Commerce

Bukan Sekadar Tutup Toko, Ini Strategi Bertahan di Era E-Commerce

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id