Rabu, Mei 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

H&M Tutup 160 Toko: Strategi Cerdas atau Tanda Ritel Fisik Mulai Tumbang?

by eko
April 11, 2026
in Reality
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: News – Raksasa ritel fesyen global, H&M, berencana menutup 160 toko di seluruh dunia sepanjang 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar perusahaan untuk memperkuat bisnis digital dan memaksimalkan toko-toko yang paling menguntungkan.

Keputusan tersebut mencerminkan perubahan besar dalam perilaku konsumen yang kini semakin beralih ke belanja online.

Strategi Baru: Kurangi Toko, Perkuat E-Commerce

Dilansir dari The Sun pada Rabu (8/4/2026), H&M sebelumnya juga telah menutup 163 toko secara global sebagai bagian dari transformasi bisnis menuju platform digital.

Perusahaan menjelaskan bahwa optimalisasi portofolio toko berdampak pada kinerja awal tahun ini.

“Optimalisasi portofolio toko telah berdampak agak negatif pada penjualan kuartal I-2026 karena penutupan dan pembangunan kembali toko,” tulis H&M dalam laporan pendapatannya.

Penurunan laba pada kuartal pertama 2026 disebut sebagai dampak sementara dari proses penyesuaian jumlah toko yang lebih sedikit. Namun, perusahaan optimistis langkah ini akan membawa hasil positif dalam jangka panjang.

Ini Belum Selesai

Jemaah Haji Indonesia Menuju Arafah: Jutaan Langkah ke Puncak Haji

Kodam Jaya Ikut Buru Begal: Jakarta Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

Belanja Online Jadi Penopang Utama

Saat ini, penjualan online menyumbang sekitar 30% dari total pendapatan H&M. Angka tersebut menunjukkan pergeseran signifikan dalam pola konsumsi pelanggan yang semakin mengandalkan platform digital.

Optimalisasi toko tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga menekan biaya terkait tenaga kerja dan operasional toko fisik.

Perusahaan memperkirakan dampak dari strategi ini akan memberikan efek positif terhadap penjualan sepanjang 2026, seiring meningkatnya kontribusi dari kanal digital.

Bagian dari Tren Industri Ritel Global

Para analis menilai langkah H&M bukanlah kasus tunggal, melainkan bagian dari tren besar di industri ritel global.

Dominick Miserandino menyebut perubahan perilaku konsumen menjadi faktor utama di balik penutupan toko fisik.

“Pembeli lebih berorientasi pada nilai, lebih banyak berbelanja online dan kurang loyal terhadap toko fisik tradisional,” ujar Miserandino.

Fenomena ini menunjukkan bahwa perusahaan ritel harus beradaptasi cepat dengan perubahan kebiasaan konsumen, terutama dalam menghadapi persaingan e-commerce yang semakin ketat.

Dampak bagi Industri dan Konsumen

Penutupan ratusan toko berpotensi memengaruhi tenaga kerja di berbagai negara. Namun di sisi lain, ekspansi digital membuka peluang baru di sektor teknologi, logistik, dan layanan pelanggan online.

Bagi konsumen, perubahan ini kemungkinan akan membuat pengalaman belanja semakin bergeser ke platform digital, dengan pilihan produk yang lebih luas serta kemudahan akses dari mana saja.

Langkah H&M menutup ratusan toko menjadi sinyal kuat bahwa masa depan ritel global semakin bergantung pada e-commerce, sementara toko fisik akan difokuskan hanya pada lokasi yang benar-benar strategis dan menguntungkan. @eko

Tags: belanja onlineE-Commerceekonomi global

Kamu Melewatkan Ini

Harga Pangan Global Naik Serempak, Perang dan El Nino Jadi Pemicu Utama

Perang Timur Tengah dan Bayangan Kelaparan Global yang Mulai Nyata

by dimas
Mei 9, 2026

Isunya tidak hanya tentang kenaikan harga pangan dan pupuk global, tetapi juga bagaimana perang, kebijakan energi, dan krisis iklim perlahan...

Di Balik Tekanan Rupiah: Risiko Fiskal, Ingatan Krisis, dan Kepercayaan Pasar

Di Balik Tekanan Rupiah: Risiko Fiskal, Ingatan Krisis, dan Kepercayaan Pasar

by dimas
Mei 3, 2026

Nilai tukar rupiah kembali menjadi bahan percakapan ketika tekanan global dan risiko domestik datang bersamaan. Bagi banyak orang Indonesia, pergerakan...

Eropa Kunci Vendor, China Siap Serang Balik

Eropa Kunci Vendor, China Siap Serang Balik

by Naysa
Mei 2, 2026

Ketegangan global kembali naik level. China tidak tinggal diam setelah Uni Eropa merancang aturan keamanan siber baru. Beijing langsung memberi...

Next Post
Bukan Sekadar Tutup Toko, Ini Strategi Bertahan di Era E-Commerce

Bukan Sekadar Tutup Toko, Ini Strategi Bertahan di Era E-Commerce

Pilihan Tabooo

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Mei 24, 2026

Realita Hari Ini

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Februari 21, 2026

Mendagri Tegaskan Wakil Kepala Daerah Ikut Hadir di Rakornas 2026

Februari 2, 2026

MBG Bukan Makan Bergizi Gratis, Ini Versi “Mantap Banget Gila”

April 9, 2026

Ribuan Pemudik Padati Terminal Tirtonadi Solo, Lonjakan Penumpang Capai 50 Persen

Maret 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id