Kamis, Juni 11, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Keraton Surakarta Berduka, SISKS Pakoe Boewono XIII Berpulang

by dimas
November 3, 2025
in Reality
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: News – Kabar duka menyelimuti jantung Kota Solo. Minggu (2/11/2025) pagi, SISKS Pakoe Boewono XIII Raja Kraton Surakarta Hadiningrat mangkat setelah berjuang melawan sakit yang lama dideritanya. Beliau menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Indriati Sukoharjo, pada usia 77 tahun.

Kabar berpulangnya sang raja pertama kali disampaikan langsung oleh Kerabat dalem Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kepada Tabooo.id

“Berita duka, Sinuhun seda,” tulis kerabat dalem yang identitasnya minta disamarkan.

Tak lama kemudian, kabar itu dikonfirmasi oleh R.Ay. Febri Hapsari Dipokusumo, istri dari adik PB XIII, KGPH Dipokusumo.

“Injih, Nyuwun doanya,” ujarnya singkat melalui pesan whatsapp.

Ini Belum Selesai

Harga Pertamax Melonjak, Dompet Rakyat Kian Tercekik

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Kepastian wafatnya Sinuhun juga disampaikan oleh kerabat keraton, KPH Dani Nur Adiningrat.

“Nyuwun pandonganipun sedoyo,” tulisnya kepada Tabooo.id, kalimat singkat yang menandai duka mendalam atas kepergian sang penjaga marwah budaya Jawa itu.

Keraton Surakarta pagi itu seolah berhenti berdetak. Jenazah almarhum, yang lahir dengan nama KGPA Suryo Partono pada 28 Juni 1948, akan disemayamkan di Keraton Surakarta sebelum dimakamkan di Pajimatan Imogiri, Bantul kompleks pemakaman raja-raja Mataram.

Kepergian Pakoe Boewono XIII bukan hanya kehilangan bagi keluarga keraton, tapi juga bagi siapa pun yang percaya bahwa budaya adalah napas bangsa. Saat prosesi adat nanti digelar, barangkali air mata akan jadi bahasa yang paling jujur untuk mengiringinya.

Dalam catatan sejarah, Sinuhun Pakoe Boewono XIII dikenal sebagai sosok yang tenang dan teguh menjaga eksistensi keraton di tengah dinamika internal yang panjang. Ia juga aktif tampil di berbagai agenda budaya, menjadi figur penting dalam pelestarian tradisi Jawa dan nilai-nilai kebangsaan. Di bawah kepemimpinannya sejak awal 2000-an, Surakarta tetap menjadi mercusuar budaya tempat di mana adat dan zaman berpelukan dalam harmoni.

Kepergian PB XIII bukan hanya kehilangan bagi keluarga keraton, tapi juga bagi siapa pun yang percaya bahwa budaya adalah napas bangsa. Saat prosesi adat nanti digelar, barangkali air mata akan jadi bahasa yang paling jujur untuk mengiringinya.

Karena setiap raja yang berpulang, sejatinya kita sedang kehilangan sepotong jiwa dari sejarah kita sendiri dan siapa yang akan menjaganya setelah ini? @dimas

Tags: Kabar DukaKraton SurakartaRaja Solo

Kamu Melewatkan Ini

Labuhan Parangkusumo: Ritual Sakral atau Tradisi yang Mulai Kehilangan Makna?

Labuhan Parangkusumo: Ritual Sakral atau Tradisi yang Mulai Kehilangan Makna?

by dimas
April 20, 2026

Pantai, sesaji, dan barisan abdi dalem bergerak perlahan menuju laut. Sebagian orang melihatnya sebagai ritual tahunan yang sakral. Banyak juga...

Nayato Fio Nuala Wafat, Film Indonesia Berduka

Nayato Fio Nuala Wafat, Film Indonesia Berduka

by teguh
April 18, 2026

Tabooo.id: Nasional - Dunia film Indonesia kembali berduka. Sutradara Nayato Fio Nuala meninggal dunia pada Sabtu, 18/04/2025. Artis Raffi Ahmad...

Kerajaan Kehilangan Tanah atau Negara “Sengaja” Mengubah Statusnya?

Kerajaan Kehilangan Tanah atau Negara “Sengaja” Mengubah Statusnya?

by Tabooo
April 6, 2026

Tabooo.id: Deep – Mengapa aset tanah dan bangunan milik kerajaan di Indonesia tidak pernah kembali kepada ahli warisnya setelah kemerdekaan? Pertanyaan...

Next Post
Menelisik Astana Pajimatan Imogiri: Tempat Para Raja Pulang ke Keabadian

Menelisik Astana Pajimatan Imogiri: Tempat Para Raja Pulang ke Keabadian

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id