Jumat, April 10, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Kedelai Naik, Tahu-Tempe Menyusut: Bertahan atau Pelan-Pelan Tumbang?

April 8, 2026
in Nasional, News
A A
Kedelai Naik, Tahu-Tempe Menyusut: Bertahan atau Pelan-Pelan Tumbang?

Ilustrasi: Para perajin tahu dan tempe di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, tengah berada dalam tekanan ekonomi. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Lonjakan harga kedelai impor hingga Rp 10.900 per kilogram bukan sekadar angka. Di Bekasi, ini berubah jadi tekanan nyata bagi perajin tahu dan tempe usaha kecil yang selama ini jadi penopang dapur rakyat. Pertanyaannya sederhana tapi menohok kalau bahan baku terus naik, sampai kapan mereka bisa bertahan?

Para perajin di Kabupaten Bekasi kini harus memutar otak. Mereka tak hanya menghadapi kenaikan kedelai, tapi juga biaya plastik kemasan yang ikut meroket. Dampaknya terasa langsung ukuran produk diperkecil, tenaga kerja dikurangi, dan margin keuntungan makin tipis.

Ukuran Diperkecil, Pekerja Dikurangi

Deden (55), perajin tahu di Cikarang Barat, memilih langkah pahit demi menjaga usahanya tetap hidup. Ia mengecilkan ukuran tahu dan mengurangi jumlah pekerja.

“Saya ingin menyelamatkan usaha yang sudah sejak lama saya rintis. Terpaksa dilakukan biar bisa terus produksi,” ujar Deden di Cikarang, Selasa (07/04/2026).

Ia bahkan harus merumahkan hampir separuh karyawannya.

“Jumlah pekerja dibatasi. Hampir 50 persen pekerja dirumahkan, tapi hanya untuk sementara. Saat permintaan besar, baru semua karyawan dipekerjakan. Dalam satu minggu ada sekitar tiga hari di mana karyawan masuk semua. Alhamdulillah mereka semua memahami,” tambahnya, Selasa (07/04/2026).

Langkah ini bukan soal efisiensi biasa ini soal bertahan hidup.

BacaJuga

Praktik Sains Berujung Maut: Edukasi atau Eksperimen Berbahaya?

Penggeledahan Berlanjut: Kasus Maidi Mulai Seret Lingkar Dalam

Harga Naik Tiap Kiriman, Tanpa Jeda

Sukhep (51), perajin tempe di Serang Baru, menghadapi situasi serupa. Ia menyebut harga kedelai kini menyentuh Rp 10.900 per kilogram, naik dari kisaran Rp 10.000.

“Kalau biasanya satu kuintal kedelai harganya Rp 1 juta, sekarang sudah tembus Rp 1.090.000,” jelas Sukhep, Selasa (07/04/2026).

Masalahnya bukan cuma kenaikan, tapi ketidakpastian. Harga bisa berubah setiap hari.

“Pokoknya setiap kali turun dari truk, harga naik Rp 10.000 per kuintal. Besok juga bisa saja naik lagi Rp 10.000,” ujarnya.

Artinya, perajin tidak pernah benar-benar tahu berapa biaya produksi besok pagi.

Plastik Ikut Naik, Beban Makin Berat

Tekanan tak berhenti di kedelai. Harga plastik kemasan juga melonjak dari Rp 270.000 menjadi Rp 380.000 per rol. Sukhep melihat ini sebagai efek domino dari kondisi global.

“Saya menduga lonjakan harga ini dipicu ketidakstabilan kondisi global. Menurut informasi karena efek dari konflik di Timur Tengah,” katanya.

Di tengah situasi ini, ia memilih tidak menaikkan harga jual. Sebagai gantinya, ukuran tempe diperkecil.

“Ukuran tempe diperkecil. Tetapi kalau yang lain pada naik, bisa juga harga naik. Yang jelas kalau keadaan seperti ini, produksi juga bisa turun karena ukuran tempe menyusut,” imbuhnya.

Pilihan ini terdengar sederhana, tapi dampaknya besar konsumen mungkin tak sadar, tapi mereka sebenarnya membeli “lebih sedikit” dengan harga yang sama.

Pemerintah: Stok Aman, Harga Masih Normal

Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi mengakui adanya kenaikan harga bahan baku. Namun, mereka memastikan kondisi pasar masih terkendali.

“Info dari petugas pemantauan harga, sampai saat ini harga tempe dan tahu masih dalam kondisi normal,” kata Kepala Bidang Bapokting, Helmy Yenti.

Ia juga menilai langkah perajin mengecilkan ukuran produk sebagai respons wajar di tengah tekanan global.

Yang Terlihat Stabil, Belum Tentu Aman

Di permukaan, harga tahu dan tempe memang masih “normal”. Tapi di balik itu, ada realitas yang pelan-pelan berubah ukuran mengecil, produksi menurun, dan pekerja kehilangan jam kerja.

Ini bukan sekadar cerita soal kedelai. Ini tentang bagaimana usaha kecil bertahan di tengah gejolak global yang bahkan tak mereka kendalikan.

Lalu pertanyaannya sekarang kalau harga terus naik dan solusi hanya “mengecilkan”, sampai kapan tahu dan tempe tetap jadi makanan rakyat bukan kemewahan diam-diam?. @teguh

Tags: bekasiBesarCikarang BaratDinas Perdagangan Kabupaten BekasiGlobalHarga NaikKedelaiKepala Bidang BapoktingKondisiMengecilOtakPerajinPermintaanPHKplastikProduksiSerang BaruTahuTempeUkuran

REKOMENDASI TABOOO

Gencatan Retak, Iran Blak-blakan Ancam Serangan ke Israel

Gencatan Retak, Iran Blak-blakan Ancam Serangan ke Israel

by dimas
April 9, 2026

Tabooo.id: Global - Ketegangan di Timur Tengah kembali naik. Iran dan Amerika Serikat masih menjalankan gencatan senjata, tetapi Israel terus...

Bendera Setengah Tiang di Beirut, Dunia Menunduk untuk Tiga Prajurit TNI

Peluru Tank Israel Tewaskan Prajurit TNI: Salah Sasaran atau Kesengajaan?

by dimas
April 8, 2026

Tabooo.id: Global - Misi perdamaian seharusnya melindungi. Namun di Lebanon, justru nyawa melayang. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kini mengungkap fakta awal...

Dari Greenland ke Amandemen ke-25: Episode Baru Trump

Amerika dan Rasa Takutnya: Iran atau Bayangannya Sendiri?

by dimas
April 8, 2026

Tabooo.id: Talk - Di tengah gemuruh perang, satu pertanyaan sederhana muncul apakah Iran benar-benar mengancam Amerika Serikat, atau hanya jadi...

Next Post
Vasektomi Bukan Kebiri: Kenapa Tubuh Pria Justru Tetap Normal?

Vasektomi Bukan Kebiri: Kenapa Tubuh Pria Justru Tetap Normal?

Recommended

Indonesia Tekuk Malaysia, Belum Padu: Menang Tipis, PR Masih Menumpuk

Indonesia Tekuk Malaysia, Belum Padu: Menang Tipis, PR Masih Menumpuk

April 8, 2026
Dua HP dan SPPD Disita: Awal atau Akhir Kasus Korupsi di Madiun?

KPK geledah rumah Kadis Kominfo Madiun: Siapa Lagi yang Terseret?

April 6, 2026

Popular

Penggeledahan Berlanjut: Kasus Maidi Mulai Seret Lingkar Dalam

Penggeledahan Berlanjut: Kasus Maidi Mulai Seret Lingkar Dalam

April 9, 2026

Siapa Ibu Sebenarnya? Teror Psikologis di Balik Legenda Malin Kundang

April 2, 2026

Kenapa Damai di Timur Tengah Selalu Rapuh?

April 9, 2026

Madilog: Kenapa Logika Jadi Hal Paling Ditakuti?

April 9, 2026

Benarkah Gencatan Iran-Israel Sudah Gagal Total? Ini Faktanya

April 9, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.