Minggu, September 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kedelai Naik, Tahu-Tempe Menyusut: Bertahan atau Pelan-Pelan Tumbang?

by teguh
April 8, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Lonjakan harga kedelai impor hingga Rp 10.900 per kilogram bukan sekadar angka. Di Bekasi, ini berubah jadi tekanan nyata bagi perajin tahu dan tempe usaha kecil yang selama ini jadi penopang dapur rakyat. Pertanyaannya sederhana tapi menohok kalau bahan baku terus naik, sampai kapan mereka bisa bertahan?

Para perajin di Kabupaten Bekasi kini harus memutar otak. Mereka tak hanya menghadapi kenaikan kedelai, tapi juga biaya plastik kemasan yang ikut meroket. Dampaknya terasa langsung ukuran produk diperkecil, tenaga kerja dikurangi, dan margin keuntungan makin tipis.

Ukuran Diperkecil, Pekerja Dikurangi

Deden (55), perajin tahu di Cikarang Barat, memilih langkah pahit demi menjaga usahanya tetap hidup. Ia mengecilkan ukuran tahu dan mengurangi jumlah pekerja.

“Saya ingin menyelamatkan usaha yang sudah sejak lama saya rintis. Terpaksa dilakukan biar bisa terus produksi,” ujar Deden di Cikarang, Selasa (07/04/2026).

Ia bahkan harus merumahkan hampir separuh karyawannya.

“Jumlah pekerja dibatasi. Hampir 50 persen pekerja dirumahkan, tapi hanya untuk sementara. Saat permintaan besar, baru semua karyawan dipekerjakan. Dalam satu minggu ada sekitar tiga hari di mana karyawan masuk semua. Alhamdulillah mereka semua memahami,” tambahnya, Selasa (07/04/2026).

Langkah ini bukan soal efisiensi biasa ini soal bertahan hidup.

Ini Belum Selesai

Pahlawan Street Centre, Jalan yang Pernah Jadi Nadi Madiun

12 Penyelam Turun ke Laut Jawa, 126 Korban KM Virgo Masih Dicari

Harga Naik Tiap Kiriman, Tanpa Jeda

Sukhep (51), perajin tempe di Serang Baru, menghadapi situasi serupa. Ia menyebut harga kedelai kini menyentuh Rp 10.900 per kilogram, naik dari kisaran Rp 10.000.

“Kalau biasanya satu kuintal kedelai harganya Rp 1 juta, sekarang sudah tembus Rp 1.090.000,” jelas Sukhep, Selasa (07/04/2026).

Masalahnya bukan cuma kenaikan, tapi ketidakpastian. Harga bisa berubah setiap hari.

“Pokoknya setiap kali turun dari truk, harga naik Rp 10.000 per kuintal. Besok juga bisa saja naik lagi Rp 10.000,” ujarnya.

Artinya, perajin tidak pernah benar-benar tahu berapa biaya produksi besok pagi.

Plastik Ikut Naik, Beban Makin Berat

Tekanan tak berhenti di kedelai. Harga plastik kemasan juga melonjak dari Rp 270.000 menjadi Rp 380.000 per rol. Sukhep melihat ini sebagai efek domino dari kondisi global.

“Saya menduga lonjakan harga ini dipicu ketidakstabilan kondisi global. Menurut informasi karena efek dari konflik di Timur Tengah,” katanya.

Di tengah situasi ini, ia memilih tidak menaikkan harga jual. Sebagai gantinya, ukuran tempe diperkecil.

“Ukuran tempe diperkecil. Tetapi kalau yang lain pada naik, bisa juga harga naik. Yang jelas kalau keadaan seperti ini, produksi juga bisa turun karena ukuran tempe menyusut,” imbuhnya.

Pilihan ini terdengar sederhana, tapi dampaknya besar konsumen mungkin tak sadar, tapi mereka sebenarnya membeli “lebih sedikit” dengan harga yang sama.

Pemerintah: Stok Aman, Harga Masih Normal

Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi mengakui adanya kenaikan harga bahan baku. Namun, mereka memastikan kondisi pasar masih terkendali.

“Info dari petugas pemantauan harga, sampai saat ini harga tempe dan tahu masih dalam kondisi normal,” kata Kepala Bidang Bapokting, Helmy Yenti.

Ia juga menilai langkah perajin mengecilkan ukuran produk sebagai respons wajar di tengah tekanan global.

Yang Terlihat Stabil, Belum Tentu Aman

Di permukaan, harga tahu dan tempe memang masih “normal”. Tapi di balik itu, ada realitas yang pelan-pelan berubah ukuran mengecil, produksi menurun, dan pekerja kehilangan jam kerja.

Ini bukan sekadar cerita soal kedelai. Ini tentang bagaimana usaha kecil bertahan di tengah gejolak global yang bahkan tak mereka kendalikan.

Lalu pertanyaannya sekarang kalau harga terus naik dan solusi hanya “mengecilkan”, sampai kapan tahu dan tempe tetap jadi makanan rakyat bukan kemewahan diam-diam?. @teguh

Tags: bekasiGlobalHarga NaikKondisiOtakPerajinPHKplastikProduksi

Kamu Melewatkan Ini

PHK Sritex Sudah Terjadi, Tapi Krisis Buruhnya Belum Selesai

PHK Selesai di Kertas, Buruh Masih Bertarung untuk Hidup

by teguh
Agustus 28, 2026

Ada persoalan yang muncul setelah surat PHK Sritex selesai ditandatangani bagaimana seorang pekerja membangun kembali hidup ketika pekerjaan baru sulit...

Pabrik China Tetap Ngebut, Belanja Konsumen Melambat

Pabrik China Tetap Ngebut, Belanja Konsumen Melambat

by Tabooo
Agustus 17, 2026

Pabrik China masih bergerak cepat, tetapi konsumennya mulai menahan belanja. Data Juli memperlihatkan jurang produksi dan permintaan makin terbuka.

PHK Naik, Pengangguran Turun: Ada yang Salah di Pasar Kerja?

PHK Naik, Pengangguran Turun: Ada yang Salah di Pasar Kerja?

by dimas
Agustus 14, 2026

PHK meningkat saat angka pengangguran turun. Benarkah pasar kerja Indonesia membaik, atau pekerja hanya berpindah ke pekerjaan yang lebih rentan?...

Next Post
Vasektomi Bukan Kebiri: Kenapa Tubuh Pria Justru Tetap Normal?

Vasektomi Bukan Kebiri: Kenapa Tubuh Pria Justru Tetap Normal?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id