Tabooo.id: Sports – Timnas Futsal Indonesia mengalahkan Malaysia. Skor 1-0 cukup untuk mengunci tiket semifinal Piala AFF Futsal 2026. Tapi di balik kemenangan itu, satu hal terasa jelas tim ini belum benar-benar menyatu.
Tekan dari Awal, Kunci di Satu Momen
Indonesia langsung mengontrol permainan sejak menit awal di Nonthaburi Hall, Thailand, Selasa (07/04/2026).
Skuad asuhan Hector Souto menekan, mengatur tempo, dan memaksa Malaysia bertahan. Mereka menciptakan peluang demi peluang, tapi penyelesaian akhir belum maksimal.
Guntur Sulistyo akhirnya memecah kebuntuan lewat satu gol. Gol itu cukup untuk mengamankan kemenangan. Indonesia tampil dominan. Tapi mereka gagal mengubah dominasi jadi pesta gol.
Klasemen Aman, Tapi Ujian Belum Datang
Kemenangan ini membawa Indonesia ke posisi kedua Grup B, tepat di bawah Australia.
Mereka memastikan langkah ke semifinal tanpa harus menunggu hasil lain. Situasi ini terlihat aman di atas kertas.
Namun justru di sinilah masalahnya performa tim belum benar-benar teruji.
Netizen Panas: Menang, Tapi Tetap Nyindir
Suporter langsung bereaksi. Banyak yang tidak puas hanya dengan kemenangan tipis. “Malu lah Malay sama Timnas B aja kalah,” tulis akun X @JalanEmyu.
Komentar lain bahkan meremehkan kekuatan lawan. “Malay emang level kampus, lawan Indo tim B tak bisa menang,” tulis @Aje2211.
Sebagian netizen menilai Indonesia bahkan tidak turun dengan kekuatan penuh. “Malay hadepin skuad C timnas aja kelabakan,” tulis @Surya63121348.
Ekspektasi publik terlihat jelas Indonesia harusnya bisa menang lebih besar.
Rivalitas Bikin Laga Selalu Ribet
Tidak semua komentar bernada sinis. Beberapa suporter mengingatkan bahwa laga melawan Malaysia selalu sulit.
“Memang tidak mudah ketemu rival bebuyutan,” tulis @Muhammad_MARG.
Rivalitas menciptakan tekanan berbeda. Pemain tidak hanya melawan lawan, tapi juga beban mental dan gengsi. Hal itu sering membuat permainan tidak mengalir sempurna.
Masalah Utama: Chemistry Belum Terbangun
Kritik paling tajam datang dari satu aspek kerja sama tim. “Emang masih banyak PR dengan skuad B/C ini,” tulis @emp3_ror.
Sebagian mencoba memberi toleransi. “Tidak buruk untuk tim yang baru berkumpul beberapa hari,” tulis @amanrahmaneee.
Namun sorotan tetap mengarah ke koneksi antar pemain.
“Babak 2 adalah permainan terbaik sejauh ini cuma emang chemistry berasa banget masih belum terlalu cair,” tulis @wobowobow.
Indonesia bermain cepat. Intensitas tinggi. Tapi koordinasi belum stabil. Dalam futsal, satu detik salah umpan bisa mengubah segalanya.
Closing: Menang Saja Tidak Cukup
Indonesia sudah melangkah ke semifinal. Tapi perjalanan sebenarnya baru dimulai. Laga melawan Australia akan jadi ujian sesungguhnya.
Tim ini punya kualitas. Tim ini punya energi. Sekarang mereka butuh satu hal yang belum sepenuhnya hadir chemistry.
Karena di fase gugur, satu kesalahan kecil bisa menghapus semua dominasi. @teguh







