Jumat, Mei 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tiket Pesawat Naik, PPN Ditanggung Negara: Solusi atau Tambal Sulam?

by dimas
April 6, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pemerintah mengizinkan maskapai menaikkan harga tiket pesawat domestik hingga 9-13%. Namun, pemerintah langsung menahan kenaikan agar tidak melonjak lebih tinggi.

Kebijakan ini berdampak luas. Mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi ikut bergantung pada harga tiket.

Pemerintah Tanggung Pajak

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pemerintah menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11%.

Kebijakan ini menyasar tiket pesawat domestik kelas ekonomi pada penerbangan berjadwal.

“Untuk menjaga kenaikan tiket di kisaran 9-13%, kami tanggung PPN 11%,” tegas Airlangga.

Langkah ini langsung menekan harga jual di pasar.

Ini Belum Selesai

Jogja Financial Festival Dibuka: Literasi Keuangan atau Bahaya Utang Digital?

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Negara Gelontorkan Dana Besar

Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,3 triliun setiap bulan. Program ini berjalan selama dua bulan.

Total anggaran mencapai Rp 2,6 triliun.

“Kami siapkan Rp 1,3 triliun per bulan. Jadi dua bulan sekitar Rp 2,6 triliun,” jelasnya.

Pemerintah ingin menahan beban agar tidak sepenuhnya jatuh ke penumpang.

Biaya Bahan Bakar Naik Tajam

Di sisi lain, maskapai menghadapi tekanan biaya. Pemerintah menyesuaikan fuel surcharge menjadi 38%.

Sebelumnya, maskapai hanya mengenakan 10% untuk jet dan 25% untuk pesawat baling-baling.

“Sekarang semua disesuaikan menjadi 38%,” tambahnya.

Kenaikan ini cukup besar. Biaya untuk jet naik sekitar 28%. Sementara itu, pesawat baling-baling naik sekitar 13%.

Suku Cadang Dibebaskan Bea Masuk

Pemerintah juga menekan biaya operasional maskapai dengan membebaskan bea masuk suku cadang pesawat.

Kebijakan ini mendorong efisiensi di sektor perawatan dan perbaikan pesawat.

Airlangga menyebut, sebelumnya industri menanggung bea masuk sekitar Rp 500 miliar per tahun.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap industri MRO bisa tumbuh lebih cepat.

Siapa yang Menanggung?

Kenaikan tiket tetap terjadi. Namun, pemerintah mencoba membatasi dampaknya.

Maskapai tetap menanggung biaya tinggi. Sementara itu, penumpang masih menghadapi harga yang naik.

Kebijakan ini menjadi kompromi. Semua pihak berbagi beban.

Lalu, Apa Dampaknya?

Harga tiket tetap naik, meski lebih terkendali.

Namun, ketergantungan pada subsidi bisa jadi masalah baru.

Jika tekanan biaya terus naik, apakah negara akan terus menahan harga? @dimas

Tags: AvturEkonomi IndonesiaHargaNasionalpenerbanganPesawatSubsidiTiket

Kamu Melewatkan Ini

Ekonomi Tumbuh, Publik Tetap Gelisah: Data Negara vs Realita TikTok

Ekonomi Tumbuh, Publik Tetap Gelisah: Data Negara vs Realita TikTok

by dimas
Mei 22, 2026

Data ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen, tetapi publik tetap merasa hidup semakin berat. Purbaya menilai media sosial ikut membentuk keresahan...

Socrates Tidak Mati, Kita yang Berhenti Bertanya

Filsafat Socrates: Mengapa Berpikir Kritis Semakin Langka di Era Digital

by jeje
Mei 22, 2026

Ada sesuatu yang terasa janggal di zaman ini. Informasi datang tanpa henti. Namun, manusia justru semakin sulit membedakan mana pengetahuan...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Next Post
Cadangan Tipis, Risiko Tebal: Potret Rapuhnya Energi Nasional

Cadangan Tipis, Risiko Tebal: Potret Rapuhnya Energi Nasional

Pilihan Tabooo

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Mei 11, 2026

Realita Hari Ini

Perlawanan Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Perlawanan Dari Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Mei 21, 2026

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Mei 22, 2026

KUHAP 2025 Tegaskan Peran Sah PPNS dalam Sistem Peradilan Pidana

Februari 4, 2026

Inbox Lebih Kalem: Saat Gmail Pakai AI Buat Ngurangin Drama Email

Mei 8, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id