Tabooo.id: Nasional – Pemerintah mengizinkan maskapai menaikkan harga tiket pesawat domestik hingga 9-13%. Namun, pemerintah langsung menahan kenaikan agar tidak melonjak lebih tinggi.
Kebijakan ini berdampak luas. Mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi ikut bergantung pada harga tiket.
Pemerintah Tanggung Pajak
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pemerintah menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11%.
Kebijakan ini menyasar tiket pesawat domestik kelas ekonomi pada penerbangan berjadwal.
“Untuk menjaga kenaikan tiket di kisaran 9-13%, kami tanggung PPN 11%,” tegas Airlangga.
Langkah ini langsung menekan harga jual di pasar.
Negara Gelontorkan Dana Besar
Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,3 triliun setiap bulan. Program ini berjalan selama dua bulan.
Total anggaran mencapai Rp 2,6 triliun.
“Kami siapkan Rp 1,3 triliun per bulan. Jadi dua bulan sekitar Rp 2,6 triliun,” jelasnya.
Pemerintah ingin menahan beban agar tidak sepenuhnya jatuh ke penumpang.
Biaya Bahan Bakar Naik Tajam
Di sisi lain, maskapai menghadapi tekanan biaya. Pemerintah menyesuaikan fuel surcharge menjadi 38%.
Sebelumnya, maskapai hanya mengenakan 10% untuk jet dan 25% untuk pesawat baling-baling.
“Sekarang semua disesuaikan menjadi 38%,” tambahnya.
Kenaikan ini cukup besar. Biaya untuk jet naik sekitar 28%. Sementara itu, pesawat baling-baling naik sekitar 13%.
Suku Cadang Dibebaskan Bea Masuk
Pemerintah juga menekan biaya operasional maskapai dengan membebaskan bea masuk suku cadang pesawat.
Kebijakan ini mendorong efisiensi di sektor perawatan dan perbaikan pesawat.
Airlangga menyebut, sebelumnya industri menanggung bea masuk sekitar Rp 500 miliar per tahun.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap industri MRO bisa tumbuh lebih cepat.
Siapa yang Menanggung?
Kenaikan tiket tetap terjadi. Namun, pemerintah mencoba membatasi dampaknya.
Maskapai tetap menanggung biaya tinggi. Sementara itu, penumpang masih menghadapi harga yang naik.
Kebijakan ini menjadi kompromi. Semua pihak berbagi beban.
Lalu, Apa Dampaknya?
Harga tiket tetap naik, meski lebih terkendali.
Namun, ketergantungan pada subsidi bisa jadi masalah baru.
Jika tekanan biaya terus naik, apakah negara akan terus menahan harga? @dimas




