Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tiket Pesawat Naik, PPN Ditanggung Negara: Solusi atau Tambal Sulam?

by dimas
April 6, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pemerintah mengizinkan maskapai menaikkan harga tiket pesawat domestik hingga 9-13%. Namun, pemerintah langsung menahan kenaikan agar tidak melonjak lebih tinggi.

Kebijakan ini berdampak luas. Mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi ikut bergantung pada harga tiket.

Pemerintah Tanggung Pajak

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pemerintah menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11%.

Kebijakan ini menyasar tiket pesawat domestik kelas ekonomi pada penerbangan berjadwal.

“Untuk menjaga kenaikan tiket di kisaran 9-13%, kami tanggung PPN 11%,” tegas Airlangga.

Langkah ini langsung menekan harga jual di pasar.

Ini Belum Selesai

Tragedi Sibolangit: Empat Nyawa Melayang di Jalur Medan-Berastagi

Vivo T5 Lite Resmi Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh dan Fast Charging 44W

Negara Gelontorkan Dana Besar

Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,3 triliun setiap bulan. Program ini berjalan selama dua bulan.

Total anggaran mencapai Rp 2,6 triliun.

“Kami siapkan Rp 1,3 triliun per bulan. Jadi dua bulan sekitar Rp 2,6 triliun,” jelasnya.

Pemerintah ingin menahan beban agar tidak sepenuhnya jatuh ke penumpang.

Biaya Bahan Bakar Naik Tajam

Di sisi lain, maskapai menghadapi tekanan biaya. Pemerintah menyesuaikan fuel surcharge menjadi 38%.

Sebelumnya, maskapai hanya mengenakan 10% untuk jet dan 25% untuk pesawat baling-baling.

“Sekarang semua disesuaikan menjadi 38%,” tambahnya.

Kenaikan ini cukup besar. Biaya untuk jet naik sekitar 28%. Sementara itu, pesawat baling-baling naik sekitar 13%.

Suku Cadang Dibebaskan Bea Masuk

Pemerintah juga menekan biaya operasional maskapai dengan membebaskan bea masuk suku cadang pesawat.

Kebijakan ini mendorong efisiensi di sektor perawatan dan perbaikan pesawat.

Airlangga menyebut, sebelumnya industri menanggung bea masuk sekitar Rp 500 miliar per tahun.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap industri MRO bisa tumbuh lebih cepat.

Siapa yang Menanggung?

Kenaikan tiket tetap terjadi. Namun, pemerintah mencoba membatasi dampaknya.

Maskapai tetap menanggung biaya tinggi. Sementara itu, penumpang masih menghadapi harga yang naik.

Kebijakan ini menjadi kompromi. Semua pihak berbagi beban.

Lalu, Apa Dampaknya?

Harga tiket tetap naik, meski lebih terkendali.

Namun, ketergantungan pada subsidi bisa jadi masalah baru.

Jika tekanan biaya terus naik, apakah negara akan terus menahan harga? @dimas

Tags: AvturEkonomi IndonesiaHargaNasionalpenerbanganPesawatSubsidiTiket

Kamu Melewatkan Ini

Gasnya Sudah Ada dari Dulu. Yang Lama Dicari Ternyata Tombol “Start”

Gasnya Sudah Ada dari Dulu. Yang Lama Dicari Ternyata Tombol “Start”

by teguh
Juli 17, 2026

Indonesia akhirnya memulai pembangunan Lapangan Abadi Blok Masela setelah menunggu hampir tiga dekade. Kabar itu memang layak disambut. Namun satu...

Gelombang PHK dan Memudarnya Rasa Aman Pekerja

Gelombang PHK dan Memudarnya Rasa Aman Pekerja

by dimas
Juli 17, 2026

Gelombang PHK yang kembali meningkat memicu memudarnya rasa aman pekerja. Di tengah sulitnya mencari kerja, ketidakpastian pasar tenaga kerja kian...

Blok Masela Bergerak Setelah 28 Tahun. Yang Hilang Bukan Sekadar Waktu

Blok Masela Bergerak Setelah 28 Tahun. Yang Hilang Bukan Sekadar Waktu

by teguh
Juli 17, 2026

Selama 28 tahun, Lapangan Abadi Blok Masela lebih sering menjadi bahan rapat daripada sumber energi. Sementara Indonesia sibuk memperdebatkan lokasi...

Next Post
Cadangan Tipis, Risiko Tebal: Potret Rapuhnya Energi Nasional

Cadangan Tipis, Risiko Tebal: Potret Rapuhnya Energi Nasional

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id