Sabtu, September 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Tiket Pesawat Naik, PPN Ditanggung Negara: Solusi atau Tambal Sulam?

by dimas
April 6, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Pemerintah mengizinkan maskapai menaikkan harga tiket pesawat domestik hingga 9-13%. Namun, pemerintah langsung menahan kenaikan agar tidak melonjak lebih tinggi.

Kebijakan ini berdampak luas. Mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi ikut bergantung pada harga tiket.

Pemerintah Tanggung Pajak

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan pemerintah menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11%.

Kebijakan ini menyasar tiket pesawat domestik kelas ekonomi pada penerbangan berjadwal.

“Untuk menjaga kenaikan tiket di kisaran 9-13%, kami tanggung PPN 11%,” tegas Airlangga.

Langkah ini langsung menekan harga jual di pasar.

Ini Belum Selesai

Ban Lepas di Perlintasan, Pikap Tertemper KA Sembrani di Kendal

Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi Dituntut 7 Tahun 2 Bulan

Negara Gelontorkan Dana Besar

Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,3 triliun setiap bulan. Program ini berjalan selama dua bulan.

Total anggaran mencapai Rp 2,6 triliun.

“Kami siapkan Rp 1,3 triliun per bulan. Jadi dua bulan sekitar Rp 2,6 triliun,” jelasnya.

Pemerintah ingin menahan beban agar tidak sepenuhnya jatuh ke penumpang.

Biaya Bahan Bakar Naik Tajam

Di sisi lain, maskapai menghadapi tekanan biaya. Pemerintah menyesuaikan fuel surcharge menjadi 38%.

Sebelumnya, maskapai hanya mengenakan 10% untuk jet dan 25% untuk pesawat baling-baling.

“Sekarang semua disesuaikan menjadi 38%,” tambahnya.

Kenaikan ini cukup besar. Biaya untuk jet naik sekitar 28%. Sementara itu, pesawat baling-baling naik sekitar 13%.

Suku Cadang Dibebaskan Bea Masuk

Pemerintah juga menekan biaya operasional maskapai dengan membebaskan bea masuk suku cadang pesawat.

Kebijakan ini mendorong efisiensi di sektor perawatan dan perbaikan pesawat.

Airlangga menyebut, sebelumnya industri menanggung bea masuk sekitar Rp 500 miliar per tahun.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap industri MRO bisa tumbuh lebih cepat.

Siapa yang Menanggung?

Kenaikan tiket tetap terjadi. Namun, pemerintah mencoba membatasi dampaknya.

Maskapai tetap menanggung biaya tinggi. Sementara itu, penumpang masih menghadapi harga yang naik.

Kebijakan ini menjadi kompromi. Semua pihak berbagi beban.

Lalu, Apa Dampaknya?

Harga tiket tetap naik, meski lebih terkendali.

Namun, ketergantungan pada subsidi bisa jadi masalah baru.

Jika tekanan biaya terus naik, apakah negara akan terus menahan harga? @dimas

Tags: AvturEkonomi IndonesiaHargaNasionalpenerbanganPesawatSubsidiTiket

Kamu Melewatkan Ini

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

by Tabooo
September 1, 2026

Kementerian Kebudayaan merilis lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Lebih dari 5.000 halaman membawa pembaca dari...

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

by Tabooo
Agustus 28, 2026

Kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, menelan korban jiwa. Bambang Setiawan (59), pedagang cermin asal Bendungan Hilir, meninggal setelah dianiaya saat...

Slipi-Palmerah Panas, Pos Polisi Rusak dan Massa Masih Bertahan

Slipi-Palmerah Panas, Pos Polisi Rusak dan Massa Masih Bertahan

by Tabooo
Agustus 28, 2026

Ketegangan belum reda di Slipi-Palmerah hingga Kamis malam. Polisi masih menembakkan gas air mata, sementara massa bertahan dan pos polisi...

Next Post
Cadangan Tipis, Risiko Tebal: Potret Rapuhnya Energi Nasional

Cadangan Tipis, Risiko Tebal: Potret Rapuhnya Energi Nasional

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id