Jumat, Mei 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dolar Perkasa, Rupiah Melemah di Tengah Gejolak Global

by dimas
April 6, 2026
in Bisnis, Reality
A A
Home Reality Bisnis
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Bisnis – Nilai tukar rupiah kembali tertekan di awal pekan. Pada perdagangan Senin (6/4/2026) pagi, rupiah berada di level Rp16.995 per dolar AS.

Angka ini turun 15 poin atau sekitar 0,09 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pelemahan memang tipis, tapi sinyal tekanan masih jelas terasa.

Faktor eksternal kembali jadi pemicu utama.

Asia Menguat, Rupiah Justru Tertahan

Mayoritas mata uang Asia justru bergerak menguat. Yen Jepang, baht Thailand, yuan China, dan won Korea Selatan mencatat penguatan meski tipis.

Namun, tidak semua mata uang di kawasan bernasib sama. Peso Filipina justru melemah cukup dalam.

Ini Belum Selesai

Jogja Financial Festival Dibuka: Literasi Keuangan atau Bahaya Utang Digital?

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Di tengah pergerakan itu, rupiah terlihat belum mampu mengikuti tren penguatan regional.

Hal ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah lebih spesifik dan tidak sekadar mengikuti arah pasar Asia.

Mata Uang Global Kompak Melemah

Di sisi lain, mata uang negara maju justru bergerak di zona merah. Euro, poundsterling, hingga franc Swiss sama-sama melemah terhadap dolar AS.

Dolar Australia dan Kanada juga ikut terkoreksi, meski dalam skala kecil.

Kondisi ini mempertegas posisi dolar AS yang masih dominan di tengah ketidakpastian global.

Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah tidak lepas dari situasi geopolitik yang memanas.

Ia menyoroti konflik di Timur Tengah yang terus meningkat dan mendorong kenaikan harga minyak dunia.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah kekhawatiran eskalasi perang di Timur Tengah dan harga minyak mentah yang terus naik,” ujarnya.

Selain itu, data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan turut memperkuat dolar AS.

Indeks dolar pun ikut naik, menambah tekanan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Proyeksi Pergerakan Rupiah

Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp16.950 hingga Rp17.050 per dolar AS.

Rentang ini menunjukkan volatilitas masih tinggi. Pasar akan terus mencermati perkembangan global, terutama konflik geopolitik dan data ekonomi Amerika Serikat.

Penutup: Waspada Tekanan Berlanjut

Pelemahan rupiah kali ini memang belum signifikan. Namun, arah pergerakannya menunjukkan tekanan eksternal masih kuat.

Selama konflik global belum mereda dan dolar AS tetap perkasa, rupiah kemungkinan sulit menguat signifikan.

Pertanyaannya, apakah ini hanya pelemahan sementara, atau awal dari tekanan yang lebih panjang? @dimas

Tags: ASBisnisDolarEkonomi IndonesiaGlobalHargaKeuanganKrisis GlobalminyakNasionalPasarRupiah

Kamu Melewatkan Ini

Ekonomi Tumbuh, Publik Tetap Gelisah: Data Negara vs Realita TikTok

Ekonomi Tumbuh, Publik Tetap Gelisah: Data Negara vs Realita TikTok

by dimas
Mei 22, 2026

Data ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen, tetapi publik tetap merasa hidup semakin berat. Purbaya menilai media sosial ikut membentuk keresahan...

Socrates Tidak Mati, Kita yang Berhenti Bertanya

Filsafat Socrates: Mengapa Berpikir Kritis Semakin Langka di Era Digital

by jeje
Mei 22, 2026

Ada sesuatu yang terasa janggal di zaman ini. Informasi datang tanpa henti. Namun, manusia justru semakin sulit membedakan mana pengetahuan...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Next Post
Motor Matic: Pilihan Praktis atau Tanda Kita Makin Malas?

Motor Matic: Pilihan Praktis atau Tanda Kita Makin Malas?

Pilihan Tabooo

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Mei 11, 2026

Realita Hari Ini

Perlawanan Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Perlawanan Dari Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Mei 21, 2026

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Mei 22, 2026

KUHAP 2025 Tegaskan Peran Sah PPNS dalam Sistem Peradilan Pidana

Februari 4, 2026

Inbox Lebih Kalem: Saat Gmail Pakai AI Buat Ngurangin Drama Email

Mei 8, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id