Minggu, September 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dolar Perkasa, Rupiah Melemah di Tengah Gejolak Global

by dimas
April 6, 2026
in Bisnis, Reality
A A
Home Reality Bisnis
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Bisnis – Nilai tukar rupiah kembali tertekan di awal pekan. Pada perdagangan Senin (6/4/2026) pagi, rupiah berada di level Rp16.995 per dolar AS.

Angka ini turun 15 poin atau sekitar 0,09 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Pelemahan memang tipis, tapi sinyal tekanan masih jelas terasa.

Faktor eksternal kembali jadi pemicu utama.

Asia Menguat, Rupiah Justru Tertahan

Mayoritas mata uang Asia justru bergerak menguat. Yen Jepang, baht Thailand, yuan China, dan won Korea Selatan mencatat penguatan meski tipis.

Namun, tidak semua mata uang di kawasan bernasib sama. Peso Filipina justru melemah cukup dalam.

Ini Belum Selesai

Pahlawan Street Centre, Jalan yang Pernah Jadi Nadi Madiun

12 Penyelam Turun ke Laut Jawa, 126 Korban KM Virgo Masih Dicari

Di tengah pergerakan itu, rupiah terlihat belum mampu mengikuti tren penguatan regional.

Hal ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah lebih spesifik dan tidak sekadar mengikuti arah pasar Asia.

Mata Uang Global Kompak Melemah

Di sisi lain, mata uang negara maju justru bergerak di zona merah. Euro, poundsterling, hingga franc Swiss sama-sama melemah terhadap dolar AS.

Dolar Australia dan Kanada juga ikut terkoreksi, meski dalam skala kecil.

Kondisi ini mempertegas posisi dolar AS yang masih dominan di tengah ketidakpastian global.

Konflik Timur Tengah Jadi Pemicu

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah tidak lepas dari situasi geopolitik yang memanas.

Ia menyoroti konflik di Timur Tengah yang terus meningkat dan mendorong kenaikan harga minyak dunia.

“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah kekhawatiran eskalasi perang di Timur Tengah dan harga minyak mentah yang terus naik,” ujarnya.

Selain itu, data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan turut memperkuat dolar AS.

Indeks dolar pun ikut naik, menambah tekanan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Proyeksi Pergerakan Rupiah

Untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp16.950 hingga Rp17.050 per dolar AS.

Rentang ini menunjukkan volatilitas masih tinggi. Pasar akan terus mencermati perkembangan global, terutama konflik geopolitik dan data ekonomi Amerika Serikat.

Penutup: Waspada Tekanan Berlanjut

Pelemahan rupiah kali ini memang belum signifikan. Namun, arah pergerakannya menunjukkan tekanan eksternal masih kuat.

Selama konflik global belum mereda dan dolar AS tetap perkasa, rupiah kemungkinan sulit menguat signifikan.

Pertanyaannya, apakah ini hanya pelemahan sementara, atau awal dari tekanan yang lebih panjang? @dimas

Tags: ASBisnisDolarEkonomi IndonesiaGlobalHargaKeuanganKrisis GlobalminyakNasionalPasarRupiah

Kamu Melewatkan Ini

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

by Tabooo
September 1, 2026

Kementerian Kebudayaan merilis lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Lebih dari 5.000 halaman membawa pembaca dari...

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

by Tabooo
Agustus 28, 2026

Kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, menelan korban jiwa. Bambang Setiawan (59), pedagang cermin asal Bendungan Hilir, meninggal setelah dianiaya saat...

Slipi-Palmerah Panas, Pos Polisi Rusak dan Massa Masih Bertahan

Slipi-Palmerah Panas, Pos Polisi Rusak dan Massa Masih Bertahan

by Tabooo
Agustus 28, 2026

Ketegangan belum reda di Slipi-Palmerah hingga Kamis malam. Polisi masih menembakkan gas air mata, sementara massa bertahan dan pos polisi...

Next Post
Motor Matic: Pilihan Praktis atau Tanda Kita Makin Malas?

Motor Matic: Pilihan Praktis atau Tanda Kita Makin Malas?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id