Jumat, Mei 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

6G Di Depan Mata: RI Tak Kejar Sinyal Cepat, Tapi Otak di Baliknya

by teguh
Mei 8, 2026
in Reality, Teknologi
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Teknologi – Indonesia mulai bergerak. Bukan sekadar ikut tren, tapi mencoba masuk ke dapur teknologi masa depan 6G. Lewat riset antena yang digarap peneliti Pusat Riset Telekomunikasi (PRT) BRIN, arah permainan mulai berubah dari konsumsi jadi inovasi.

Masalahnya, 6G bukan cuma soal internet lebih ngebut. Ini soal bagaimana perangkat “berpikir” lebih kompleks, lebih presisi, dan lebih terintegrasi. Di sinilah antena jadi aktor utama, bukan figuran.

Antena Bukan Lagi Pelengkap, Tapi Penentu

Peneliti PRT BRIN, Yohanes Galih Adhiyoga, menegaskan bahwa riset mereka fokus pada antena mikrostrip, baik single-layer maupun multilayer. Teknologi ini tidak berhenti di teori ia menawarkan peningkatan gain sekaligus kontrol arah sinyal yang lebih presisi.

“Riset tersebut turut dikembangkan PRT BRIN. Salah satu fokusnya adalah pengembangan antena mikrostrip untuk menjawab kebutuhan komunikasi generasi mendatang,” kata Yohanes.

Namun, antena di era 6G tidak lagi berdiri sendiri. Ia harus menyatu dengan berbagai komponen aktif seperti IC, transistor, hingga filter dalam satu sistem yang kompleks.

Ketika Smartphone Jadi “Kota Kecil”

Bayangkan smartphone sebagai kota padat. Semua fungsi ada di dalamnya komunikasi, sensor, hingga komputasi. Dalam kondisi seperti ini, antena harus tetap bekerja optimal tanpa mengganggu komponen lain. Di sinilah tantangan terbesar muncul.

Ini Belum Selesai

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Bundaran UGM Jadi Sorotan, Spanduk Permintaan Maaf Terbentang

Integrasi menjadi kunci. Sedikit saja salah desain, performa perangkat bisa turun drastis. Jadi, pengembangan antena bukan lagi sekadar soal bentuk, tapi soal harmoni dalam sistem.

6G: Lompatan, Bukan Sekadar Upgrade

Yohanes menegaskan bahwa riset 6G harus dimulai sekarang, bukan nanti saat teknologi ini sudah jadi tren.

“Saat ini 5G memang masih berkembang, tapi riset tidak bisa berhenti di situ. Kita harus menyiapkan teknologi berikutnya.”

Pernyataan ini seperti pengingat keras negara yang hanya menunggu, akan selalu tertinggal. 6G bukan sekadar upgrade kecepatan, tapi perubahan cara perangkat dan jaringan bekerja secara keseluruhan.

Peluang Besar untuk Generasi Muda

Di balik teknologi, ada faktor yang lebih penting manusia. Kepala PRT BRIN, Nasrullah Armi, melihat riset 6G sebagai peluang besar bagi talenta muda Indonesia.

“Kesempatan di bidang ini masih sangat luas. Mahasiswa perlu mulai menentukan minat sejak sekarang.”

Artinya, masa depan 6G tidak hanya ditentukan oleh laboratorium, tapi juga oleh pilihan generasi hari ini.

Jadi Penonton atau Pemain?

Indonesia sudah mulai menyiapkan langkah. Riset berjalan, arah sudah jelas, dan peluang terbuka lebar.

Tapi pertanyaan akhirnya tetap sederhana dan sedikit menampar. Saat 6G benar-benar datang, kita cuma pakai atau ikut menciptakan?. @teguh

Tags: brininovasiinternetKomponenNasionalSensorSinyalSmartphone

Kamu Melewatkan Ini

Socrates Tidak Mati, Kita yang Berhenti Bertanya

Filsafat Socrates: Mengapa Berpikir Kritis Semakin Langka di Era Digital

by jeje
Mei 22, 2026

Ada sesuatu yang terasa janggal di zaman ini. Informasi datang tanpa henti. Namun, manusia justru semakin sulit membedakan mana pengetahuan...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Rupiah Rp16.800, Ekonomi 6,5%: Janji Fiskal atau Ujian Realitas 2027

Rupiah Rp16.800, Ekonomi 6,5%: Janji Fiskal atau Ujian Realitas 2027

by jeje
Mei 20, 2026

Rupiah masih bergerak di wilayah yang bikin banyak orang waswas. Harga kebutuhan belum terasa ringan, biaya hidup makin terasa sempit,...

Next Post
Zero Post: Saat Gen Z Capek Jadi Konten, Tapi Masih Jadi Penonton

Zero Post: Saat Gen Z Capek Jadi Konten, Tapi Masih Jadi Penonton

Pilihan Tabooo

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Mei 11, 2026

Realita Hari Ini

Perlawanan Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Perlawanan Dari Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Mei 21, 2026

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Mei 22, 2026

KUHAP 2025 Tegaskan Peran Sah PPNS dalam Sistem Peradilan Pidana

Februari 4, 2026

Inbox Lebih Kalem: Saat Gmail Pakai AI Buat Ngurangin Drama Email

Mei 8, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id