Jumat, Mei 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Paapa Essiedu Belum Main, Tapi Sudah Dibunuh’ di Internet

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Film
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Film – Kasus yang menimpa Paapa Essiedu ini bukan sekadar “drama fandom,” tapi sudah masuk wilayah serius rasisme, ancaman kekerasan, dan tekanan psikologis terhadap aktor yang hanya menjalankan pekerjaannya.

Dari Panggung ke Hogwarts

Paapa Essiedu mencuri perhatian lewat proyek seperti Black Mirror dan I May Destroy You. Setelah itu, pihak produksi menunjuknya untuk memerankan Severus Snape dalam serial reboot Harry Potter. Sebelumnya, Alan Rickman membangun citra Snape yang ikonik di versi film. Karena itu, perubahan casting terutama soal ras langsung memicu perdebatan keras di internet.

Ancaman yang Melewati Batas

Setelah pengumuman itu, Essiedu menerima pesan mengerikan di media sosial, termasuk ancaman pembunuhan. Ia menegaskan bahwa tidak ada orang yang pantas menghadapi hal seperti ini hanya karena bekerja. Fenomena ini menunjukkan banyak orang masih meremehkan kebencian digital, padahal dampaknya nyata baik secara emosional maupun dari sisi keamanan.

Kritik vs Serangan Personal

Publik tentu boleh mengkritik adaptasi, apalagi untuk franchise sebesar Harry Potter. Namun, sebagian orang melampaui batas. Mereka tidak lagi membahas kualitas cerita atau akting, tetapi langsung menyerang Essiedu secara personal dengan muatan rasis. Pola ini terus berulang setiap kali aktor kulit hitam masuk ke waralaba besar dan dianggap “tidak sesuai” oleh sebagian penggemar.

Dampak Emosional yang Nyata

Essiedu mengakui situasi ini memengaruhi emosinya. Ia sempat membandingkan pekerjaannya dengan profesi lain yang lebih berisiko, seolah mengecilkan beban yang ia rasakan. Namun, pernyataan itu justru menegaskan satu hal: tekanan mental tetap nyata, bahkan ketika seseorang hanya berakting.

Ini Belum Selesai

Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan: Apa Isi Buku Ini?

Kok Bisa Makanan Korea Lebih Viral daripada Kuliner Nusantara?

Dari Ancaman Jadi Motivasi

Alih-alih mundur, Essiedu memilih melangkah maju. Ia ingin membentuk versi Snape miliknya sendiri. Ia juga membawa motivasi personal: keinginan menghadirkan representasi bagi anak-anak yang dulu, seperti dirinya, hanya bisa membayangkan diri mereka berada di Hogwarts tanpa pernah melihat sosok yang mirip dengan mereka.

Lebih dari Sekadar Serial

Kasus ini membuka diskusi yang lebih luas tentang siapa yang layak hadir dalam dunia fiksi. Banyak orang masih menuntut karakter tetap sama seperti versi lama. Padahal, dunia fiksi memberi ruang untuk interpretasi baru. Reaksi berlebihan sering kali bukan soal cerita, tetapi soal siapa yang akhirnya tampil di layar.

Pertanyaan yang Tersisa

Kalau dunia sihir saja masih dipenuhi kebencian di dunia nyata, siapa sebenarnya yang perlu berubah? @eko

Kamu Melewatkan Ini

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

by dimas
Mei 15, 2026

Jurnalis di Kalimantan Tengah diteror usai ajak nobar film “Pesta Babi”. Ancaman air keras memicu kekhawatiran atas kebebasan pers dan...

Kampus atau Katering? Ketika Ruang Ilmu Mulai Sibuk Urus Dapur

Kampus atau Katering? Ketika Ruang Ilmu Mulai Sibuk Urus Dapur

by dimas
Mei 15, 2026

Kampus mulai masuk ke dapur MBG dan rantai distribusi pangan nasional. Ketika ruang ilmu berubah jadi operator kebijakan, siapa yang...

Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan: Apa Isi Buku Ini?

Orang-Orang di Persimpangan Kiri Jalan: Apa Isi Buku Ini?

by jeje
Mei 15, 2026

Sejarah Indonesia sering hadir seperti pertandingan yang hasilnya sudah ditentukan sejak awal. Ada pahlawan, ada pengkhianat. Ada pihak benar, ada...

Next Post
Anak Tanpa Sosial Media: Proteksi atau Panik Kolektif?

Anak Tanpa Sosial Media: Proteksi atau Panik Kolektif?

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Judi Online Kini Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Sudah Terpapar

Judol Memburu Anak-anak: 80 Ribu Bocah di Bawah 10 Tahun Terpapar

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

Pemerintah Tak Melarang Pesta Babi, Tapi Mengapa Nobar Mahasiswa Tetap Dihentikan?

Mei 14, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id