Kamis, Juni 11, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sopir Diduga Mengantuk, Mikrobus Rombongan Wisata Kecelakaan di Banten

by dimas
Maret 24, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Kecelakaan tunggal terjadi di jalur wisata Jalan Raya Bayah-Sawarna, tepatnya di Kampung Tumenggung, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Sebuah mikrobus yang membawa puluhan wisatawan kehilangan kendali lalu menghantam tebing di sisi jalan saat menuju kawasan pantai.

Mikrobus jenis Hino bernomor polisi B 7885 FAA itu mengangkut 36 orang, terdiri dari 34 penumpang, satu kernet, dan sopir. Rombongan berangkat dari arah Pulo Manuk menuju Pantai Sawarna melalui jalur sempit, berliku, dan penuh turunan curam.

Sopir Hilang Kendali di Titik Rawan

Polisi menduga sopir mengantuk saat melintasi turunan Cariang. Kondisi itu membuat kendaraan melaju tanpa kontrol hingga akhirnya menabrak tebing.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Lebak, Aris Setyawan, menjelaskan bahwa pengemudi tidak mampu menjaga kendali kendaraan saat memasuki titik rawan. Jalan menurun yang tajam memperparah situasi ketika konsentrasi sopir menurun.

Peristiwa ini kembali menunjukkan tingginya risiko di jalur wisata yang menuntut kewaspadaan penuh, terutama bagi pengemudi yang membawa banyak penumpang.

Ini Belum Selesai

Harga Pertamax Melonjak, Dompet Rakyat Kian Tercekik

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Korban Segera Dievakuasi, Luka Didominasi Ringan

Benturan keras melempar sebagian penumpang dari posisi duduk dan menyebabkan luka di beberapa bagian tubuh. Petugas langsung mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

Sebanyak 13 korban menjalani perawatan di puskesmas, sementara 11 lainnya mendapat penanganan di RSUD Cilograng. Penumpang lainnya tetap berada di rumah warga karena tidak mengalami luka.

Insiden ini memicu kepanikan di lokasi. Warga sekitar bergerak cepat membantu proses evakuasi sebelum petugas tiba.

Wisatawan Hadapi Risiko di Jalur Minim Pengawasan

Kecelakaan ini menyoroti posisi wisatawan yang sangat bergantung pada kesiapan sopir dan kondisi kendaraan. Jalur Bayah–Sawarna memang menantang, tetapi kendaraan wisata terus melintasinya tanpa pengawasan ketat terhadap faktor kelelahan pengemudi.

Di sisi lain, sopir angkutan wisata kerap mengejar waktu tempuh dan menghadapi tekanan perjalanan. Kondisi ini sering menurunkan fokus saat melintasi jalur ekstrem.

Polisi kini mendalami kasus ini untuk memastikan penyebab utama kecelakaan. Namun, faktor kelelahan sopir kembali muncul sebagai pola yang berulang dalam berbagai insiden serupa.

Perjalanan wisata seharusnya memberi rasa aman dan nyaman. Namun di lapangan, kelalaian kecil seperti kelelahan sopir justru mengubah perjalanan menjadi ancaman dan lagi-lagi, penumpang yang harus lebih dulu menanggung risikonya. @dimas

Tags: ArusBantenbusJalurKecelakaanKeselamatanlebakNasional

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

by teguh
Mei 29, 2026

Hari Lahir Pancasila tahun ini terasa lebih dari sekadar seremoni negara. Di tengah dinamika politik nasional, publik mulai bertanya: siapa...

Next Post
Ambisi Besar, Kapasitas Terbatas: Risiko di Balik MBG dan Koperasi Desa

Ambisi Besar, Kapasitas Terbatas: Risiko di Balik MBG dan Koperasi Desa

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id