Tabooo.id: Regional – Kecelakaan tunggal terjadi di jalur wisata Jalan Raya Bayah-Sawarna, tepatnya di Kampung Tumenggung, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Sebuah mikrobus yang membawa puluhan wisatawan kehilangan kendali lalu menghantam tebing di sisi jalan saat menuju kawasan pantai.
Mikrobus jenis Hino bernomor polisi B 7885 FAA itu mengangkut 36 orang, terdiri dari 34 penumpang, satu kernet, dan sopir. Rombongan berangkat dari arah Pulo Manuk menuju Pantai Sawarna melalui jalur sempit, berliku, dan penuh turunan curam.
Sopir Hilang Kendali di Titik Rawan
Polisi menduga sopir mengantuk saat melintasi turunan Cariang. Kondisi itu membuat kendaraan melaju tanpa kontrol hingga akhirnya menabrak tebing.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Lebak, Aris Setyawan, menjelaskan bahwa pengemudi tidak mampu menjaga kendali kendaraan saat memasuki titik rawan. Jalan menurun yang tajam memperparah situasi ketika konsentrasi sopir menurun.
Peristiwa ini kembali menunjukkan tingginya risiko di jalur wisata yang menuntut kewaspadaan penuh, terutama bagi pengemudi yang membawa banyak penumpang.
Korban Segera Dievakuasi, Luka Didominasi Ringan
Benturan keras melempar sebagian penumpang dari posisi duduk dan menyebabkan luka di beberapa bagian tubuh. Petugas langsung mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
Sebanyak 13 korban menjalani perawatan di puskesmas, sementara 11 lainnya mendapat penanganan di RSUD Cilograng. Penumpang lainnya tetap berada di rumah warga karena tidak mengalami luka.
Insiden ini memicu kepanikan di lokasi. Warga sekitar bergerak cepat membantu proses evakuasi sebelum petugas tiba.
Wisatawan Hadapi Risiko di Jalur Minim Pengawasan
Kecelakaan ini menyoroti posisi wisatawan yang sangat bergantung pada kesiapan sopir dan kondisi kendaraan. Jalur Bayah–Sawarna memang menantang, tetapi kendaraan wisata terus melintasinya tanpa pengawasan ketat terhadap faktor kelelahan pengemudi.
Di sisi lain, sopir angkutan wisata kerap mengejar waktu tempuh dan menghadapi tekanan perjalanan. Kondisi ini sering menurunkan fokus saat melintasi jalur ekstrem.
Polisi kini mendalami kasus ini untuk memastikan penyebab utama kecelakaan. Namun, faktor kelelahan sopir kembali muncul sebagai pola yang berulang dalam berbagai insiden serupa.
Perjalanan wisata seharusnya memberi rasa aman dan nyaman. Namun di lapangan, kelalaian kecil seperti kelelahan sopir justru mengubah perjalanan menjadi ancaman dan lagi-lagi, penumpang yang harus lebih dulu menanggung risikonya. @dimas



