Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gunung Ile Lewotolok Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 300 Meter

by dimas
Maret 16, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan peningkatan dalam sepekan terakhir. Gunung yang masih berstatus Level II atau waspada itu kembali mengalami erupsi, Senin (16/3/2026) pukul 11.09 WITA. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 1.723 meter di atas permukaan laut.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok, Syawaludin, melaporkan bahwa kolom abu tampak berwarna kelabu dengan intensitas cukup tebal dan condong ke arah timur. Alat pemantau juga merekam aktivitas tersebut dalam seismogram dengan amplitudo maksimum 6,3 milimeter dan durasi sekitar 40 detik.

Peningkatan aktivitas sebenarnya sudah terlihat sejak sehari sebelumnya. Pada Minggu (15/3/2026), gunung tersebut meletus hingga sembilan kali dengan tinggi kolom abu berkisar 100 hingga 200 meter. Letusan disertai suara gemuruh lemah yang terdengar dari sekitar kawasan gunung.

Secara visual, puncak gunung kerap tertutup kabut tipis. Asap kawah terlihat berwarna putih dengan tekanan lemah dan ketinggian sekitar 25 hingga 50 meter di atas kawah. Meski belum menunjukkan peningkatan status, aktivitas ini tetap menjadi perhatian bagi warga yang tinggal di sekitar lereng gunung.

Petugas pengamatan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik. Warga yang beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker atau alat pelindung pernapasan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Warga Sekitar Paling Rentan

Masyarakat yang tinggal di desa-desa sekitar lereng gunung menjadi kelompok yang paling terdampak jika intensitas erupsi terus meningkat. Abu vulkanik dapat mengganggu aktivitas harian, merusak tanaman, hingga memicu gangguan pernapasan bagi warga yang terpapar secara langsung.

Karena itu, aparat pemantau terus memonitor perkembangan aktivitas gunung secara intensif. Pemerintah daerah juga diminta menyiapkan langkah mitigasi jika aktivitas vulkanik meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Penerbangan di Bandara Wunopito Masih Normal

Di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik, operasional penerbangan di Bandara Wunopito, Lembata, masih berjalan normal. Kepala bandara, Sudarmana, memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada gangguan penerbangan akibat abu vulkanik.

Menurutnya, aktivitas penumpang justru mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan tersebut berkaitan dengan pergerakan masyarakat menjelang periode mudik Lebaran 2026.

Situasi ini menunjukkan dua realitas yang berjalan bersamaan di Lembata. Di satu sisi, aktivitas gunung api kembali mengingatkan masyarakat pada ancaman alam yang selalu mengintai. Di sisi lain, mobilitas warga tetap bergerak karena hidup, seperti perjalanan pulang kampung, memang tidak pernah benar-benar bisa menunggu gunung berhenti bernapas. @dimas

Tags: bencanaerupsigunungGunung ApiIle LewotolokInfoLembataNasionalNTT

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

Buku yang Menulis Indonesia Sebelum Indonesia Lahir

by jeje
Juni 2, 2026

Bagaimana mungkin seseorang menulis tentang Indonesia sebelum Indonesia benar-benar ada? Pertanyaan itu muncul ketika membaca Naar de Republiek Indonesia, karya Tan...

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

BPIP Undang Semua Mantan Presiden ke Hari Lahir Pancasila, Siapa yang Datang?

by teguh
Mei 29, 2026

Hari Lahir Pancasila tahun ini terasa lebih dari sekadar seremoni negara. Di tengah dinamika politik nasional, publik mulai bertanya: siapa...

Next Post
Tiket Mudik Palsu di Semayang, Uang Korban Ludes ke Judi Online

Tiket Mudik Palsu di Semayang, Uang Korban Ludes ke Judi Online

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id