Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kasus Ijazah Jokowi: Rismon Sianipar Serahkan Permohonan Restorative Justice

by dimas
Maret 13, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Sore itu, kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, ramai dengan aktivitas. Rismon Sianipar, peneliti forensik digital, tiba dengan Toyota Fortuner hitam bernopol L 1281 CBH dan langsung masuk ke rumah Jokowi. Pertemuan itu berlangsung pada Rabu (12/3/2026), ketika Rismon menyerahkan permohonan restorative justice (RJ) terkait dugaan pencemaran nama baik mengenai ijazah Jokowi.

Permohonan Restorative Justice Resmi Diserahkan

Rismon menyerahkan permohonan RJ pekan lalu melalui kuasa hukumnya, Jahmada Girsang, kepada penyidik Polda Metro Jaya. Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Iman Imanudin, menjelaskan penyidik kini menindaklanjuti pengajuan tersebut.

“Beberapa hari lalu, RHS dan kuasa hukumnya menyerahkan surat permohonan fasilitasi restorative justice,” jelasnya.

Selain itu, Rismon rutin datang ke Polda untuk memantau perkembangan permohonan RJ dan menjalani kewajiban wajib lapor. Kuasa hukumnya menegaskan permohonan RJ sudah resmi sesuai Pasal 79 KUHAP terbaru, tetapi mereka tetap terbuka jika kasus ini berlanjut ke persidangan.

Temuan Baru yang Dinamis

Rismon membawa kabar penting bagi penyidik. Ia menemukan fakta baru terkait penelitian ijazah Jokowi, berbeda dari kesimpulan buku Jokowi’s White Paper yang ia tulis bersama Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma.

Ini Belum Selesai

Kirab Pusaka di Tengah Dualisme: Tradisi atau Legitimasi?

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

“Penelitian ini bersifat on going dan terus berkembang. Saya melaporkan temuan terbaru ke penyidik, dan hasil ini bisa bertentangan dengan simpulan sebelumnya,” tambahnya.

Dengan demikian, bukti lama tidak lagi final analisis digital forensik bersifat dinamis dan menyesuaikan fakta baru yang muncul.

Dampak Bagi Publik dan Politik

Kasus ini menyoroti hubungan erat antara hukum dan persepsi publik. Publik, media, dan politikus memantau setiap langkah Rismon dan Jokowi. Dampak terbesar dirasakan pemerintah pusat, citra presiden, serta masyarakat yang menunggu kepastian hukum. Selain itu, opini publik bisa cepat berubah berdasarkan perkembangan terbaru di lapangan.

Pertemuan sore itu mengingatkan bahwa hukum dan politik selalu berjalan beriringan. Restorative justice tidak hanya menyelesaikan sengketa, tetapi juga menjaga reputasi dan menata persepsi publik. Dalam politik, fakta lama dapat terlihat berbeda begitu bukti baru muncul, sehingga masyarakat harus jeli menilai mana temuan faktual dan mana sekadar opini. @dimas

Tags: 2026DigitalForensikIjazahjokowiKasusKriminal & HukumKUHAPPolitik IndonesiapresidenRestorative JusticeSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Seruan Reformasi Jilid 2: Aspirasi Publik atau Nostalgia Politik?

Seruan Reformasi Jilid 2: Aspirasi Publik atau Nostalgia Politik?

by teguh
Juni 13, 2026

Beberapa hari ini publik kembali mendengar sebuah istilah yang pernah mengubah arah sejarah Indonesia yaitu, Reformasi. Bedanya, kali ini istilah...

Reformasi Jilid 2: Gerakan Moral atau Sekadar Label Politik?

Reformasi Jilid 2: Gerakan Moral atau Sekadar Label Politik?

by teguh
Juni 12, 2026

Aksi mahasiswa kembali memenuhi jalanan. Spanduk kritik bermunculan. Tagar perlawanan beredar luas di media sosial. Di tengah suasana itu, satu...

Melawan Simplifikasi Sejarah: Indonesia Sedang Menuju Reformasi Jilid 2?

Melawan Simplifikasi Sejarah: Indonesia Sedang Menuju Reformasi Jilid 2?

by teguh
Juni 12, 2026

Di bawah terik siang yang membakar aspal ibu kota, mahasiswa kembali berdiri di jalanan. Mereka membawa poster, pengeras suara, dan...

Next Post
Serangan Drone Iran Guncang Israel, Korban Sipil Meningkat dan Diplomasi Memanas

Serangan Drone Iran Guncang Israel, Korban Sipil Meningkat dan Diplomasi Memanas

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id