Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kasus Ijazah Jokowi: Rismon Sianipar Serahkan Permohonan Restorative Justice

by dimas
Maret 13, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Sore itu, kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, ramai dengan aktivitas. Rismon Sianipar, peneliti forensik digital, tiba dengan Toyota Fortuner hitam bernopol L 1281 CBH dan langsung masuk ke rumah Jokowi. Pertemuan itu berlangsung pada Rabu (12/3/2026), ketika Rismon menyerahkan permohonan restorative justice (RJ) terkait dugaan pencemaran nama baik mengenai ijazah Jokowi.

Permohonan Restorative Justice Resmi Diserahkan

Rismon menyerahkan permohonan RJ pekan lalu melalui kuasa hukumnya, Jahmada Girsang, kepada penyidik Polda Metro Jaya. Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Iman Imanudin, menjelaskan penyidik kini menindaklanjuti pengajuan tersebut.

“Beberapa hari lalu, RHS dan kuasa hukumnya menyerahkan surat permohonan fasilitasi restorative justice,” jelasnya.

Selain itu, Rismon rutin datang ke Polda untuk memantau perkembangan permohonan RJ dan menjalani kewajiban wajib lapor. Kuasa hukumnya menegaskan permohonan RJ sudah resmi sesuai Pasal 79 KUHAP terbaru, tetapi mereka tetap terbuka jika kasus ini berlanjut ke persidangan.

Temuan Baru yang Dinamis

Rismon membawa kabar penting bagi penyidik. Ia menemukan fakta baru terkait penelitian ijazah Jokowi, berbeda dari kesimpulan buku Jokowi’s White Paper yang ia tulis bersama Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

“Penelitian ini bersifat on going dan terus berkembang. Saya melaporkan temuan terbaru ke penyidik, dan hasil ini bisa bertentangan dengan simpulan sebelumnya,” tambahnya.

Dengan demikian, bukti lama tidak lagi final analisis digital forensik bersifat dinamis dan menyesuaikan fakta baru yang muncul.

Dampak Bagi Publik dan Politik

Kasus ini menyoroti hubungan erat antara hukum dan persepsi publik. Publik, media, dan politikus memantau setiap langkah Rismon dan Jokowi. Dampak terbesar dirasakan pemerintah pusat, citra presiden, serta masyarakat yang menunggu kepastian hukum. Selain itu, opini publik bisa cepat berubah berdasarkan perkembangan terbaru di lapangan.

Pertemuan sore itu mengingatkan bahwa hukum dan politik selalu berjalan beriringan. Restorative justice tidak hanya menyelesaikan sengketa, tetapi juga menjaga reputasi dan menata persepsi publik. Dalam politik, fakta lama dapat terlihat berbeda begitu bukti baru muncul, sehingga masyarakat harus jeli menilai mana temuan faktual dan mana sekadar opini. @dimas

Tags: 2026DigitalForensikIjazahjokowiKasusKriminal & HukumKUHAPPolitik IndonesiapresidenRestorative JusticeSosial & Publik

Kamu Melewatkan Ini

Jokowi Tak Lagi Bicara Dua Periode: Sinyal Politik atau Sekadar Menahan Diri?

Jokowi Tak Lagi Bicara Dua Periode: Sinyal Politik atau Sekadar Menahan Diri?

by dimas
Oktober 10, 2026

Jokowi tak lagi menegaskan dukungan dua periode untuk Prabowo-Gibran. Sinyal politik menuju Pilpres 2029 atau sekadar sikap hati-hati? Tabooo.id -...

Pemakzulan Gibran: Kritik Konstitusional atau Sekadar Amarah Politik?

Pemakzulan Gibran: Kritik Konstitusional atau Sekadar Amarah Politik?

by eko
Oktober 9, 2026

Wacana pemakzulan Gibran memicu perdebatan. Kritik boleh keras, tetapi prosesnya tetap harus mengikuti mekanisme konstitusi. Tabooo.id - Wacana pemakzulan Gibran...

Jokowi: Jika Ingin Makzulkan Gibran, Ikuti Mekanisme Konstitusi

Jokowi: Jika Ingin Makzulkan Gibran, Ikuti Mekanisme Konstitusi

by eko
Oktober 8, 2026

Jokowi menegaskan pemakzulan Gibran harus mengikuti mekanisme demokrasi dan konstitusi setelah putusan MK terkait syarat pendidikan. Tabooo.id: Surakarta - Presiden...

Next Post
Serangan Drone Iran Guncang Israel, Korban Sipil Meningkat dan Diplomasi Memanas

Serangan Drone Iran Guncang Israel, Korban Sipil Meningkat dan Diplomasi Memanas

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id