Tabooo.id: Global – Amerika Serikat dan Israel kembali melancarkan serangan militer ke Iran. Kali ini serangan menghantam depot penyimpanan minyak dan fasilitas energi di ibu kota Tehran, memicu kebakaran besar yang terlihat dari berbagai sudut kota.
Laporan media internasional menyebutkan kobaran api muncul di wilayah pinggiran utara Teheran tak lama setelah ledakan terdengar. Asap hitam membumbung tinggi, menandakan bahwa fasilitas energi yang menjadi tulang punggung ekonomi Iran ikut terseret dalam pusaran konflik.
Serangan ini mempertegas satu hal perang di Timur Tengah tidak lagi hanya menyasar pangkalan militer, tetapi juga infrastruktur ekonomi strategis.
Israel Klaim Target Militer Iran
Militer Israel mengakui operasi tersebut. Mereka menyatakan bahwa pasukan Israel menargetkan fasilitas minyak yang menurut mereka memiliki keterkaitan dengan angkatan bersenjata Iran.
Pemerintah Iran juga mengonfirmasi serangan tersebut melalui kantor berita resmi Islamic Republic News Agency (IRNA). Media pemerintah itu melaporkan bahwa sebuah depot minyak di selatan Teheran menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel.
Depot tersebut berada di kawasan industri yang dekat dengan salah satu kilang minyak utama Iran. Meski begitu, kantor berita Iranian Labour News Agency (ILNA) menyatakan bahwa fasilitas kilang utama tidak mengalami kerusakan serius akibat serangan tersebut.
Namun jurnalis internasional yang berada di lokasi melihat api dan asap terus membumbung dari area depot minyak lain di wilayah barat laut Teheran.
Serangan terhadap fasilitas energi ini menjadi salah satu eskalasi paling sensitif, karena minyak merupakan sumber utama pendapatan negara Iran.
Serangan Energi, Dampaknya Global
Ketika fasilitas minyak menjadi target militer, dampaknya tidak berhenti di medan perang. Pasar energi global biasanya langsung bereaksi.
Iran merupakan salah satu produsen minyak besar di kawasan Timur Tengah. Gangguan terhadap infrastruktur energinya dapat memicu kekhawatiran baru di pasar minyak dunia, terutama ketika jalur pasokan global sudah rapuh akibat konflik regional.
Yang paling terdampak bukan hanya pemerintah Iran, tetapi juga masyarakat biasa. Serangan terhadap depot minyak dapat memicu gangguan distribusi energi, kenaikan harga bahan bakar, hingga tekanan ekonomi dalam negeri.
Dalam konflik modern, pabrik, pelabuhan, dan kilang minyak sering menjadi target strategis karena menyerang ekonomi kadang dianggap lebih efektif daripada menghancurkan tank.
Perang Memanas Sejak Serangan Februari
Ketegangan di kawasan ini meningkat tajam sejak serangan besar pada 28 Februari 2026. Dalam operasi tersebut, Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran dan menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Peristiwa itu memicu gelombang eskalasi di Timur Tengah.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta kepentingan Amerika Serikat di beberapa titik kawasan. Serangan balasan itu memperluas konflik dan meningkatkan kekhawatiran akan perang regional yang lebih besar.
Kini, dengan depot minyak Teheran ikut menjadi sasaran, konflik tersebut semakin menyentuh jantung ekonomi Iran.
Dan seperti biasanya dalam perang modern, yang pertama terbakar bukan hanya bangunan tetapi juga stabilitas kawasan dan harga energi dunia. @dimas




