Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Material Vulkanik Menumpuk di Lereng

by dimas
Maret 7, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu meluncurkan awan panas pada Sabtu (7/3/2026) pagi.

Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru mencatat erupsi tersebut berlangsung selama 4 menit 35 detik dengan amplitudo maksimum 12 milimeter. Aktivitas vulkanik itu terekam mulai pukul 10.20 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, mengatakan petugas memantau langsung pergerakan awan panas dari pos pengamatan. Namun kabut tebal yang menyelimuti puncak Semeru membuat tim tidak dapat memastikan jarak luncuran material panas tersebut.

“Terjadi awan panas guguran, tetapi jarak luncurnya tidak dapat kami amati karena gunung tertutup kabut,” ujar Isnugroho di Kantor BPBD Lumajang, Sabtu.

Meski begitu, aktivitas tersebut tidak berlangsung lama. Petugas memastikan kondisi gunung kembali relatif tenang setelah erupsi singkat itu.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Material Vulkanik Terus Bertambah di Lereng Semeru

Meskipun tidak menimbulkan dampak langsung bagi permukiman warga, erupsi tersebut tetap meninggalkan konsekuensi penting. Awan panas membawa material vulkanik berupa pasir dan batu yang kini menumpuk di lereng gunung.

Isnugroho menjelaskan, tumpukan material tersebut berpotensi berubah menjadi banjir lahar jika hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Material di lereng semakin banyak. Jika hujan deras turun, material itu bisa terbawa aliran lahar,” jelasnya.

Ancaman ini bukan hal baru bagi masyarakat di sekitar Semeru. Setiap musim hujan datang, sungai-sungai yang berhulu di gunung tersebut kerap membawa material vulkanik yang mengalir deras ke wilayah hilir.

Warga Diminta Tetap Tenang, Tapi Siaga

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, meminta masyarakat tetap tenang sambil terus memantau informasi resmi dari petugas pengamatan gunung api.

Menurutnya, luncuran awan panas kali ini masih berada dalam radius aman dan tidak mendekati kawasan permukiman warga.

“Jarak luncurnya masih dalam radius aman. Warga sudah memahami langkah yang harus mereka lakukan,” ujar Indah.

Namun ia juga mengingatkan satu faktor yang sering memicu bencana susulan di kawasan Semeru: hujan deras.

Pemerintah daerah berharap cuaca tetap bersahabat dalam beberapa hari ke depan. Jika hujan lebat turun, material vulkanik yang menumpuk di lereng bisa berubah menjadi banjir lahar yang mengancam desa-desa di jalur aliran sungai.

Ancaman yang Selalu Mengintai di Lereng Semeru

Bagi warga Lumajang, erupsi Semeru bukan sekadar berita. Gunung ini sudah lama menjadi bagian dari kehidupan sekaligus sumber kekhawatiran.

Setiap aktivitas vulkanik selalu mengingatkan mereka pada satu hal: bahaya sering datang bukan dari letusan besar, tetapi dari material yang perlahan turun bersama hujan.

Gunung bisa kembali tenang dalam hitungan menit. Namun bagi warga yang hidup di lerengnya, kewaspadaan harus bertahan jauh lebih lama. @dimas

Tags: banjirbencanaBPBDerupsiGunung ApiGunung SemeruInfoJawa TimurLaharLumajangMitigasiPanassemeru

Kamu Melewatkan Ini

17 Agustus Mode Darurat: HUT 81 RI, Bendera Naik, Data Korban Mengejar

17 Agustus Mode Darurat: HUT 81 RI, Bendera Naik, Data Korban Mengejar

by teguh
Agustus 17, 2026

Merah Putih tetap naik di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Senin, 17 Agustus 2026. Upacara HUT ke-81 RI dimulai pukul 09.00...

232 Tangki untuk 24.934 Warga: Ketika Air Bersih Jadi Barang Darurat

232 Tangki untuk 24.934 Warga: Ketika Air Bersih Jadi Barang Darurat

by teguh
Agustus 9, 2026

Suara mesin tangki air bisa menjadi kabar yang paling ditunggu ketika sumber air bersih mulai mengering. Jeriken keluar dari rumah....

24.934 Warga Cilacap Krisis Air, 232 Tangki Sudah Didistribusikan

24.934 Warga Cilacap Krisis Air, 232 Tangki Sudah Didistribusikan

by teguh
Agustus 9, 2026

29 desa di 13 kecamatan terdampak kekeringan. Cilacap krisis air karena warga kesulitan mendapatkan air bersih. BPBD membuka posko 24...

Next Post
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Enam Tahun Melawan Kanker

Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Enam Tahun Melawan Kanker

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id