Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gunung Semeru Kembali Erupsi, Material Vulkanik Menumpuk di Lereng

by dimas
Maret 7, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu meluncurkan awan panas pada Sabtu (7/3/2026) pagi.

Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru mencatat erupsi tersebut berlangsung selama 4 menit 35 detik dengan amplitudo maksimum 12 milimeter. Aktivitas vulkanik itu terekam mulai pukul 10.20 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Isnugroho, mengatakan petugas memantau langsung pergerakan awan panas dari pos pengamatan. Namun kabut tebal yang menyelimuti puncak Semeru membuat tim tidak dapat memastikan jarak luncuran material panas tersebut.

“Terjadi awan panas guguran, tetapi jarak luncurnya tidak dapat kami amati karena gunung tertutup kabut,” ujar Isnugroho di Kantor BPBD Lumajang, Sabtu.

Meski begitu, aktivitas tersebut tidak berlangsung lama. Petugas memastikan kondisi gunung kembali relatif tenang setelah erupsi singkat itu.

Ini Belum Selesai

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya

Material Vulkanik Terus Bertambah di Lereng Semeru

Meskipun tidak menimbulkan dampak langsung bagi permukiman warga, erupsi tersebut tetap meninggalkan konsekuensi penting. Awan panas membawa material vulkanik berupa pasir dan batu yang kini menumpuk di lereng gunung.

Isnugroho menjelaskan, tumpukan material tersebut berpotensi berubah menjadi banjir lahar jika hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Material di lereng semakin banyak. Jika hujan deras turun, material itu bisa terbawa aliran lahar,” jelasnya.

Ancaman ini bukan hal baru bagi masyarakat di sekitar Semeru. Setiap musim hujan datang, sungai-sungai yang berhulu di gunung tersebut kerap membawa material vulkanik yang mengalir deras ke wilayah hilir.

Warga Diminta Tetap Tenang, Tapi Siaga

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, meminta masyarakat tetap tenang sambil terus memantau informasi resmi dari petugas pengamatan gunung api.

Menurutnya, luncuran awan panas kali ini masih berada dalam radius aman dan tidak mendekati kawasan permukiman warga.

“Jarak luncurnya masih dalam radius aman. Warga sudah memahami langkah yang harus mereka lakukan,” ujar Indah.

Namun ia juga mengingatkan satu faktor yang sering memicu bencana susulan di kawasan Semeru: hujan deras.

Pemerintah daerah berharap cuaca tetap bersahabat dalam beberapa hari ke depan. Jika hujan lebat turun, material vulkanik yang menumpuk di lereng bisa berubah menjadi banjir lahar yang mengancam desa-desa di jalur aliran sungai.

Ancaman yang Selalu Mengintai di Lereng Semeru

Bagi warga Lumajang, erupsi Semeru bukan sekadar berita. Gunung ini sudah lama menjadi bagian dari kehidupan sekaligus sumber kekhawatiran.

Setiap aktivitas vulkanik selalu mengingatkan mereka pada satu hal: bahaya sering datang bukan dari letusan besar, tetapi dari material yang perlahan turun bersama hujan.

Gunung bisa kembali tenang dalam hitungan menit. Namun bagi warga yang hidup di lerengnya, kewaspadaan harus bertahan jauh lebih lama. @dimas

Tags: banjirbencanaBPBDerupsiGunung ApiGunung SemeruInfoJawa TimurLaharLumajangMitigasiPanassemeru

Kamu Melewatkan Ini

Bom Waktu TPA Randegan: Kota Mojokerto Kalah oleh Sampahnya Sendiri

Bom Waktu TPA Randegan: Kota Mojokerto Kalah oleh Sampahnya Sendiri

by teguh
Juni 3, 2026

"TPA Randegan membutuhkan revitalisasi secara komprehensif. Beban sampah harian yang masif tanpa dukungan infrastruktur memadai adalah bom waktu ekologis." Tabooo.id...

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

Banjir Kiriman Lagi: Kenapa Warga Hilir Selalu Jadi Korban?

by teguh
Mei 15, 2026

Pukul 01.30 WIB, sebagian warga Desa Kutorenon masih tertidur. Jalanan tampak lengang, sementara lampu rumah menyala redup di tengah malam...

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

by teguh
Mei 15, 2026

Saat sebagian besar warga masih tertidur lelap, air tiba-tiba masuk ke rumah-rumah di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa...

Next Post
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Enam Tahun Melawan Kanker

Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Enam Tahun Melawan Kanker

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id