Tabooo.id: Musik – Pernah nggak kamu tiba-tiba berhenti sebentar, lalu kepikiran satu orang yang selalu terasa seperti “rumah”? Bukan karena dia sempurna. Tapi karena setiap kali bersamanya, hidup terasa lebih ringan.
Di tengah dunia yang makin riuh timeline penuh drama dan notifikasi yang tidak ada habisnya penyanyi sekaligus penulis lagu Andien justru merilis sesuatu yang sederhana. Judulnya “Manusia Favorit.”
Bukan lagu galau yang meledak-ledak. Bukan pula anthem cinta yang bombastis. Lagu ini terasa seperti pelukan hangat: pelan, lembut, tapi langsung kena di hati.
Lagu Tentang Orang yang Paling Berarti
Andien merilis “Manusia Favorit” di berbagai platform musik digital pada Jumat. Lewat lagu ini, ia bercerita tentang orang-orang yang memiliki tempat khusus dalam hidupnya.
Namun Andien tidak ingin lagu ini berhenti sebagai cerita pribadinya saja.
“Begitu lagu ini sampai ke audience, lagu ini jadi milik mereka,” ujar Andien dalam keterangan resminya.
Maknanya sederhana: setiap orang bebas mengisi lagu ini dengan sosok yang paling berarti dalam hidup mereka.
Seseorang mungkin membayangkan pasangan. Yang lain mungkin teringat sahabat lama. Ada juga yang langsung memikirkan orang tua atau anggota keluarga.
Dengan cara itu, lagu ini terasa seperti ruang kosong yang sengaja Andien siapkan untuk kenangan kita sendiri.
Kolaborasi yang Mengalir Natural
Dalam proses kreatifnya, Andien kembali menggandeng pencipta lagu sekaligus produser musik Lafa Pratomo.
Keduanya sudah lama berbagi selera musikal yang mirip. Karena itu, proses pembuatan lagu terasa mengalir tanpa banyak hambatan.
Tidak ada drama di studio. Tidak ada paksaan untuk membuat sesuatu yang “terlalu besar”.
Sebaliknya, mereka memilih pendekatan yang hangat dan sederhana.
Andien bahkan membayangkan lagu ini sebagai pengalaman mendengar yang menenangkan. Ia ingin pendengar merasakan sensasi seperti disiram air segar—adem, ringan, dan menenangkan hati.
“Manusia Favorit” nantinya juga akan masuk ke dalam album kesembilan Andien yang saat ini sedang ia siapkan.
Untuk melengkapi rilisan ini, Andien bekerja sama dengan sutradara Gilbert March dari Niamo Studio dalam pembuatan video musiknya.
Melihat rekam jejak visual Andien selama ini, besar kemungkinan video klipnya tidak hanya cantik secara estetika, tetapi juga kuat secara cerita.
Pengingat Kecil di Era yang Terlalu Ramai
Ada satu hal yang membuat lagu ini terasa relevan dengan kehidupan sekarang.
Kita hidup di zaman koneksi digital. Media sosial membuat kita merasa mengenal banyak orang. Setiap hari kita melihat wajah baru di layar ponsel.
Ironisnya, hubungan yang benar-benar dekat justru sering terlewat.
Banyak orang hafal drama influencer yang belum pernah mereka temui. Pada saat yang sama, mereka lupa menanyakan kabar orang yang selalu hadir dalam hidupnya.
Di titik itulah “Manusia Favorit” terasa seperti pengingat kecil.
Lagu ini tidak berteriak keras. Ia hanya mengajak pendengar berhenti sejenak dan mengingat kembali siapa yang benar-benar penting.
Hidup ternyata tidak selalu soal popularitas atau validasi digital. Kadang kebahagiaan datang dari satu orang yang berkata sederhana: “Aku ada di sini.”
Jadi, Siapa Manusia Favoritmu?
Pada akhirnya, “Manusia Favorit” bukan sekadar rilisan baru dari Andien. Lagu ini terasa seperti pertanyaan lembut yang ditujukan kepada setiap pendengar.
Siapa orang yang membuat hidupmu terasa lebih hangat?
Jika setelah mendengar lagu ini kamu langsung teringat satu nama, mungkin itulah jawabannya.
Barangkali setelah lagu selesai diputar, kamu terdorong melakukan hal sederhana.
Mengirim pesan, menelpon sebentar Atau sekadar berkata, “Terima kasih sudah jadi manusia favoritku.”
Karena kadang, satu kalimat kecil sudah cukup untuk membuat seseorang merasa sangat berarti. @eko




