Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bukan Sekadar Nyanyi: Iwan Fals dan Seni Membuat Kita Peduli

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Musik
A A
Home Culture

Tabooo.id: Musik – Pernah dengar lagu lalu tiba-tiba diam? Bukan karena sedih saja. Tapi karena kamu merasa tersentuh. Itulah kekuatan musik.

Nama Iwan Fals sering muncul saat kita bicara soal itu. Lagu-lagunya tidak hanya enak didengar. Lagu-lagunya juga bikin kita berpikir.

Lirik Sederhana, Makna Dalam

Iwan Fals dikenal dengan lirik yang jujur. Ia bicara tentang kehidupan nyata. Ia menyentuh isu sosial, kemiskinan, dan ketidakadilan.

Lagu seperti Bento, Sarjana Muda, dan Ibu menggambarkan kehidupan banyak orang.

Saat mendengarnya, kita tidak hanya menikmati musik. Kita juga melihat realita.

Ini Belum Selesai

Sembilan Dewa Gitar di Panggung Guns N’ Roses: Rock Indonesia Bukan Sekadar Nostalgia

Tesla Pamerkan Mobil Terbang, Benarkah Siap Meluncur pada 2028?

Empati yang Tumbuh Pelan-Pelan

Lirik Iwan Fals mudah dipahami. Bahasanya ringan.

Karena itu, pesannya cepat masuk.

Kita jadi lebih mudah memahami orang lain. Kita mulai melihat dari sudut pandang berbeda.

Empati pun tumbuh. Tidak terasa, tapi nyata.

Musik Bukan Sekadar Hiburan

Di era sekarang, banyak lagu fokus pada tren. Banyak yang mengejar viral.

Namun, karya Iwan Fals terasa berbeda.

Musiknya mengajak kita berpikir. Musiknya jadi cermin kehidupan.

Kita diajak melihat siapa yang tertinggal. Kita diajak memahami siapa yang tidak didengar.

Kenapa Ini Penting?

Empati adalah hal penting. Namun, tidak semua orang melatihnya.

Musik bisa jadi cara sederhana untuk belajar empati.

Saat mendengar lagu yang jujur, kita belajar memahami. Kita tidak hanya fokus pada diri sendiri.

Di dunia yang serba cepat, hal ini jadi semakin penting.

Jadi, setelah mendengar lagu, coba tanya diri sendiri: apa yang kamu rasakan?@eko

Tags: Empatiibulagu enak

Kamu Melewatkan Ini

Di Tengah Budaya Hujatan, Seorang Ayah Masih Menulis “Pangapunten”

Di Tengah Budaya Hujatan, Seorang Ayah Masih Menulis “Pangapunten”

by teguh
Juni 18, 2026

Media sosial sering mengabadikan kesalahan lebih lama daripada kebaikan. Satu unggahan bisa berubah menjadi ruang sidang publik dalam hitungan menit....

Ketika Biaya Sekolah Lebih Menakutkan dari Ancaman Penjara

Ketika Biaya Sekolah Lebih Menakutkan dari Ancaman Penjara

by teguh
Juni 16, 2026

Lampu toko kelontong itu tetap menyala seperti biasa. Aktivitas warga berjalan normal. Namun di balik malam yang tampak tenang, seorang...

Rp352 Ribu, Ujian Anak, dan Seorang Ayah yang Terpaksa Mencuri

Rp352 Ribu, Ujian Anak, dan Seorang Ayah yang Terpaksa Mencuri

by teguh
Juni 15, 2026

Seorang ayah Langkahnya pelan ketika memasuki halaman rumah pemilik toko. Di sampingnya berdiri dua anak laki-laki yang terus menunduk. Tak...

Next Post
Atlantis di Nusantara: Pusat Peradaban Dunia atau Sekadar Ilusi Kolektif?

Atlantis di Nusantara: Pusat Peradaban Dunia atau Sekadar Ilusi Kolektif?

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id