Selasa, Juni 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Siswa SMP di Sikka Tewas, Kakak Kelas Diduga Habisi Korban dengan Parang

by dimas
Februari 28, 2026
in Kriminal, Reality
A A
Home Reality Kriminal
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Tragedi mengguncang Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. STN (14), siswa kelas 8 SMP, tewas setelah kakak kelasnya, FRG, diduga menyerangnya dengan parang. Polisi kini menahan tersangka dan mendalami motif pembunuhan tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, menyampaikan duka mendalam. Ia menilai dunia pendidikan kehilangan sosok muda berbakat.

“Kami sangat prihatin. Dari sisi pendidikan, kami merasa kehilangan,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Berawal dari Gitar, Berakhir Tragis

Pada Jumat (20/2/2026), STN pergi ke rumah kerabatnya untuk mengambil gitar. Namun hingga sore hari, ia tak kembali. Keluarga lalu mencari ke sejumlah lokasi, tetapi tidak menemukan jejaknya.

Dua hari kemudian, keluarga melapor ke Polsek Kewapante. Mereka menyisir kawasan Sungai Watuwogat. Saat pencarian berlangsung, keluarga mencium bau menyengat dari semak-semak. Seorang saksi, EM (46), menemukan jasad STN di atas tumpukan rumput dan bambu. Warga segera menghubungi aparat.

Ini Belum Selesai

Danantara Libatkan KPK Sebelum Hilirisasi Dimulai, Tata Kelola Jadi Sorotan

Beras Sulit Laku, Mentan Bicara Produksi Melimpah, Pedagang Soroti Daya Beli

Perselisihan Memicu Kekerasan

Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Reinhard Dionisius Siga, menjelaskan bahwa penyidik menemukan indikasi kuat pembunuhan. Menurutnya, perselisihan antara korban dan tersangka memicu amarah.

Korban diduga menolak tindakan tidak pantas yang dilakukan tersangka dan mengancam akan melaporkannya. Situasi memanas ketika tersangka merebut ponsel korban. Keduanya terlibat kontak fisik.

Dalam kondisi emosi, FRG mengambil parang dan menyerang korban berkali-kali. “Tersangka melukai leher dan kepala korban hingga korban meninggal dunia,” tegas Reinhard.

Setelah itu, tersangka menyeret jasad korban ke belakang rumah dan menutupinya dengan daun talas serta bambu. Ia lalu melarikan diri ke Kabupaten Ende. Polisi memburunya dan berhasil menangkapnya.

Dinas Pendidikan Dorong Penegakan Hukum Tegas

Dinas Pendidikan Kabupaten Sikka meminta aparat memproses kasus ini secara profesional dan cepat. Patrisius menegaskan pentingnya keadilan bagi keluarga korban. Ia juga mendorong sekolah memperkuat pengawasan dan pendidikan karakter agar kekerasan tidak tumbuh di lingkungan belajar.

Menurutnya, tragedi ini harus menjadi peringatan serius. Sekolah tidak boleh hanya fokus pada akademik, tetapi juga pada pembinaan moral dan pengendalian emosi remaja.

Dampak bagi Keluarga dan Lingkungan Sekolah

Keluarga korban menanggung luka terdalam. Namun sekolah dan teman-teman korban juga merasakan guncangan psikologis. Rasa aman di lingkungan pendidikan ikut terkikis.

Kasus ini menunjukkan betapa cepat konflik remaja berubah menjadi tragedi. Ketika pengawasan longgar dan emosi tak terkendali, satu nyawa melayang dan banyak mimpi terhenti.

Di ruang kelas seharusnya lahir harapan. Namun kali ini, ruang itu menyisakan duka dan masyarakat menunggu hukum berbicara tegas. @dimas

Tags: BerdukaDuniaKasusKeadilankekerasankorbanKriminal & HukumNTTPembunuhanPendidikanRemajaSekolahSiswaSMPTegas

Kamu Melewatkan Ini

Gus Ipul: Sekolah Rakyat Bukan Ruang Titipan

Gus Ipul: Sekolah Rakyat Bukan Ruang Titipan

by teguh
Juni 29, 2026

Budaya "jalur orang dalam" masih membayangi banyak layanan publik. Pemerintah kini ingin memutus rantai itu lewat Sekolah Rakyat. Menteri Sosial...

Prestasi Tinggi, Data Ter-hidden: Hak Anak Nyaris Tersingkir dari SMP Negeri

Prestasi Tinggi, Data Ter-hidden: Hak Anak Nyaris Tersingkir dari SMP Negeri

by teguh
Juni 23, 2026

Sistem SPMB Palembang sempat menghalangi seorang siswa berprestasi masuk SMP negeri. Sistem tidak menampilkan data pendaftaran siswa itu pada daftar...

Di Tengah Budaya Hujatan, Seorang Ayah Masih Menulis “Pangapunten”

Di Tengah Budaya Hujatan, Seorang Ayah Masih Menulis “Pangapunten”

by teguh
Juni 18, 2026

Media sosial sering mengabadikan kesalahan lebih lama daripada kebaikan. Satu unggahan bisa berubah menjadi ruang sidang publik dalam hitungan menit....

Next Post
AS Diduga Terlibat dalam Serangan Israel ke Teheran

AS Diduga Terlibat dalam Serangan Israel ke Teheran

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id