Kamis, Juli 30, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo Tiba di Abu Dhabi, Perkuat Diplomasi Energi hingga Investasi

by dimas
Februari 26, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melanjutkan rangkaian lawatan luar negerinya ke Uni Emirat Arab. Ia dijadwalkan bertemu langsung dengan Presiden UEA, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, di Abu Dhabi untuk membahas penguatan kemitraan strategis kedua negara.

Pesawat Kepresidenan yang membawa Prabowo dan rombongan mendarat di Presidential Flight, Abu Dhabi, pada Rabu (25/2/2026) pukul 18.00 waktu setempat. Sejumlah pejabat tinggi UEA menyambut kedatangannya, antara lain Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Al Mazrouei, Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha, Duta Besar UEA untuk RI Abdulla Salem Obaid Salem AlDaheri, serta Atase Pertahanan KBRI Abu Dhabi Brigjen TNI Tony Aris Setiawan.

Pasukan jajar kehormatan berdiri rapi di sisi landasan saat Prabowo turun dari pesawat. Upacara penyambutan berlangsung khidmat dan menegaskan status kunjungan ini sebagai agenda resmi kenegaraan.

Fokus pada Energi dan Investasi

Pertemuan Prabowo dan MBZ diperkirakan akan menitikberatkan pada kerja sama energi, infrastruktur, serta investasi strategis. UEA selama ini menjadi salah satu mitra penting Indonesia di kawasan Timur Tengah, terutama dalam sektor energi baru terbarukan, proyek kilang, hingga pengembangan kawasan ekonomi.

Dalam beberapa tahun terakhir, UEA juga aktif menanamkan modal di Indonesia, mulai dari proyek pelabuhan, properti, hingga energi hijau. Pemerintah berharap kunjungan ini membuka ruang kesepakatan baru yang lebih konkret dan mempercepat realisasi investasi yang sudah direncanakan.

Ini Belum Selesai

Haul Ki Ageng Tarub: Perkuat Budaya dan Wisata Religi

OTT Bupati Pemalang, KPK Kembali Bongkar Korupsi Kepala Daerah

Bagi Indonesia, penguatan hubungan dengan UEA bukan sekadar simbol diplomasi. Stabilitas pasokan energi dan masuknya investasi asing berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional. Jika kerja sama berjalan efektif, sektor industri, konstruksi, hingga tenaga kerja dalam negeri akan ikut merasakan manfaatnya.

Diplomasi Aktif di Tengah Dinamika Global

Lawatan ke Abu Dhabi menjadi bagian dari strategi diplomasi aktif yang terus dijalankan Prabowo sejak awal masa pemerintahannya. Sebelum tiba di UEA, ia lebih dulu mengunjungi Amerika Serikat dan Yordania.

Rangkaian kunjungan tersebut menunjukkan upaya Indonesia menjaga keseimbangan hubungan dengan berbagai kekuatan global. Di satu sisi, Indonesia memperkuat kemitraan ekonomi dengan negara-negara maju. Di sisi lain, Jakarta tetap menjalin hubungan erat dengan negara Timur Tengah yang memiliki pengaruh strategis, baik secara geopolitik maupun ekonomi.

Dalam konteks kawasan, posisi UEA cukup signifikan. Negara itu memainkan peran penting dalam stabilitas energi global dan memiliki dana investasi besar yang tersebar di berbagai belahan dunia. Indonesia berkepentingan memastikan arus kerja sama tetap mengalir di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Siapa yang Paling Terdampak?

Kerja sama Indonesia–UEA tidak berhenti di meja diplomasi. Dampaknya berpotensi langsung menyentuh pelaku usaha dalam negeri, terutama sektor energi, konstruksi, dan manufaktur. Jika investasi baru benar-benar terealisasi, proyek-proyek besar bisa menyerap ribuan tenaga kerja lokal.

Di sisi lain, masyarakat juga menaruh harapan agar kerja sama ini berujung pada stabilitas harga energi dan penguatan nilai tukar rupiah. Dalam situasi ekonomi global yang fluktuatif, kepastian investasi dan pasokan energi menjadi faktor krusial.

Namun publik juga akan menilai hasil konkret dari lawatan ini. Komitmen di atas kertas sering kali terdengar menjanjikan, tetapi realisasi proyek dan dampaknya terhadap ekonomi riil menjadi ukuran utama.

Kunjungan Prabowo ke Abu Dhabi menegaskan satu hal: diplomasi hari ini bukan sekadar seremoni, melainkan negosiasi kepentingan. Pada akhirnya, masyarakat akan melihat apakah perjalanan jauh itu benar-benar membawa pulang manfaat, atau hanya menambah album foto kenegaraan. @dimas

Tags: BilateraldiplomasiEkonomi IndonesiaEnergiGlobalHubunganInfrastrukturInvestasiKerja SamaNasionalPolitik IndonesiaPrabowo SubiantoStrategisTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Mundurnya Perry Warjiyo, Alarm bagi Independensi Bank Indonesia

Mundurnya Perry Warjiyo, Alarm bagi Independensi Bank Indonesia

by dimas
Juli 28, 2026

Mundurnya Perry Warjiyo memicu pertanyaan tentang independensi Bank Indonesia. Di tengah tekanan rupiah, kepercayaan pasar menjadi ujian terbesar bagi bank...

‘Jurnalis Bukan Londo Ireng’, Insan Pers Solo Gelar Aksi Bela Kebebasan Pers

“Jurnalis Bukan Londo Ireng”, Insan Pers Solo Gelar Aksi Bela Kebebasan Pers

by jeje
Juli 28, 2026

Puluhan jurnalis dari berbagai organisasi profesi di Solo Raya turun ke jalan, Selasa (28/7/2026). Mereka menuntut Presiden Prabowo Subianto meminta...

Perry Warjiyo Mundur: Mampukah BI Menjaga Rupiah?

Perry Warjiyo Mundur: Mampukah BI Menjaga Rupiah?

by dimas
Juli 27, 2026

Pengunduran diri Perry Warjiyo menjadi ujian baru bagi Bank Indonesia. Mampukah BI menjaga stabilitas rupiah, mempertahankan kepercayaan pasar, dan tetap...

Next Post
Hotman Paris Bela ABK Sea Dragon di DPR, Soroti Tuntutan Mati Tanpa Bukti

Hotman Paris Bela ABK Sea Dragon di DPR, Soroti Tuntutan Mati Tanpa Bukti

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id