Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Alex Noerdin Wafat, Kejagung Nyatakan Perkara Pidana Gugur

by dimas
Februari 25, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kejaksaan Agung menghentikan penyidikan pidana terhadap mantan Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin, setelah ia meninggal dunia pada Rabu (25/2/2026). Kejaksaan mengambil langkah ini karena hukum tidak lagi memproses pidana terhadap tersangka yang wafat.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menegaskan lembaganya tetap melanjutkan penanganan perkara yang melibatkan pihak lain.

“Kami menghentikan proses pidana terhadap Alex demi hukum, tetapi tetap menindak pihak lain yang terlibat,” tegas Anang.

Keputusan ini mengakhiri status pidana Alex, namun tidak menghentikan keseluruhan proses hukum dalam kasus tersebut.

Keterangan Alex Tetap Digunakan dalam Persidangan

Sebelum meninggal, Alex telah memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi revitalisasi Pasar Cinde di Palembang. Jaksa memasukkan keterangan itu dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Pengadilan tetap menggunakan dokumen tersebut untuk memperkuat pembuktian terhadap terdakwa lain.

“Keterangan Alex tetap menjadi bagian penting dalam proses persidangan,” ujar Anang.

Langkah ini memastikan proses hukum tetap berjalan dan membantu mengungkap peran pihak lain dalam perkara tersebut.

Kejaksaan Fokus Pulihkan Kerugian Negara

Selain menghentikan proses pidana, Kejaksaan Agung menyiapkan langkah hukum perdata untuk memulihkan kerugian negara. Jaksa melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) akan mengajukan gugatan jika menemukan aliran aset yang terkait.

Tim jaksa akan menelusuri dan menuntut pengembalian aset ke kas negara.

Langkah ini menunjukkan komitmen Kejaksaan untuk menjaga akuntabilitas dan melindungi keuangan negara.

Alex Noerdin Meninggal Setelah Jalani Perawatan Intensif

Sebelum meninggal, Alex menjalani perawatan intensif di RS Siloam Semanggi, Jakarta. Sebelumnya, tim dokter merawatnya di RS Siloam Sriwijaya, Palembang.

Kondisinya yang memburuk membuat keluarga memutuskan merujuknya ke Jakarta untuk penanganan lanjutan.

Juru bicara keluarga, Okta Alfarizi, mengonfirmasi Alex meninggal dunia pada Rabu sore.

Kepergian politisi senior Partai Golkar itu menutup perjalanan panjang kariernya di dunia politik dan pemerintahan.

Publik Tetap Awasi Proses Hukum

Penghentian penyidikan ini membuat pengadilan tidak akan menjatuhkan vonis terhadap Alex. Namun, aparat penegak hukum tetap memproses terdakwa lain.

Kejaksaan juga terus berupaya memulihkan kerugian negara.

Kasus ini menegaskan bahwa kematian menghentikan proses pidana seseorang, tetapi tidak mengakhiri upaya penegakan hukum secara keseluruhan.

Pengawasan publik tetap menjadi kunci untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas. @dimas

Tags: AsetBeritaKejaksaan AgungKorupsi di IndonesiaKriminal & HukumNasionalPemulihanPengadilan TipikorSosial & Publiktransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Gizi Rakyat vs Gizi Koruptor

Gizi Rakyat vs Gizi Koruptor

by Tabooo
Juni 6, 2026

MBG hadir untuk memberi makan anak-anak. Tapi ketika kasus korupsi muncul, publik mulai bertanya: siapa yang sebenarnya paling kenyang dari...

MBG dan Akar Korupsi yang Selama Ini Dibiarkan Tumbuh

MBG dan Akar Korupsi yang Selama Ini Dibiarkan Tumbuh

by dimas
Juni 5, 2026

Kasus korupsi MBG membuka persoalan yang lebih dalam: konflik kepentingan pejabat dalam proyek negara. Saat pengawas ikut bermain, korupsi menemukan...

Next Post
Cakue Peneleh: Gurihnya Resep Turun-Temurun yang Tak Lekang Waktu Sejak 1988

Cakue Peneleh: Gurihnya Resep Turun-Temurun yang Tak Lekang Waktu Sejak 1988

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id