Tabooo.id: Global – Gelombang kekerasan kembali mengguncang Meksiko. Serangan balasan dari Jalisco New Generation Cartel (CJNG) menewaskan 27 personel keamanan. Menteri Keamanan dan Perlindungan Warga Negara Meksiko, Omar Garcia Harfuch, mengumumkan angka tersebut dalam konferensi pers, pada Senin (23/2/2026).
Otoritas mencatat sedikitnya 27 serangan terkoordinasi yang menyasar aparat penegak hukum. Enam serangan terjadi di Negara Bagian Jalisco, wilayah barat yang selama ini menjadi basis kuat kartel. Dalam rangkaian kekerasan itu, 25 anggota Garda Nasional, seorang sipir penjara, dan satu pegawai Kantor Kejaksaan Negara Bagian Jalisco tewas.
Namun bentrokan tidak hanya memakan korban dari aparat. Harfuch menyebut pasukan keamanan juga menewaskan 30 anggota kelompok kejahatan terorganisir dalam kontak senjata tersebut. Situasi berubah menjadi perang terbuka antara negara dan kartel.
Operasi Militer dan Tewasnya El Mencho
Kekerasan ini meledak sehari setelah militer Meksiko melancarkan operasi besar pada Minggu (22/2/2026). Dalam operasi itu, pasukan menewaskan pemimpin CJNG, Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal dengan julukan El Mencho.
Kematian El Mencho memicu respons brutal. Anggota kartel membakar kendaraan dan fasilitas komersial serta memblokade jalan di sejumlah titik strategis. Aksi itu melumpuhkan aktivitas ekonomi dan memicu kepanikan warga.
Beberapa negara bagian bahkan meliburkan sekolah pada Senin demi alasan keamanan. Orang tua memilih menahan anak-anak di rumah. Pelaku usaha kecil menutup toko lebih cepat. Transportasi publik membatasi operasional. Dampaknya langsung terasa di level masyarakat.
Pemerintah Kerahkan Pasukan Tambahan
Menghadapi eskalasi tersebut, pemerintah Meksiko mengerahkan pasukan keamanan tambahan ke Jalisco. Selain itu, pemerintah membentuk pusat komando nasional untuk mengoordinasikan respons lintas wilayah. Langkah ini menunjukkan bahwa situasi tidak lagi berskala lokal, melainkan telah menjadi isu keamanan nasional.
Presiden Claudia Sheinbaum menegaskan komitmennya untuk memulihkan stabilitas. Ia menyatakan pemerintah tidak akan mundur dalam menghadapi kelompok kriminal bersenjata. Pernyataan itu sekaligus mengirim pesan politik bahwa negara tetap memegang kendali.
Warga Sipil di Tengah Pusaran Konflik
Di balik angka korban dan strategi militer, warga sipil menjadi pihak yang paling terdampak. Mereka menghadapi ketidakpastian setiap hari. Aktivitas ekonomi tersendat, sekolah ditutup, dan rasa aman menguap dalam hitungan jam.
Konflik ini juga mengguncang iklim investasi dan pariwisata di wilayah barat Meksiko. Investor cenderung menahan ekspansi ketika risiko keamanan melonjak. Sementara itu, pelaku usaha kecil harus menanggung kerugian harian akibat toko yang tutup dan distribusi yang terganggu.
Kematian El Mencho mungkin menandai babak baru dalam perang melawan kartel. Namun pertanyaannya tetap sama apakah tumbangnya satu pemimpin cukup untuk meredam jaringan yang sudah mengakar? Atau justru membuka ruang bagi kekacauan baru?
Di negeri yang lama hidup berdampingan dengan bayang-bayang kartel, stabilitas sering terasa seperti jeda bukan akhir cerita. @dimas




