Senin, Juni 15, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Prabowo Saksikan Investasi Besar Indonesia dan AS di Washington

by dimas
Februari 19, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Presiden Prabowo Subianto berdiri di tengah ruang pertemuan elite bisnis dunia di Gedung U.S. Chamber of Commerce, Washington, D.C, pada Rabu (18/2/2026). Di ruangan itu, ia menyaksikan langsung penandatanganan 11 nota kesepahaman (MoU) antara perusahaan Indonesia dan Amerika Serikat. Nilainya tidak kecil mencapai 38,4 miliar dollar AS, atau setara lebih dari Rp 600 triliun.

Angka ini langsung mengirim pesan jelas. Indonesia tidak datang hanya untuk berdiplomasi. Indonesia datang untuk berbisnis.

Kesepakatan tersebut lahir dalam forum Business Summit yang digelar US-ASEAN Business Council, sebuah wadah yang selama ini menjadi jembatan kepentingan ekonomi Asia Tenggara dan Amerika Serikat.

Pemerintah melihat momentum ini sebagai sinyal kuat bahwa investor global masih memandang Indonesia sebagai lahan strategis.

Indonesia Bidik Masa Depan Industri

Kesebelas kesepakatan itu tidak berdiri di satu sektor saja. Sebaliknya, kerja sama itu menyebar luas, mulai dari pertambangan, energi, agribisnis, tekstil, furnitur, hingga teknologi semikonduktor.

Ini Belum Selesai

Kemasan Diseragamkan: Pemerintah Persempit Ruang Promosi Industri Rokok

77 Ribu Calon Siswa Belum Tertampung Sekolah Negeri Jabar Cari Solusi

Sektor mineral kritis menjadi salah satu fokus utama. Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Investasi, menggandeng perusahaan tambang raksasa Freeport untuk memperkuat hilirisasi.

Selain itu, sektor energi juga menarik perhatian. Pertamina menjalin kerja sama dengan Halliburton untuk meningkatkan produksi minyak. Langkah ini menunjukkan upaya pemerintah menjaga ketahanan energi di tengah tekanan global.

Di sektor pertanian, kerja sama agrikultur jagung membuka peluang peningkatan produksi pangan. Sementara itu, industri tekstil dan furnitur juga mendapat akses baru ke pasar dan bahan baku Amerika.

Namun, perhatian terbesar tertuju pada sektor semikonduktor.

Kerja sama di bidang ini menandakan ambisi Indonesia masuk ke rantai pasok teknologi global sebuah sektor yang selama ini didominasi negara maju.

Jika rencana ini berjalan, Indonesia tidak lagi sekadar menjadi pemasok bahan mentah. Indonesia bisa mulai naik kelas menjadi pemain industri teknologi.

Angka Fantastis, Harapan Besar bagi Lapangan Kerja

Nilai Rp 600 triliun bukan sekadar angka investasi. Angka ini membawa konsekuensi nyata.

Investasi membuka pabrik. Pabrik membuka lapangan kerja. Lapangan kerja menggerakkan ekonomi daerah.

Karena itu, dampak terbesar dari kesepakatan ini akan dirasakan oleh masyarakat kelas pekerja.

Buruh pabrik, teknisi, hingga pekerja sektor manufaktur berpotensi menjadi pihak yang paling merasakan manfaatnya.

Selain itu, pelaku usaha lokal juga bisa ikut masuk ke rantai pasok global.

Namun, manfaat itu tidak datang otomatis.

Sebab, sejarah menunjukkan, investasi besar tidak selalu langsung mengalir ke kantong rakyat kecil.

Diplomasi Ekonomi Jadi Senjata Utama Pemerintah

Langkah Prabowo menghadiri forum bisnis global bukan sekadar agenda seremonial. Ia sedang memainkan diplomasi ekonomi secara langsung.

Ia ingin memastikan investor global melihat Indonesia sebagai mitra yang stabil, aman, dan menguntungkan.

Strategi ini menjadi penting di tengah persaingan global yang semakin ketat. Banyak negara berebut investasi yang sama.

Karena itu, pemerintah tidak hanya menjual sumber daya alam. Pemerintah juga menjual stabilitas politik dan potensi pasar.

Namun, bagi masyarakat Indonesia, ukuran keberhasilan tetap sederhana.

Bukan berapa triliun dollar yang ditandatangani.

Melainkan berapa banyak hidup yang benar-benar berubah setelah tinta kesepakatan itu mengering. @dimas

Tags: ASASEANBisnisdiplomasiEkonomi IndonesiaGlobalHilirisasiIndustriInternasionalInvestasiInvestorKerja SamaNasionalPertumbuhanPrabowo Subianto

Kamu Melewatkan Ini

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

by teguh
Juni 13, 2026

Bagi banyak orang, subsidi BBM terlihat sebagai bentuk kehadiran negara. Selama harga bahan bakar tetap terjangkau, masyarakat merasa pemerintah masih...

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

by teguh
Juni 13, 2026

Pemerintah selama bertahun-tahun mengandalkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, temuan terbaru Bank Dunia menunjukkan...

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

by teguh
Juni 12, 2026

"Rakyat tidak membutuhkan narasi kemenangan. Rakyat membutuhkan bukti bahwa negara bekerja." Pernyataan pengamat politik Rocky Gerung itu mungkin terdengar sederhana....

Next Post
Baru 3,5 Bulan Dinonaktifkan, Sahroni Sudah Jadi Wakil Ketua Komisi III Lagi

Baru 3,5 Bulan Dinonaktifkan, Sahroni Sudah Jadi Wakil Ketua Komisi III Lagi

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id