Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Negosiasi Nuklir Memanas, Iran dan AS Saling Kirim Ancaman Militer

by dimas
Februari 18, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat belum benar-benar menghasilkan kesepakatan. Sebaliknya, suasana justru dipenuhi ancaman terbuka. Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, memperingatkan bahwa kapal perang Amerika bisa “dikirim ke dasar laut” jika konfrontasi militer terjadi.

Khamenei menyampaikan pernyataan itu saat delegasi kedua negara kembali duduk di meja perundingan di Jenewa, Selasa (17/2/2026). Namun, alih-alih meredakan ketegangan, pernyataan tersebut justru memperlihatkan betapa rapuhnya jalur diplomasi yang sedang berjalan.

Melalui unggahan di platform X, Khamenei merespons laporan tentang kehadiran kapal perang Amerika di dekat wilayah Iran. Ia tidak menyangkal kekuatan militer Washington, tetapi ia mengingatkan bahwa Iran memiliki kemampuan untuk menghancurkannya.

“Orang-orang Amerika mengatakan mereka mengirim kapal perang. Tapi ada senjata yang bisa mengirim kapal itu ke dasar laut,” tulisnya.

Ia juga menantang klaim superioritas militer Amerika. Menurutnya, kekuatan terbesar sekalipun tetap bisa runtuh jika menghadapi perlawanan yang tepat.

Ini Belum Selesai

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Pernyataan itu mengirim pesan politik Iran tidak akan tunduk di bawah tekanan militer.

Diplomasi Berjalan, Kapal Induk Bergerak

Di sisi lain, Amerika Serikat tidak hanya mengandalkan meja perundingan. Washington justru memperkuat kehadiran militernya di Timur Tengah.

Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa AS mengerahkan kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R Ford, ke kawasan tersebut. Kapal itu akan bergabung dengan armada militer Amerika yang sudah lebih dulu siaga.

Langkah ini memperlihatkan strategi ganda Amerika bernegosiasi sambil menunjukkan kekuatan.

Trump bahkan secara terbuka memperingatkan Iran. Ia mengatakan kegagalan perundingan akan membawa konsekuensi serius.

“Ini akan menjadi hari yang buruk bagi Iran,” tegasnya.

Pernyataan ini memperjelas satu hal diplomasi berjalan di bawah bayang-bayang ancaman militer.

Luka Lama Perjanjian Nuklir yang Belum Sembuh

Ketegangan saat ini berakar dari keputusan Amerika pada 2018. Saat itu, Trump menarik AS keluar dari perjanjian nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), yang sebelumnya disepakati pada era Presiden Barack Obama.

Perjanjian itu sebenarnya membatasi program nuklir Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi ekonomi.

Namun, setelah Amerika keluar, sanksi kembali diberlakukan. Ekonomi Iran terpukul. Nilai mata uang anjlok. Inflasi melonjak. Ketidakpuasan publik pun meledak menjadi gelombang demonstrasi.

Laporan aktivis menyebut lebih dari 6.000 orang tewas dalam aksi protes yang dipicu krisis ekonomi tersebut.

Artinya, konflik nuklir bukan hanya soal bom. Konflik itu juga soal kehidupan sehari-hari rakyat Iran.

Selat Hormuz Jadi Panggung Ancaman Nyata

Ketegangan semakin nyata ketika Iran menggelar latihan militer di Selat Hormuz. Jalur ini bukan sembarang perairan. Sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati selat tersebut.

Jika konflik pecah, dampaknya tidak akan berhenti di Iran atau Amerika.

Harga minyak bisa melonjak. Inflasi global bisa meningkat. Negara berkembang bisa menjadi korban pertama.

Bagi masyarakat dunia, konflik ini berarti satu hal sederhana hidup menjadi lebih mahal.

Dunia Menunggu, Tapi Rakyat yang Menanggung

Di atas meja diplomasi, para pemimpin berbicara tentang strategi, kekuatan, dan kepentingan nasional.

Namun, di luar ruangan itu, rakyat biasa menghadapi konsekuensi nyata.

Rakyat Iran menghadapi sanksi dan krisis ekonomi. Sementara itu, masyarakat dunia menghadapi ancaman kenaikan harga energi.

Negosiasi mungkin berbicara tentang uranium. Namun dampaknya selalu berakhir di dapur.

Sebab dalam konflik global, yang paling cepat merasakan dampaknya bukan para pemimpin melainkan mereka yang tidak pernah ikut menandatangani perjanjian apa pun. @dimas

Tags: Ali KhameneiDonald TrumpGeopolitikGlobalKeteganganKonflik DuniaKrisis GlobalMiliterNuklirperangPerang IranPolitik IndonesiaSelat HormuzTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

by teguh
Juni 25, 2026

Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang diduga membiayai sejumlah aksi demonstrasi. Ia menyampaikan klaim itu saat menghadiri Puncak Pekan...

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

by dimas
Juni 21, 2026

Memuliakan kekuasaan atau memuliakan manusia? Ketika rakyat merasa terabaikan, kontrak sosial mulai retak, kepercayaan publik memudar, dan demokrasi kehilangan fondasi...

DPR dan Pemerintah Terlalu Dekat? Mahasiswa Soroti Fungsi Pengawasan yang Hilang

DPR dan Pemerintah Terlalu Dekat? Mahasiswa Soroti Fungsi Pengawasan yang Hilang

by teguh
Juni 20, 2026

Ribuan mahasiswa mendatangi Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (19/06/2026). Mereka membawa satu kegelisahan yang kini makin keras terdengar karena...

Next Post
Jelang Ramadhan, Harga Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu di Semarang

Jelang Ramadhan, Harga Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu di Semarang

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id